Budidaya ayam broiler skala kecil dengan populasi dibawah 500 ekor. Agar lebih mudah dipahami, kita tuliskan langkah yang harus dilakuka dari hari ke hari. Kajian penting teknis beternak ayam; persiapan kandang, penanganan DOC hingga anak ayam 21 hari, pemberian pakan, obat-obatan dan vitamin, vaksinasi, panen, pemasaran dan penanganan pasca panen. Berikut cara beternak ayam pedaging dari hari-kehari.
Home » Posts filed under budidaya
Showing posts with label budidaya. Show all posts
Showing posts with label budidaya. Show all posts
2020-02-18
Cara beternak ayam broiler skala kecil dari hari ke hari
Budidaya ayam broiler skala kecil dengan populasi dibawah 500 ekor. Agar lebih mudah dipahami, kita tuliskan langkah yang harus dilakuka dari hari ke hari. Kajian penting teknis beternak ayam; persiapan kandang, penanganan DOC hingga anak ayam 21 hari, pemberian pakan, obat-obatan dan vitamin, vaksinasi, panen, pemasaran dan penanganan pasca panen. Berikut cara beternak ayam pedaging dari hari-kehari.
Pakan Ayam Kampung Alternatif (Pengganti Pelet)
Update: pakan ayam kampung alternatif ini ditulis berdasarkan pengamatan langsung pada peternak di desa Jinabun, Kecamatan Kutabuluh Kabupaten Karo. Berdasarkan analisa kandungan gizi yang telah banyak dipaparkan di jurnal penelitian yang ada maka dapat disimpulkan bahwa umbi dan daun talas dapat juga digunakan untuk pakan bebek.
Berikut kandungan nutrisi yang ada pada daun talas:
Posted by P Singarimbun on 2/18/2020
2020-02-08
Cara Beternak Burung Puyuh Petelur
Update: Poin dan langkah cara beternak puyuh petelur adalah sebagai berikut (beternak puyuh dari hari ke hari, bisa juga dibaca di sini):
Posted by Singarimbun on 2/08/2020
2020-02-01
Cara memulai usaha ternak ayam potong
Update: Usaha ternak ayam potong sempat lesu beberapa tahun belakangan ini, hal ini mungkin karena harga jual sempat turun hingga titik terendah. Aksi bagi-bagi ayam gratis sempat terjadi di Jawa Tengah, sebagai bentuk protes para peternak terhadap jatuhnya harga jual ayam broiler dari petani peternak.
Kondisi kini telah pulih kembali, harga ayam broiler berangsur normal dan minat mulai usaha ternak ayam potong kembali naik khusunya untuk ternak kemitraan. Adapun tahapan yang harus dilalui dalam beternak ayam pedaging adalah sebagai berikut (sebagai plasma kemitraan ayam potong):
- Menyediakan lahan, untuk kemitraan pokphand minimal kandang seluas 300 m2 untuk 5000 ekor ayam.
- Lokasi kandang bisa dijangkau dengan kendaraan roda 4 (akses ke lokasi)
- Memiliki pekerja minimal 1 orang sebagai anak kandang.
- Mengurus perizinan ke instansi terkait dengan usaha-usaha peternakan
- Mengajukan aplikasi permohonan sebagai mitra kepada perusahaan kemitraan CP group terdekat di daerah anda.
- Perusahaan kemitraan akan meninjau lokasi kandang dan survey kelayakan usaha.
- Jika aplikasi diterima, maka seminggu sesudahnya kandang akan segera diisi dengan DOC dari perusahaan inti dan andapun resmi menjadi plasma dari kemitraan ayam potong/ broiler.
- Penyediaan lahan dan kandang, ukuran kandang optimal untuk ayam potong adalah 6 m2 untuk 100 ekor ayam broiler (1 kotak DOC).
- Bangun kandang, kandang ada 2 pilihan (panggung atau non panggung). Untuk kandang panggung, sebaiknya ketinggian 2 m dari tanah ke lantai. Baca selengkapnya tentang kandang ayam potong broiler yang baik.

sketsa kandang ayam broiler credit to:scribd.com - Siapkan peralatan kandang, zaman sekarang sebaiknya gunakan peralatan otomoatis baik untuk pakan maupun tempat minum. Jangan lupa pemanas untuk anak ayam DOC - 21 hari.
- Kandang harus diberi terpal pelindung, untuk kontrol suhu lingkungan.
- Urus perizinan legal untuk usaha peternakan ke instansi terkait.
- Beli DOC (1 kotak isi 100 ekor), pakan untuk anak ayam.
- Hari pertama DOC masuk kandang segera beri larutan vitamin atau larutan gula saka, hal ini untuk kurangi stress transportasi.
- Atur suhu kandang dengan pemanas
- Beri pakan sedikit demi sedikit saja
- Hari ke 7 lakukan vaksinasi
- Atur luas boder (sekat) anak ayam secara bertahap diperluas hingga pada hari 21 tanpa boder (kandang terpakai seluruhnya).
- Siapkan pemasaran, pastikan akan ada orang atau pasar yang akan bersedia membeli ayam potong hasil ternak anda.

Dari selisih harga jual dan biaya produksi tersebut saya yakin anda akan semakin tertarik untuk memulai usaha ternak ayam potong ini. Masalahnya, apakah anda sudah memahami seluk beluk bidang usaha budidaya ini? Jika niat anda hanya karena melihat sisi laba yang dapat diperoleh tanpa memahami sektor resiko sebaiknya urungkan saja niat tersebut. Resiko usaha ternak broiler sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dari ayam petelur.
Untuk itu tulisan kali ini saya akan coba membahas tentang cara memulai usaha ternak ayam pedaging sekaligus pemaparan tentang cara budidaya dan resiko yang sering menimpa peternak.
Secara umum usaha budidaya ini memiliki 2 sistem:
- Usaha mandiri
- Kemitraan ternak ayam broiler
Usaha kemitraan ayam potong adalah melaksanakan usaha budidaya secara bahu membahau antara perusahaan sebagai Inti dengan peternak sebagai plasma. Pada sistem usaha ini peternak hanya berkewajiban menyediakan kandang dengan skala ditetapkan oleh perusahaan inti dan merawat ayam hingga masa panen tiba. Kelebihan usaha kemitraan broiler adalah peternak hanya butuh modal membangun kandang, serta mendapatkan pendampingan dalam perawatan serta penanganan kesehatan ayam broiler dari perusahaan inti, juga mendapat jaminan pemasaran . Kelemhannya adalah peternak tidak leluasa menentukan harga jual, dimana harga jual bukanlah harga pasaran melainkan harga kontrak yang telah ditetapkan bersama antara perusahaan dengan plasma.
Berikut ini langkah-langkah memulai budidaya ayam broiler:
- Mendirikan kandang, dipersiapkan mulai dari izin hingga tata letak yang baik sesuai dengan arat matahari juga kecenderunagn arah angina. Ayam broiler cukup rentan dengan kondisi iklim sehingga perlu dipertimbangkan arah kandang.
- Pada pendirian kandang juga harus diperhatikan sumber air serta listrik.
- Jika kandang sudah siap maka pasang peralatan untuk menyambut kedatangan DOC ayam potong terutama menyangkut penghangat, sekat dan litter yang cukup. Siapkan juga peralatan makan dan minum khusus untuk anak ayam.
- Selama 14 hari pertama peternak tidak boleh jauh-jauh dari kandang, sebab masa ini sangat penting untuk kesuksesan usaha.
- Melaksanakan vaksinasi minum/ tetes pada waktu yang tepat 7, 14 dan 21 hari.
- Selama 14 hari pertama secara perlahan dikontrol suhu ruangan kandang siang malam. Cara sederhana perhatikan kondisi anak ayam, jika bergeromol (berkumpul-kumpul) berarti suhu kandang terlalu rendah, bila menyebar secara merata berarti suhu kandang sudah sesuai dengan kebutuhan anak ayam.
- Setelah 14 hari perawatan menjadi lebih mudah, dimana peternak hanya perlu melakukan kontrol pemberian pakan 2 kali sehari saja, hal ini berlaku hingga masa panen.
- Pemberian antibiotik dan vitamin pada minuman ayam diberikan dari hari ke 5 hingga 10 hari sebelum masa panen. Khusus vitamin dapat diberi hingga masa panen.
Posted by Singarimbun on 2/01/2020
2018-06-23
Cara Budidaya Ternak Belut
Belut merupakan salah satu sumber protein hewani sangat digemari banyak orang, dahulu tahun 60-an masyarakat hanya mengenal belut sawah atau liar, sehingga sangat sulit untuk dapat mengkonsumsinya setiap hari. Sekarang sudah banyak orang membudidayakan belut, sehingga dengan mudah dapat dijumpai di pasar. Budidaya belut ternyata tidak sulit, dan tidak membutuhkan lahan luas, cuku dengan media tong saja, sudah dapat dibudidayakan dalam jumlah besar.
Usaha ternak belut lebih mudah daripada memelihara ikan, apakah itu sebagai ikan ternak ataupun hanya sekedar peliharaan. Sekarang hanya ketersediaan bibit menjadi kendala utama dalam ternak belut, sulitnya mendapatkan bibit juga membatasi jumlah peternak. Bibit belut dapat diambil langsung dari alam atau bisa juga dibeli pada pembibitan. Namun pembibitan belut secara komersil sulit ditemukan, bahkan mungkin belum ada di daerah anda.
Lokasi ideal budidaya belut
Belut dapat dipelihara disemua jenis daerah, baik dataran tinggi maupun rendah, baik daerah dengan curah hujan tinggii maupun curah hujan rendah. Hal ini wajar saja karena padi bisa tumbuh disemua daerah, setiap ada sawah bisa ditumbuhi oleh padi maka daerah itu kemungkina besar dapat dijadikan sebagai lokasi. Begitu juga dengan kondisi air, syarat pemeliharaan; terdapat air bersih dalam artian bersih dari pencemaran limbah pabrik, pestisida dan detergen. Suhu 25-31°C merupakan suhu terbaik. Kondisi air bersih terutama untku anak/ bibit belut, ukuran bibit sebaiknya antara 1 – 2 cm. Ketika sudah tumbuh dewasa maka kondisi air tidak lagi menjadi masalah karena umumnya belut dewasa dapat hidup di air keruh (akibat lumpur).Berikut bahan-bahan diperlukan untuk budidaya belut secara sederhana:
- Wadah kedap air, seperti; tong, plastik berupa wadah, bak semen kolam tanah yang dilapisi plastik dan sebagainya. Untuk ukuran, bergantung pada jumlah / populasi belut yang akan anda budidayakan, minimal kedalaman bak / wadah 60 cm.
- Tanah lumpur/ lumpur sawah.
- Pelapah pisang
- Jerami
- Pupuk kandang (kuda, sapi, kerbau, dsb.)
- Bambu
- Air
- Peralatan kerja seperti cangkul dll
Cara memulai budidaya belut
Isi bak atau wadah dengan lumpur setebal 10 cm selanjutnya letakkan jerami diatasnya setinggi 10 cm juga selanjutnya diatas tumpukan jerami isi dengan pelepah pohon pisang yang sudah dicincang (sebaiknya pelepah sudah layu) juga 10 cm, diatasnya isi dengan pupuk kandang juga 10 cm. Selanjutnya diatas pupuk kandang tersebut taburi lagi dengan lumpur kurang lebih 5 cm lagi. Isi air, usahakan lapisan atas miring, terendam hanya 2/3 bagian saja. Bagian tidak terendam akan menjadi tempat belut bertelur.Dalam budidaya belut, kualitas air harus sangat diperhatikan apalagi diawal kita memasukkan bibit belut ke wadah budidaya, saat itu air yang digunakan harus benar-benar bersih, bahkan tidak dianjurkan menggunakan air PDAM karena mengandung kaporit. Sebaiknya untuk awal budidaya gunakan air sungai atau sawah yang bersih dari detergen dan pestisida. Kualitas air menjadi faktor utama keberhasilan dalam busidaya belut.
Posted by P Singarimbun on 6/23/2018
Cara Budidaya Ternak Jangkrik
Pernahkah anda mendengar tentang budidaya jangkrik? Kira-kira untuk apa diternakkkan? Apakah dapat dikonsumsi? Mungkin segenap pertanyaan yang demikian akan muncul di kepala kita ketika mendengar tetang nama hewan ini. Jangkrik yang suaranya biasa kita dengar sebagai teman dikala malam mendendangkan lagu-lagu menadakan kesepian malam, ternyata dapat diternakkan dan memiliki nilai ekonomis tinggi.
Jangkrik pada dasarnya adalah serangga atau insecta, banyak dijadikan sebagai pakan ternak burung, ada juga dikonsumsi oleh sebagian orang. Di Jakarta, Medan dan Batam ternyata ada restoran yang menu spesifiknya adalah jangkrik. Dari beberapa hasil penelitian menunjukkan kalu serangga ini memiliki kandungan protein tinggi. Sebagai pakan burung mungkin sudah hal biasa, sebab dari dahulu kala jangkrik merupakan pakan favorit burung gagak, beo dan sejenisnya.
Selain jangkrik liar, di pasaran sekarang sudah banyak dijual hasil budidaya. Kalau anda berjalan-jalan ke toko yang khusus menjual burung atau perlengkapan burung anda akan menjumpainya dalam wadah tempat dibudidayakan. Memang membudidayakan kroto tidak dibutuhkan kandang atau sangkar besar, dalam box kardus saja bisa diternakkan.
Secara sederhana berikut ini tahapan beternak jangkrik.
Dalam hal ini kita akan memulai dari tahapan membuat kandang, manfaat kandang atau sarang jangkrik adalah :
- Membantu jangkrik merasa nyaman seolah berada di sarang alami
- Dengan adanya sangkar/ sarang/ kandang, akan memudahkan peternak dalam mengontrol kondisi perkembangan dari waktu ke waktu.
- Menghindarkan dari pemangsa seperti kucing dan lainnya
- Memudahkan peternak ketika tiba masa pemanenan
Alat / Bahan pembuat sarang :
- Triplek/ kardus
- Paku Kecil/ klep
- Kayu Kaso Kecil / kayu reng
- Lem Kayu/ kertas
- Lakban ukuran 44 mm
- Gunting, gergaji serta alat pertukangan lain
Cara membuat kandang jangkrik:
- buat box (kotak) dengan Panjang = 60 Cm, Lebar = 70 Cm, Tinggi = 130 Cm
- Gunakan lem untuk merekatkan setiap sambungan, ingat jangrik baru menetas ukurannya sangat kecil jadi jangan sampai ada celah pada sambungan.
- Lapisi pinggiran bagian atas dengan lakban agar jangkrik tidak bisa merayap keluar.
- Sebaiknya box diebri kaki setinggi kurang lebih 30 Cm, olesi kaki-kaki terebut dengan kapur ajaib agar semut tidak bisa masuk.
- Dia suka hidup di area tenang dengan sirkulasi udara lancar.
- Serangga ini juga suka hidup di lokasi gelap, jadi tempatkan box di tempat yang tidak terkena cahaya matahari
- Musuhnya cukup banyak, seperti cecak, kecoa, tikus, semut dan kucing jadi usahakanlah agar lokasi budidaya ternak steril dari musuh.

Selengkapnya tentang cara menetaskan telur jangkrik, membesarkasn serta budidaya dapat anda download dan baca dari file ini
Pemasaran
Hasil produksi budidaya jangkrik mudah dipasarkan, karena tingkat persaingan rendah dengan permintaan cukup besar. Bawa ke pasar burung, bisa dipastikan semua toko bersedia menampung hasil budidaya kita dengan harga pasaran.
Posted by P Singarimbun on 6/23/2018
Budidaya Ternak Menyangkut Pemasaran dan Kesehatan
Apa itu budidaya ternak? Nah pengertian budidaya ternak ini bisa di-defenisi-kan dari beberapa bidang. Dari bidang bisnis maka pengertian budidaya ternak adalah: bisnis atau usaha yang bergerak dalam memelihara dan atau memproduksi hewan-hewan ternak. Budidaya menurut bahasa peternakan dapat diartikan sebagai sektor produksi hewan ternak. Ada juga sebahagian orang mengartikan budidaya ini sebagai pengembang biakan, padahal sekedar penggemukan atau pengasuhan saja juga bisa disebut sebagai budidaya ternak.
Budidaya berbeda dengan pemuliaan ternak, dalam budidaya bukan saja kegiatan pemeliharaan yang terdapat di dalamnya, kegiatan perkembang biakan (reproduksi) juga termasuk di dalam usaha budidaya. Hampir semua jenis hewan dapat dibudidayakan, bila hewan tersebut hewan liar maka terlebih dahulu dilakukan proses pemuliaan. Dibutuhkan manajemen pemeliharaan yang baik di dalam melakukan budidaya ini.
Saat ini sudah berkembang berbagai macam pembudidayaan hewan dan bisa dimasukkan kedalam jenis ternak. Seperti contoh; budidaya belut, di tahun 50-an mungkin belut yang ada di Indonesia hanyalah belut sawah (liar), tapi mulai tahun 90-an sudah banyak beredar di pasaran belut ternak, belut inilah yang disebut dengan budidaya belut. Memang tidak tertutup kemungkinan semua jenis hewan bisa dibudidayakan, seperti baru-baru ini ada kegiatan inseminasi Anoa, ini bisa jadi kedepannya adanya ternak Anoa, dan tidak tertutup kemungkinan akan dijual daging Anoa secara bebas di pasaran.
Bebrapa jenis ternak yang saat ini paling banyak dibudidayakan adalah; sapi, ayam, kambing, itik jangkrik dan semut rang-rang. Jangkrik dan semut rang-rang dikategorikan sebagai pakan ternak, sebab jangkrik dan semut rang-rang yang dibudidayakan tersebut akan dijual juga kepada peternak burung atau ikan sebagai pakan..
Bagaimanakah prospek ekonomis dari kegiatan budidaya ini? Prospek ekonomi dari kegiatan budidaya ternak selalu dan akan selamanya menjanjikan selama di bumi masih ada yang membutuhkan protein hewani. Jadi jangan pernah ragu bila anda ingin serius berusaha di bidang peternakan. Kegiatan budidaya tidaklah sulit untuk dipelajari, banyak sekali buku-buku panduan beternak secara praktis yang dijual di toko buku. Selain itu secara otodidak juga sangat mudah untuk dipelajari, yang paling sulit hanya masalah penyakit dan pemasaran. Penyakit adalah musuh utama dalam proses budidaya sebab dapat mengakibatkan kegagalan usaha.
Hampir di seluruh Indonesia sudah memiliki unit kegiatan budidaya di pemerintahan daerah mereka, di unit inilah ditugaskan petugas-petugas penyuluh peternakan yang akan bertugas memberi pengarahan kepada masyarakat yang melaksanakan kegiatan budidaya. Dengan adanya petugas-petugas penyuluh diharapkan para peternak tidak kebingungan lagi dalam mendapatkan informasi terkait.

Masalah pemasaran juga bisa menjadi kendala berarti dalam usaha budidaya, jika seorang peternak tidak mampu memasarkan hasil-hasil peternakan mereka secara tepat waktu, dapat mengakibatkan kerugian karena biaya produksi harian akan semakin besar. Apalagi jika dia sama sekali tidak mengetahui pasar, ini sama saja dengan kekacauan kegiatan bisnis. Jadi sebelum memilih jenis ternak yang akan dipelihara pastikan kita telah menguasai skema distribusi dan pemasaran.
Posted by P Singarimbun on 6/23/2018
2016-08-02
Cara Beternak Ayam Kampung
Sebagai masysarakat Indonesia, pastinya kita sudah sangat familiar dengan ayam kampung. Salah satu jenis unggas yang sangat diminati masyarakat baik daging maupun telurnya. Tahukah kita dibalik itu ada proses beternak ayam kampung dilalui peternak untuk memberikan kontribusi dalam ketahanan pangan Nasional. Walaupun jumlah penduduk Indonesia lebih dari 200 juta, ternyata jumlah peternak ayam kampung tidak lebih dari 10 juta rumah tangga. Sangat miris bukan? Itulah salah satu penyebab mahal dan langkanya ayam kampung di pasaran.
Kekurangan daging ayam kampung berdasarkan angka BPS tahun 2016 ini tidak lain penyebabnya adalah jumlah peternak ayam kampung yang sidikit, sehingga meyebabkan pasokan (suplay) pasar juga sedikit. Akhirnya sesuai dengan hukum ekonomi, penawaran sedikit - permintaan banyak maka mau tidak mau harga menjadi tinggi (mahal).

Mahalnya produk ternak ayam kampung seharusnya bisa dijadikan peluang usaha menjanjikan, baik sampingan maupun usaha pokok. Toh persaingan dalam usaha budidaya masih sangat kecil, bawangkan 10 juta berbanding 200 juta = 1 : 200. Kalau diukur berdasarkan analisa SWOT, bisa dikatakan usaha ayam kampung saat ini masih sangat menjanjikan. Tapi mengapa jumlah peternak di Negeri ini masih sangat sedikit?
Ternyata banyak masyarakat kita ragu-ragu beternak ayam kampung sebagai usaha sampingan ataupun poko karena kekurag tahuan cara budidaya. Kebanyakan kita lebih mengetahui resiko dalam usaha peternakan dibanding pengetahuan untung rugi usaha ternak. Karena lebih banyak mengenal resiko dibanding teknologi budiaya, akhirnya menyerah sebelum memulai. Bennar kan.. pasti pembaca cukup setuju dengan fenomena etos usaha anak negeri Indonesia tercinta ini.
Beternak ayam kampung tidaklah sulit. Secara alamiah budaya telah mengajarkan kita tentang cara beternak ayam skala kecil. Hampir semua suku nusantara, memiliki budaya memberi sebasang ayam kepada pengantin baru. Artinya, setiap keluarga di negeri ini sejak awal telah diajarkan mengembangakan ternak sebagai usaha. Itulah nilai dibalik sepasang ayam kampung tersebut.
Brikut inilah cara beternak ayam kampung dari start (mulai) hingga panen
- Siapkan kandang: ukuran kandang ayam kampung secara standar sederhana adalah 5 - 7 ekor / M2, kandang bisa sistem baterai ataupun postal, semua terserah kepada calon peternak. Atap sebaiknya dari rumbia ataupun asbes.
- Beli bibit ayam kampung super, karena cepat panen bial dibandingkan dengan ayam kampung biasa. Ayam kampung super sudah bisa dipanen pada usia 8 -9 minggu, hampir mendekati masa budidaya ayam potong (broiler)
- Gunakan pakan pabrikan (pelet), untuk mendapatkan pertumbuhan cepat maka sebaiknya gunakan pakan pelet ayam potong seperti S 5. 11, S 5. 12 dan lain-lain baik yang diproduksi Pokphand, Japfa, Gold Coin dan sebagainya.
- Lakukan perawatan seperti pada ternak ayam potong, (khususnya pemberian vitamin harian)
- Jual tepat waktu, kalau mau untung dengan proses budiaya ayam kampung seperti item sebelumnya maka jangan pernah telat menjual ayam kampung yang siap panen (ukuran 1 Kg keatas). Ini untuk menghemat biaya produksi, kita tahu bahwa biaya produksi terbesar dalam budidaya ayam ada pada pengeluaran pakan. Hmpir 70% biaya produksi hanya untuk penyediaan pakan.
Saya rasa langkah-langkah diatas tidaklah sulit, baik secara tekhnis maupun konsep perencanaan, yang sulit hanyalah kemauan untuk memulai. Rencana sebagus apapun kalau tidak dimulai tidak akan pernah berhasil, apakah itu usaha budidaya ayam kampung, jual pulsa, bangun perusahaan, tanam cabai dan lain sebagainya kalau tidak dimulai tidak akan pernah mendapat hasil. Beternak ayam kampung sangat mudah, resiko kegagalan juga sangat kecil, agar lebih gampang “bayangkan saja kita sedang merawat anak sendiri” Mudah-mudahan sukses pasti diraih dari usaha ayam kampung tersebut.
Posted by Singarimbun on 8/02/2016
2016-06-01
Ternak Itik Sebagai Usaha Sampingan
Usaha sampingan selalu menjadi topik pencarian, ide bisnis digali sana sini hanya untuk mendapatkan usaha sampingan yang tepat. Salah satu bidang yang paling diminati untuk usaha sampingan adalah bidang budidaya peternakan, salah satunya budidaya ternak itik. Mengapa bisa demikian?
Itik, unggas dengan karakteristik hidup dengan baik di semua ketinggia. Ternak itik tumbuh dengan baik di taratan rendah maupun tinggi. Hewan bersayap ini cukup bandel dan tahan penyakit bila dibandingkan dengan ayam broiler maupun kampung. Pakan itik lebih mudah diransum bila dibandingkan dengan ayam, itik cenderung mampu merubah pakan buruk menjadi produksi telur atau daging yang baik.
Harga telur itik lebih mahal bila dibandingkan dengan ayam ras. Persaingan usaha budidaya itik cenderung lebih ringan, banyak sekali daerah yang kekurangan pasokan telur itik setiap harinya. Ini menandakan sebuah prospek cemerlang dalam memulai usaha sampingan.
Ternak itik juga mudah dipelihara, tidak dibutuhkan keahlian khusus untuk budidaya itik, cukup buat kandang, beli bibit dan pakan. Model kandang itik juga mdah dibuat tidak membutuhkan baterai, sehingga lebih menghemat biaya pembuatan kandang. Coba bayangkan, untuk pembuatan baterai ayam petelur akan dibutuhkan biaya minimal 3 jutaan untuk 100 ekor ayam (itupun baterai yang sangat buruk). Artinya modal pembuatan kandang itik sudah memenuhi syarat sebagai usaha sampingan yang prospektif.
Ternak itik bisa dipelihara secara full dalam kandang atau diangon. Walaupun full dalam kandang pemberian pakan itik cukup 2 kali sehari, di pagi dan disore hari. Itu artinya kalau kita memiliki kesibukan lain, masih bisa dikerjakan walaupun harus memelihara itik ratusan ekor. Mudahnya pengerjaan serta tidak memakan waktu banyak juga menjadikan itik cocok sebagai usaha sampingan yang menguntungkan.
Baik itik pedaging maupun petelur memiliki prospek keuntungan cukup besar, bisa dilihat dari berbagai analisa usaha yang telah dijalankan oleh para peternak dan direview dalam artikel-artikel peternakan di berbagai media offline maupun online. Prospek kedepannya juga akan tetap cerah, mengingat harga daging dan telur itik tidak pernah fluktuatif, tapi selalu naik dari tahun ketahun. Prospek harga jual tinggi seperti ini juga sudah selayaknya kita para pencari usaha sampingan menjadikan itik sebagai pilihan.
Walau banyak kelebihan dan keuntungan dalam memelihara itik yang bisa dilihat seperti diatas, tapi ternyata ada juga sedikit kelemahan untuk menjalankan ternak itik sebagai usaha sampinga, diantaranya adalah:
Harga bibit itik dara / mulai bertelur sangat mahal.. hal.. hall… di daerah saya mencapai 50 ribu / ekor. Selain mahal ternyata untuk mendapatkan Itik dara yang terjamin produktif sangat susah. Kalaupun kita sangat ingin memelihara itik start dari dara, maka arus memesan bibit jauh-jauh hari.
catatan penting:
jangan pernah tergiur harga murah itik dara yang banyak ditawarkan online maupun offline, biasanya itu ulah penjual nakal. Mereka akan mencapurkan itik betina siap produksi dengan itik muda dan bahkan memasukkan beberapa itik afkir. Kalau anda memebli yang seperti ini, jangan harap bisa dapat untuk dalam usaha budidaya itik. Untuk mendapatkan bibit itik terjamin kualitasnya lebih baik pesan pada perusahaan yang telah ternama di kota Anda. Butuh rekomendasi? silahkan di email aja.
Posted by Singarimbun on 6/01/2016
Perbandingan Keuntungan Budidaya Itik Dengan Ayam Kampung Skala Kecil
Untung besar, pasti menjadi tujuan dalam usaha budidaya ternak. Tapi bagi kita yang sama sekali belum pernah terjun di usaha peternakan, jangan tergiur dari besarnya kandang ayam tetangga atau banyaknya itik peliharaan teman. Dibali hingar bingarnya usaha peternakan, ada resiko besar yang sulit diprediksi. Peternak berpengalaman sekalipun terkadang masih sulit tidur kalau ada wabah penyakit unggas sedang musim, bagaimana tidak? di dalam kandang ayam mereka tertanam uang ratusan juta. Sekali wabah penyakit menjangkiti seekor ayam dalam kandang, maka saat itulah uang ratusan juta bisa hilang dalam sekejap.
Untuk memulai usaha budidaya ayam atau itik ada baiknya dari skala kecil saja, 100 - 500 ekor. Untuk memelihara itik produktif sebanyak 100 ekor saja akan dibutuhkan modal minimal 8 juta sedangkan untuk ayam kamapung sekitar 5 jutaan.
Mengapa modal awal ternak itik lebih mahal daripada ayam kampung? itu karena harga bibit itik jauh lebih mahal daripada bibit ayam kampung. Untuk itik dara - produktif (mulai bertelur) harga pasarannya saat ini mencapai Rp. 50.000,-/ ekor, artinya jika kita ingin memelihara itik 100 ekor maka untuk bibit saja harus disiapkan modal sebesar Rp. 5 juta. Gila kok mahal amat ya harga itik petelur?
Wajar aja mas/ pak, seekor itik mampu menghasilkan telur hingg 300 butir/ tahun, jadi dalam setahun si itik betina menghasilkan uang sebesar 300 x Rp. 2000 = Rp. 600.000,-. Gilak banyak amat ya, duit Rp. 50.000,- bisa jadi 600 ribu dalam setahun.. hitung-hitungnya gak gitu juga kali.. emang tu itik gak dikasih makan, gak dikasih uang jajan… heheheh.. Okelah biar lebih jelas kita bikin hitung-hitung singkat tentang analisa ungtung rugi ternak itik skala kecil di bawah ini.
Modal dan Biaya
Modal kandang + peralatan (persiapan hingga jadi) = Rp. 4.000.000,-
Bibit itik dara/ mulai bertelur = 100 x Rp. 45.000,- = Rp. 4.500.000,-
Itik pejantan = 10 x Rp. 30.000 = Rp. 300.000,-
Pakan selama budidaya = 110 x 300 x Rp. 700 = Rp. 23.100.000,-
biaya tenaga kerja diabaikan saja karena kita yang akan ngasih makan.
Pendapatan
Anggap saja itik betina yang produktif sekitar 80 %, berarti setiap hari kita mendapat telur 80 butir, harga sebutir telur itik Rp. 2000.
Pendapatan perhari = 80 x Rp. 2000 = Rp. 160.000,-
Pendapatan selama masa produksi = 300 x Rp. 160.000,- = Rp. 48.000.000,-
bebek afkir = 100 x Rp. 30.000,- =Rp.3.000.000,-
Total pendapatan = 48 juta + 3 juta = 51.000.000,-
Keuntungan Rp. 51.000.000 – Rp. 32.100.000,- = Rp. 18.900.000/ periode.
Wow besar juga yah untungnya? itu untung total selama 300 hari pak, dapatnya gak akan seperti itu karena faktor lain seperti penyakit, biaya-biaya lain sebagainya.
Karena kita bukan spesifik mau analisa rugi laba ternak itik, tapi lebih mengarah pada perbandingan ternak itik dan ayam kampung dari segi rugi laba dan efisiensi maka faktor-faktor lainnya itu tidak dibahas lebih jauh.
Bagaimana dengan Budidaya ayam kampung? Pada dasarnya komponen hitungannya sama saja, hanya harga dari telur ayam kampung lebih murah daripada telur itik tetapi harga ayam kampung petelur afkir lebih mahal dari itik petelur afkir. Ayam kampung walaupun sudah afkir akan tetap dihitung kiloan seperti harga ayam kampung pedaging lainnya.
Pakan ayam kampung akan lebih mahal bila dibandingkan dengan pakan itik, sebab itik bisa diistilahkan “pemakan segalanya yang rakus”. Itik cenderung bisa diberi makan apapun, dalam kondisi pakan buruk sekalipun itik tetap bisa berproduksi dengan normal. Sedangkan ayam kampung petelur harus diberi pakan yang terukur selayaknya ayam ras petelur, tapi masih bisa diberi pakan ayam kampung alternatif.
Itulah perbandingan umum antara budidaya itik dengan ayam kampung. semoga bermanfaat.
Posted by Singarimbun on 6/01/2016
2015-11-06
Memulai usaha ternak sapi potong
Secara tradisional usaha ternak sapi potong sudah biasa dijalankan masyarakat Indonesia. Dulu kala setiap rumah tangga baru kerap diberi modal berupa seekor sapi betina sebagai salah satu modal berumah tangga, maksud tujuannya adalah agar pasangan pengantin baru memiliki unit usha sekaligus tabungan. Memang sampai sekarang ternak sapi konvensional masih dianggap masyarakat kita sebagai tabungan belaka, sehingga dalam manajemen dan pengelolaannya kerap mengabaikan unsur laba rugi dalam pelaksanaan budidaya.

Besar kecilnya sebuah usaha ternak sapi potong memang akan mempengaruhi tingkat laba seorang peternak, namun bukan berarti budidaya sapi potong skala kecil tidak menguntungkan. Untung rugi beternak sapi lebih bergantung pada teknis tata kelola. Jika si peternak mampu bertindak efisien dalam manajemen pemeliharaan sapi potong, maka bisa dipastikan laba yang akan diperoleh.
Untuk beternak sapi potong skala kecil 1 – 5 ekor lebih dianjurkan usaha budidaya penggemukan. Artinya si peternak memelihara sapi potong hanya untuk proses penggemukan saja, tanpa melalui proses pemeliharaan pedet hingga masa sapih. Hal ini akan lebih menguntungkan bila dibandingkan si peternak skala kecil memelihara sapi potong sejak pedet hingga masa panen (jual).
Berbeda halnya jika memelihara sapi potong dalam skala mengengah hingga besar, maka si pengusaha lebih baik mengkombinasikan usaha budidaya antara pembibitan dan penggemukan. Bibit (pedet) yang baik dari segi keturunan dan tampilan dipelihara hingga masa jual, sedangkan yang kurang baik bisa saja dijual ke pasar ternak. Efisiensi manajemen pakan dan tata kelola juga lebih fleksibel, mengingat jumlah populasi ternak yang cukup besar maka kecil kemungkinan adanya pakan yang terbuang.
Usha ternak sapi potong sekala kecil
Khusus utuk peternak kecil / pemula, berikut hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan budidaya sapi potong:- Lebih baik membeli sapi umur diatas 1 tahun, jantan dan hasil IB (inseminasi buatan)
- Lebih baik membeli sapi bakalan dari peternak setempat yang dikenal seluk beluk dan silsilah ternaknya.
- Jika harus membeli bakalan penggemukan di pasar ternak maka perhatikan kesehatan bakalan tersebut (postur tubuh baik, jenis sapi potong murni (bukan perah ataupu dwiguna), tidak ada cacat fisik, hasil IB, umur lebih setahun)
- Bila umur kurang setahun maka pastikan bakalan tersebut telah disapih (lepas menyusu)
- Beli sapi kurus tapi sehat, dan memiliki selera makan yang bagus (tidak memilih-milih rumput), bila kita membeli sapi gemuk kemungkinan harga bakalan tersebut cukup tinggi sehingga sulit untuk mendapatkan laba dari proses penggemukan.
- Pahami teknik ransum penggemukan yang baik berikut konsentrat yang cocok untuk kondisi daerah anda.
Mungkin tidak bisa penulis sebutkan teknik-teknik pemilihan bakalan serta meransum pada tulisan ini, namun jika ada sesuatu yang mengganjal di pikira dan hendak ditanyakan silahkan melalui form komentar atau kirim pertanyaan seputar sapi potong kepada penulis melalui email dibawah. Demikianlah sekilas tentang memulai usaha sapi potong semoga dapat berkembang menjadi diskusi menarik.
Posted by P Singarimbun on 11/06/2015
2015-09-19
Ternak Entok
Entok adalah hewan yang termasuk dalam jenis unggas. Ternak entok memiliki banyak nama daerah, di Sumatra dikenal dengan serati, entong di jawa dan secara umum disebut itik serati dalam bahasa Indonesia. Mudah dibudidayakan, berkembang dengan baik di seluruh nusantara baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Entok memiliki daya tahan lebih baik dari jenis unggas lain seperti ayam, puyuh, kalkun da itik.
Mungkin pembaca agak bertanya apa beda entok dan itik? Itik teidak memiliki sifat pengeraman yang baik, sedangkan entok memiliki sifat pengeram telur oleh karena itu sering kali digunakan entok untuk mengerami telur itik. Semua entok jantan memiliki karunkel di kepala, sedangkan itik kepalanya tidak berkarunkel, kepala entok besar dengan paruh pendek sedangkan itik kepala kecil lojong dan paruhnya lebih panjang. Memang bahasa Indonesia itu terkadang membuat sulit, apa salahnya keduanya disebut itik saja dan diberi nama embel-embel untuk membedakan.
cara ternak entok
Entok dapat dipelihara full dikandang juga bisa diangon. Ternak entok termasuk hewan domestifikasi yang bisa pulang sendiri ke kandangnya, tanpa harus dijemput atau digiring. Cara ternak entok cenderung sama dengan jenis unggas air lainnya, dimana hewan-hewan tersebut lebih baik dibudidayakan sejak dara daripada harus dipelihara sejak DOD. Anak entok masih memiliki kecenderungan bergantung pada induknya, berbeda dengan ayam broiler dimana sudah terbiasa hidup dengan pengkondisian (modifikasi suhu).
Bibit ternak entok yang baik; fisik sempurna, lincah, dada lebar, respon baik terhadap buyi (tepukan tangan). Harga bibit tergantung pada umur baik untuk DOD maupun dara, jadi harga ditentukan bukan berdasarkan berat badan. Kisaran saat ini untuk umur 1 monggu sekitar Rp. 7500 – 9000 / ekor. Harga dara bisa mencapat 15 – 25 ribu/ ekor. Cara terbaik memulai ternak entok adalah dengan membeli bibit umur diatas 1 minggu.
Pakan ternak entok
Unggas ini termasuk hewan ternak istimewa, unggas ini mampu mengubah pakan buruk sekalipun menjadi daging (karkas). Bisa saja kita membeli pakan jadi berupa pelet atau pur tentu saja dengan harga yang cukup mahal. Sebenarnya pada itik angonan pakan pabrikan tidak diperlukan lagi, setelah agon cukup diberi sedikit tambahan konsentrat (berupa campuran dedak + bungkil kedelai / kelapa + tepung ikan). Di lapangan bahkan ada peternak menjadikan nasi sisa sebagai pakan ternak entok mereka, tetap saja tumbuh sehat dan besar. Keong mas banyak di area persawahan juga sangat baik untuk memacu pertumbuhan ternak entok.
Peluang usaha ternak entok
Kalau kita berbicara peluang tentu saja berkaitan dengan prospek dan kondisi sekarang. Menurut anda kira-kira sekarang ini peternak ayam broiler lagi senang apa susah? Walaupu harga daging ayam saat ini cenderung naik tapi pada kenyataannya kebanyakan peternak ayam broiler lagi susah karena harga pakan juga naik cukup tinggi. Kondisi seperti ini menjadi peluang besar bagi peternak dalam mengembangkan usaha, serta bagi kita yang belum memiliki usaha bisa menangkap peluang usaha ternak entok sebagai sumber pencarian baru. Sebab pakan alternatif entok jauh lebih banyak daripada ketersediaan pakan alternatif untuk ayam broiler. Sekian papara umum tentang ternak entok kali ini, lebih spesifik dan terperinci disajikan dilain kesempatan..

Posted by P Singarimbun on 9/19/2015
2015-09-17
Peluang Usaha Pakan Ternak Ayam
Harga pakan ayam hasil olahan pabrikan ternama saat ini melambung tinggi, akibanya banyak peternak khawatir akan kelanjutan usaha budidaya mereka. Hal ini paling dirasakan oleh para peternak mandiri, dimana seluruh biaya produksi harus mereka tanggung sendiri. Sebenarnya kondisi seperti ini bisa menjadi peluang usaha yang sangat prospektif terurama bagi kita yang memiliki kemampuan dalam mengloah (meransum) pakan ternak ayam, khususnya pakan untuk ayam petelur.
Hampir 80 % peternak ayam petelur di Indonesia ini menggunakan pakan ternak ayam petelur olahan sendiri, demi menghemat biaya produksi. Pakan adalah faktor prosuksi utama dalam beternak, alokasi biaya produksi untuk pakan mencapai 75% dari total biaya produksi itu sendiri. Hampir semua peternak ayam petelur mampu meransum pakan yang baik, tapi kebanyakan dari mereka hanya membuat paka untuk ayam mereka sendiri.
Kemampuan meracik ransum pakan ternak ayam petelur ini bisa dikembangkan menjadi peluang usaha. Mungkin kita berfikir; ‘tidak aka nada yang mau beli, soalnya peternak lain juga bisa bikin sendiri’. Ini pemikiran yang salah, kita tidak pernah berfikir bahwa banyak sekali peternak yang ingin budidaya lebih praktis, membeli pakan jadi tentu lebih praktis daripada harus mengolah/ membuatnya sendiri. Kecendrungan ini lumrah ditemukan pada setiap peternak, kalau tidak percaya coba saja tanya peternak di dekat anda “apakah mereka lebih suka buat pakan sendiri apa beli pakan?” dengan asumsi harga pakan beda tipis dengan biaya meransun. Saya yakin kebanyakan peternak akan lebih memilih beli pkan jadi.
Begitu banyak sarjana lususan Jurusan Nutrisi Makanan Ternak yang malah lebih suka bekerja di leasing daripada buka usaha sendiri. Kebanyakan sarjana itu akan berkata “resiko beternak itu sangat tingg”, padahal dengan keahlian yang mereka punya seharusnya kata-kata seperti itu tidak lagi terdengar. Jika takut resiko usaha budidaya mengapa tidak ambil peluang usaha produksi pakan ternak, bukankah ilmu mereka sangat mendukung. Ini semua hanyalah masalah budaya, memang kebanyakan kita orang Indonesia budayanya sebagai pekerja, bukan sebagai pengusaha.
Sesungguhnya bila banyak alternatif pakan ternak di pasaran harga pakan tidak akan melambung seperti saat ini. Kenaikan harga pakan itu lebih cenderung karena produsen pakan ternak di negeri ini memiliki kemampuan untuk monopoli, akibatnya mau tidak mau harga daging dan telur aya juga ikut naik. Perusahaan pakan besar juga makin kaya, karena mereka juga menguasai sektor budidaya dengan sistem kemitraan. Begitulah kenyataan, semoga tulisan singkat di pagi ini bermanfaat…
Posted by P Singarimbun on 9/17/2015
2015-09-05
Ketika harus memilih usaha ternak.
Siang peselancar dunia maya.. dolar makin hari makin naik nih… di web berita D ada info PHK besar-besaran, di web news K juga dan begitu juga dengan web news lainnya. huf… makin hari makin susah nasip kita para pekerja. Apalagi usaha yang cocok untuk menyonsong masa depan yang lebih cerah.. kalau mau bisnis jualan di pasar ‘gak punya modal sewa toko’, mau usaha keripik ‘gak pandai bikin’, mau usaha ternak? ‘bingung mau milih ternak apa’.
Posted by Singarimbun on 9/05/2015
2015-09-04
Usaha Ternak Ayam Potong Kemitraan
Saat ini tingginya harga pakan menjadi alasan melambungnya harga ayam potong di pasaran. Tidak sedikit pula usaha ternak ayam potong mandiri skala kecil harus gulung tikar karena tidak sanggup lagi menanggung beban biaya produksi.Berbeda dengan usaha kemitraan, mereka masih eksis dan tidak terlalu terbebani dengan naiknya harga pakan. Usaha kemitraan dapat tetap berjalan lancar karena biaya pakan dan obat-obatan ditanggung oleh perusashaan inti.
Posted by Singarimbun on 9/04/2015
2015-08-25
Usaha ternak paling menguntungkan di lahan sempit
Banyak kita yang ingin menjadikan usaha budidaya ternak sebagai penghasilan sampingan. Lahan yang terbataas selalu menjadi kendala untuk memulainya. Kalau hanya untuk sekedar hobi mungkin keterbatasan lahan bukanlah menjadi masalah, sebab dalam pemenuhan kebutuhan hobi tidak mengharapkan laba (penghasilan). Tentu berbeda halnya dengan kita yang ingin mendapat penghasilan tambahan dari usaha budidaya ternak tersebut.
Pada dasarnya sempitnya lahan bukanlah termasuk sebagai salah satu faktor penghambat budidaya ternak, sebab dalam konsep intensifikasi dan modernifikasi usaha peternakan lahan sempit bisa dioptimalisasi hingga mampu menghasilkan profit bagi peternak. Namun demikian perlu adanya melakukan pemilihan jenis ternak yang akan dibudidayaka, agar hasil yang didapat semaksimal mungkin.
Karena keternatasan lahan ini faktor suka tidak suka harus dibuang jauh-jauh, misalnya anda suka sapi tapi lahan tersedia hanya 2 x 2 m, maka budidaya sapi potong ataupun perah tidak bisa dilakukan. Kita tidak suka ayam aduan, tapi pasar yang terbuka lebar di daerah kita adalah ayam jago maka sebaiknya buanglah ketidak sukaan itu demi menjalankan usaha ternak di lahan sempit ini.
Hewan apa yang cocok dibudidayakan pada lahan sempit? Jawabnya hewan yang ukurannya kecil, harganya mahal, dan pasarnya jelas. Apa contoh hewannya; puyuh, ayam aduan, ayam hias, burung, ikan lele, belut dan lain-lain.
Puyuh petelur.
Untuk budidaya puyuh petelur sebagak 200 ekor tidak hanya dibutuhkan lahan 2 x 2 meter bahkan kurang, asal dipelihara pada kandang baterai bertingkat. Hal ini sudah pernah dibahas di sini. Secaraa analisa usaha, puyuh memang lebih baik dipelihara dalam skala kecil saja, sebab pansa pasar telur puyuh tidaklah sebesar telur ayam ras. Jika kita memelihara puyuh petelur hingga puluha ribu ekor maka kita butuh pasar yang sangat luas.
Budidaya lele dalam dengan terpal atau kolam kecil permanen.
Permintaan lele di pasaran memang cukup besar, namun perlu diingat bahwa sangat banyak pelaku usaha ternak lili ini baik skala kecil maupun menengah, hingga pemasarannya terkadang kurang lancar. Oleh karena itu penulis lebih menganjurkan usaha budidaya lele skala kecil saja.
Ayam aduan/ ayam hias
Prospeknya cukup bagus asal pasarnya kita ketahui khususnya untuk ayam aduan. Sedangkan ayam hias cukup mudah dijual di pasar burung. Perawataan ayam ini juga cukup sederhana layaknya perawatan pada ayam kampung. Sangat cocok dipelihara di lahan halaman yang sempit dengan syarat kita rajin membersihkan kandang agar tetangga tidak terganggu dengan aroma kotoran ayam yang menguap karena terik matahari.
Posted by Singarimbun on 8/25/2015
2015-08-22
Juknis Standar budidaya ayam kampung petelur:
Prospek bisnis budidaya ayam kampung petelur akan tetap cemerlang dari waktu ke waktu, permintaan terhadap telur ayam ini tidak pernah turun. Beragam metode dari berbagai buku panduan telah banyak memaparkan tips-tips dalam usaha peternakan ini namun secara prinsip semuanya memiliki petunjuk teknis yang sama. Kali ini penulis akan menampilkan Juknis tersebut secara sederhana.
Pembuatan kandang:
Ayam kampung petelur cocok dibudidayakan pada kandang baterai dan postal. Kandang baterai sering juga disebut kandang sangkar, umumnya budidaya ayam petelur menggunakan jenis kandang ini. Kandang postal adalah kandang yang berbentuk pondok tertutup, biasanya pada lantai ditebar sekam.

Biaya pembuatan kandang baterai untuk ayam kampung petelur sama saja dengan biaya pembuatan kandang pada ternak ayam ras petelur yakni berkisar 8 juta untuk 100 ekor ayam. Biaya tersebut tentu bisa diminimalisir dengan pemilihan bahan. Biasanya biaya awal untuk budidaya 100 ekor ayam kampung petelur sebesar 20 juta pada tahun 2014.
Mungkin sebagai pemula kita akan merasa biaya itu begitu besar, disini perlu diingat bahwa kandang baterai dengan harga 20 juta tersebut bisa digunakan untuk 4 – 5 periode atau daya tahannya sekitar 5 tahun dengan perlakuan yang wajar. Pada usaha budidaya ayam petelur biasanya titik pulng pokok cukup singkat berkisar 1 – 2 tahun. Jadi tidak perlu khwatir dengan pengeluaran yang begitu besar di awal usaha.
Pemilihan bibit.
Khusus budidaya ayam kampung petelur sangat dianjurkan memilih bibit berupa ayam yang berumur 7 – 9 bulan, dengan kata lain kita akan memelihara ayam kampung betina yang sudah pasti bertelu. Pada umur 7 – 9 bulan tersebut biasanya ayam betina telah mulai bertelur (mengerami). Begitu juga dengan ayam jantan sebaiknya pilih ayam jantan yang berumur 1 – 1,2 tahun dan pastikan bukan ayam majir.
Perbandingan jantan dan betina dalam budidaya ayam petelur ini adalah 1 : 6, artinya 1 ekor jantan untuk setiap 6 ekor betina. Jadi jika kita ingin memelihara 100 ekor ayam kampung maka pelihara jantang sebanyak 14 ekor dan betina sebanyak 86 ekor.
Peralatan kandang
Peralatan kandang utama dalam budidaya ternak petelur ini adalah tempat pakan dan minum. Sedangkan mesin (mixer) pakan hanya dibutuhkan untuk ternak skala menengah keatas. Di dalam kandang juga sediakan tempat bertengger karena bertengger merupakan salah satu kebiasaan ayam kampung. Untuk pemeliharaan pada kandang postal sebaiknya sediakan tempat mengeram, ayam kampung lebih suka bertelur di tempat tertentu beda halnya dengan itik yang dapat bertelur dimana saja.
Pakan
Faktor produksi terbesar dalam budidaya ayam kampung petelur adalah biaya pakan. Untuk itu perlu bijak dalam penyediaan pakan ini, jika kita sepenuhnya bergantung pada paka pabrikan yang harganya sangat mahal tentu titik pulang pokok akan sulit dicapai dengan cept apalagi posisi laba. Di blog ini pernah dituliskann salah satu pakann alternatif untuk ayam kampung petelur dan telah teruji (diterapkan) dapat dilihat di sini. Selain itu berikut ini beberapa bahan pakan yang dapat digunakan:
Beras
Bungkil Inti Sawit
Bungkil Kacang Tanah
Bungkil Kedele
Bungkil Kelapa
Dedak Jagung
Dedak Padi
Ikan Asin
Ikan Rucah
Jagung
Menir
Polar
Sagu
Sorghum
Tepung Cangkang Kerang
Tepung Daun Lamtoro
Tepung Ikan
Tepung Kapur
Tepung Keong
Tepung Singkong
Pemberian pakan ayam kampung berdasarkan umur :
Untuk anak ayam kampung (DOC) Umur 0 – 1 minggu diberi pakan sebanyak 5 – 10 gram / ekor / hari
- Umur 1 hingga 2 minggu 10 – 15 gram/ ekor/ hari
- Umur 2 – 3 minggu 15 – 20 gram / ekor / hari
- Umur 3 – 4 minggu diberi 20 – 25 gr/ ekor/ hari
- Umur 4 – 5 minggu diberi 25 – 30 gr/ ekor/ hari
- Umur 5 – 6 minggu 30 – 40 gr/ ekor / hari
- Umur 6 – 7 minggu 40 – 50 gr/ ekor/ hari
- 7 – 8 minggu 50 – 70 gr/ ekor/ hari
- Selanjutnya sekitar 100 gr/ ekor/ hari hingga afkir
Penangana kesehatan
Untuk pencegahan datangnya penyakit maka kandang sebaiknya diberlakukan pengamanan berupa sterilisasi dan disinfeksisasi, artinya setiap orang dan barang yang keluar masuk kandang selalu disterilkan. Selain itu perlu dilakukan vaksinasi yang tepat dan terjadwal, berikut ini jadwal vaksinasi pada ayam kampung petelur:
- Marek’s segera setelah menetas
- ND/tetelo, pada umur 3 hari, 3 minggu, 2-3 bulanan
- Vaksin Gumboro, umur 10 hari dan 28 hari
- Egg drop sindrom (EDS), umur 16 minggu (sebulan sebelum bertelur)
- Dan vaksin AI diberi bila diperlukan
Itulah tekhnis budidaya ayam kampung petelur secara umum yang bisa kami sampaikan, lebih dan kurang mohon maaf dan semoga bermanfaat. Silahkan sampaikan pertanyaan melalui form komentar.
Posted by Singarimbun on 8/22/2015
2015-08-21
Pemilihan Bibit - Budidaya Ayam Kampung Petelur
Kesuksesan sebuah budidaya ternak sangat bergantung dari jenis bibit yang dipilih. Khusus untuk ayam kampung peterlur penulis sangat menganjurkan untuk memilih jenis ayam KUB. Jenis ini dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian, yang telah diuji dengan standar pemeliharaan yang tepat dan cocok untuk dibudidayakan secaraa komersil. Untuk mempelroleh ayam KUB ini anda bisa menghubungi Litbang Deptang alamat kontaknya bisa dilihat di web resminya.

Teknis pemilihan bibit untuk budidaya ayam petelur adalah sebagai berikut:
Bakal Pejantan
- Pastikan memilih ayam jantang yang sehat dan sama sekali tidak mempunyai cacat fisik
- Secara kasat mata dapat dilihat pergerakannya lincah dan gesit
- Tampilan fisiknya; tegap, bulu halus dan mengkilap, mata bening, sisik kaki teratur, kaki dan kuku bersih,
- Terlihat pola pergerakan yang menunjukkan memiliki nafsu kawin yang tinggi
- Pilihlah jantan berumur 1- 2,5 tahun, telah mengeluarkan taji
- Bila kita akan mengawinkan secara Inseminasi Buatan maka pilih pejantang yang tidak memiliki hubungan darah dengan calon induk betina yang akan di Inseminasi. Dan telah terlatih dalam pengambilan semen.
Bakal Induk
- Pilih betina yang sehat dan dari riwayat kandang yang sehat pula
- Fisik sempurna tanpa cacat sedikitpun
- Pastikan memuliki produksi yang tinggi, untuk lebih akuratnya beli calon induk betina yang sudah pernah bertelur minimal satu periode.
- Kisaran umur sektar 7 hingga 8 bulan.
- Mungkin akan lebih baik bila membeli induk yang sedang bertelur.
Memilih bakal induk ini perlu kehati-hatian yang sangat tinggi, sebab sering kita jumpai peternak yang kurang berhasil karena indukan yang mereka pelihara jarang bertelur bahkan tak bertelur sama sekali. Oleh karena penulis lebih menganjurkan agar kita memilih induk yang sedang bertelur.
Dalam pola pemeliharaan budidaya ayam kampung petelur volume perbandingan jantan dan betina yang tepat adalah 1: 6 atau bisa juga 1: 5 dalam artian sekor pejantang yang baik bisa mengawini 6 ekor betina produktif. Perbandingan lebih dari itu kurang dianjurkan karena kurang produktif dalam usaha budidaya ayam kampung petelur ini.

Bila kita memelihara indukan sejak DOC bisa jadi ada beberapa induk yang majir baik jantan maupun betinanya. Itulah sebabnya kami lebih menganjurkan memilih bibit yang sudah pasti mampu berproduksi dengan baik, hal ini jauh akan lebih menghemat biaya daripada harus memelihara ayam sejak DOC yang rentan terhadap penyakit dan ketidak pastian akan produksi telur. Semoga bermanfaat…
Posted by Singarimbun on 8/21/2015
2015-08-19
Budidaya Ternak Ayam Kampung Pedaging
Budidaya atau teknis pemeliharaan ayam kampung pedaging sangat berbeda dengan budidaya broiler. saya yakin pembaca juga mengetahui hal tersebut. Sifat dari kedua ayam pedaging ini juga jelas berbeda terutama dalam hal masa panen, ayam kampung masa lebih lama daripada ayam broiler.

Pada kesempatan kali ini kita focus pada teknis budidaya tenak ayam kampung pedaging ini saja, khusunya pemeliharaan dari waktu kewaktu hingga masa panen. Mengenai model kandang dan jenis pakan dapat dibaca di halaman lain di bloh ini. Hal ini agar pokok permasalahan teknis pemeliharaan ini lebih mudah dipahami dan diterapkan.
Teknis pemilihan bibit – berikut ini ciri ayam DOC ayam kampung yang baik:
- Sehat dan sempurna, dalam artian tidak ada cacat fisik sedikitpun.
- Bergerak dengan lincah dan gesit
- Bulu halus dan bersih, sisik kaki terlihat teratur, kuku bersih dan mata jernih.
- Berasal dari kandang ayam yang sehat, tanya riwayat peternakan si penjual apakah pernah terkena ND atau gumboro, jika pernah maka lebih baik cari anak ayam dari penjual lain.
Cara pemeliharaan ternak ayam kampung:
- Sebenarnya dalam budidaya ini lebih baik membeli ayam dara daripada DOC, sebab resikonya lebih kecil. Selain Itu kita lebih mudah menentukan apakah yama tersebut jantan atau betina. Dalam usaha budidaya ayam kampung pedaging tentu lebih baik memelihara jantannya saja, sebab potensi dan tingkat pertumbuhannya lebih besar dibanding betina.
- Ayam kampung pedaging lebih baik dipelihara pada kandang postal, atau kandang berpagar. Budidaya ayam kampung pedaging tidak cocok menggunakan kandang baterai begitu juga litter. Perbandingan ayam dan luas kandang maksimal 5 ekor/ m2 untuk ayam dewasa.
Pemberian pakan ayam kampung disesuaikan dengan umur. Berikut teknis pemberian pakan dari hari ke haari:
- Untuk anak ayam kampung (DOC) Umur 0 – 1 minggu diberi pakan sebanyak 5 – 10 gram / ekor / hari
- Umur 1 hingga 2 minggu 10 – 15 gram/ ekor/ hari
- Umur 2 – 3 minggu 15 – 20 gram / ekor / hari
- Umur 3 – 4 minggu diberi 20 – 25 gr/ ekor/ hari
- Umur 4 – 5 minggu diberi 25 – 30 gr/ ekor/ hari
- Umur 5 – 6 minggu 30 – 40 gr/ ekor / hari
- Umur 6 – 7 minggu 40 – 50 gr/ ekor/ hari
- 7 – 8 minggu 50 – 70 gr/ ekor/ hari
- Selanjutnya sekitar 100 gr/ ekor/ hari hingga panen.
Pada budidaya ayam kampung pedaging secara intensif/ modern, vitamin diberi setiap hari dicampur dengan air minum. Mengenai obat-obatan silahkan konsultasikan dengan petugas PPL dinas peternakan setempat, karena pemebrian obat harus sesuai dengan petunjuk dokter hewan yang lebih mengetahui kondisi daerah setempat. Intensifikasi dan modernisasi ini dapat menciptakan sebuah metode ternak ayam kampung yang cepat panen.
Demikianlah cara budidaya ternak ayam kampung pedaging secara singkat. Penulis hanya menyampaikan tentang proporsi makanan dari hari ke hari karena itulah inti kegiatan dari budidaya, semoga bermanfaat.
Posted by Singarimbun on 8/19/2015
2015-08-10
Pedoman Budidaya Puyuh Yang Baik – Standar Pakan SNI

Kandungan pakan puyuh Starter (umur 1 - 17 hari):
Kadar air (maks) 14,0 %
Protein Kasar (min) 20,0 %
Lemak kasar (maks) 7,0 %
Serat kasar (maksimum) 6,5 %
Abu 8,0 %
Calsium (Ca) 0,9-1,2 %
Phospor Total (P) 0,6-1,0 %
Phospor tersedia (P) 0,4 %
Energi Metabolis /ME) 2800
Aplatoksin maksimum (Pbb) 40
Asam Amino
- Lisin minimum 1,10 %
- Metionin minimum 0,40 %
- Metionin + sistin minimum 0,60 %
Standar kandungan pakan puyuh Grower (18 - 40 hari):
Kadar air (maks) 14,0 %
Protein Kasar (min) 20,0 %
Lemak kasar (maks) 7,0 %
Serat kasar (maksimum) 7,0 %
Abu 8,0 %
Calsium (Ca) 0,9-1,2 %
Phospor Total (P) 0,6-1,0 %
Phospor tersedia (P) 0,4 %
Energi Metabolis /ME) 2800
Asam Amino
- Lisin minimum 0,80 %
- Metionin minimum 0,35 %
- Metionin + sistin minimum 0,50 %
Standar kandungan pakan puyuh petelur (layer)
Kadar air (maks) 14,0 %
Protein Kasar (min) 20 – 22 %
Lemak kasar (maks) 7,0 %
Serat kasar (maksimum) 7,0 %
Abu 14,0 %
Calsium (Ca) 2,5-3,5 %
Phospor Total (P) 0,6-1,0 %
Phospor tersedia (P) 0,4 %
Energi Metabolis /ME) 2800
Aplatoksin maksimum (Pbb) 40
Asam Amino
- Lisin minimum 0,90 %
- Metionin minimum 0,40 %
- Metionin + sistin minimum 0,60 %
Bahasa diatas memang telihat begitu ilmiah dan sulit dipahami, namun sebagai peternak dari kalangan masyarakat awam kita tetap dapat melihat dan menyesuaikan kandungan pakan yang kita beli dengan melihat labelnya. Biasanya setiap kemasan pakan ternak akan mencantumkan label kandungan ransum (nutrisi) secara jelas di bagian luar kemasannya. Disari dari Permentan No 33/Permentan/OT.140/2/2014 tentang pedoman budidaya puyuh yang baik semoga bermanfaat.
Posted by Singarimbun on 8/10/2015
Subscribe to:
Posts (Atom)

