Ketika harus memilih usaha ternak.



Siang peselancar dunia maya.. dolar makin hari makin naik nih… di web berita D ada info PHK besar-besaran, di web news K juga dan begitu juga dengan web news lainnya. huf… makin hari makin susah nasip kita para pekerja. Apalagi usaha yang cocok untuk menyonsong masa depan yang lebih cerah.. kalau mau bisnis jualan di pasar ‘gak punya modal sewa toko’, mau usaha keripik ‘gak pandai bikin’, mau usaha ternak? ‘bingung mau milih ternak apa’.


Browsing di internet tentang usaha ternak yang menguntungkan, ketemu banyak artikel tapi penulisnya tidak tahu sama sekali tentang ternak, kan ragu ngikutinnya? Jadi galau padahal punya niat kuat buat usaha.

Pahami dulu kemampuan terutama terkait modal dan lahan, baru pilih usaha ternak yang akan dijalani pak. Ilustrasi; bapak cuman punya lahan di belakang rumah, luasnya hanya 5 x 7 meter, tentu saja pada lahan sempit demikian tidak cocok untuk buka usaha ternak sapi, karena sapi butuh lahan yang cukup luas. Lagipula aturan pemerintah kita melarang keras budidaya ternak sapi di pekarang rumah.

Kalau kita buka usaha ternak besar di lahan yang sempit maka profit tidak akan ketemu, sebab jumlah peliharaan sangat terbatas. Oleh karena itu pada lahan yang sempit hanya cocok budidaya ternak kecil/ hias. Berikut beberapa ternak hias yang mungkin bisa dipilih; ternak ayam hias (jago) pasarnya terbuka luas dan ada di manapun, ternak burung (lovebird, kenari dan lain-lain) hanya butuh lahan untuk menempatkan kandang.

Puyuh petelur juga cukup menguntungkan walaupun dipelihara di lahan sempit, karena puyuh bisa dipelihara dengan sistem kandang baterai bertingkat. Model kandannya bisa dilihat di sini. Atau bisa juga sesekali kunjungi peternak puyuh petelur di daerah anda. Kelebihan lain dari budidaya puyuh petelur ada di segi pemasaran, telurnya sangat mudah dipasarkan.

Ternak itik / entok memang bisa dilakukan di lahan sempit tapi tidak cocok dipelihara di pekarangan rumah. Di beberapa daerah saat ini telah dilarang memelihara unggas dipekarangan rumah. Telur itik/ bebek juga sangat mudah dipasarkan. Degan sistem kandang dan tata kelola intensif yang baik usaha bebek petelur terbukti sangat menguntungkan, baca di sini.

Ternak ikan lele di pekarangan dengan media terpal atau kolam semen juga bisa menjadi pilihan. Saat ini tidak ada larangan budidaya ikan di pekarangan, karena ikan tidak menyebabkan polusi udara. Hanya saja memasaran lele ini agak rumit, kadang harganya tidak logis murahnya sehingga banyak kita yang putus asa dalam budidaya ikan ini. Begitu juga dengan belut hanya mudah di pasarkan di daerah tertentu saja seperti Sumbar. Padahal kedua komoditi perikanan ini sangat mudah dibudidayakan dan memiliki resiko kegagalan lebih kecil bila dibandingkan dengan usaha peternakan unggas.

Sekarang apa usaha ternak yag akan anda pilih di saat harga pakan melambung seperti saat ini? secara pribadi penulis lebih tetap memelihara ayam kampung baik petelur maupun pedaging. Sedangkan untuk sektor perikanan penulis lebih memilih usaha nila atau gurame karena harga pasarnya lebih stabil dibandingkan dengann ikan lele.



Share this article :
Share on fb Tweet Share on G+

Tidak ada komentar: