Cara Budidaya Ternak Jangkrik



Pernahkah anda mendengar tentang budidaya jangkrik? Kira-kira untuk apa diternakkkan? Apakah dapat dikonsumsi? Mungkin segenap pertanyaan yang demikian akan muncul di kepala kita ketika mendengar tetang nama hewan ini. Jangkrik yang suaranya biasa kita dengar sebagai teman dikala malam mendendangkan lagu-lagu menadakan kesepian malam, ternyata dapat diternakkan dan memiliki nilai ekonomis tinggi.

Jangkrik pada dasarnya adalah serangga atau insecta, banyak dijadikan sebagai pakan ternak burung, ada juga dikonsumsi oleh sebagian orang. Di Jakarta, Medan dan Batam ternyata ada restoran yang menu spesifiknya adalah jangkrik. Dari beberapa hasil penelitian menunjukkan kalu serangga ini memiliki kandungan protein tinggi. Sebagai pakan burung mungkin sudah hal biasa, sebab dari dahulu kala jangkrik merupakan pakan favorit burung gagak, beo dan sejenisnya.

Selain jangkrik liar, di pasaran sekarang sudah banyak dijual hasil budidaya. Kalau anda berjalan-jalan ke toko yang khusus menjual burung atau perlengkapan burung anda akan menjumpainya dalam wadah tempat dibudidayakan. Memang membudidayakan kroto tidak dibutuhkan kandang atau sangkar besar, dalam box kardus saja bisa diternakkan.

Secara sederhana berikut ini tahapan beternak jangkrik. 


Dalam hal ini kita akan memulai dari tahapan membuat kandang, manfaat kandang atau sarang jangkrik adalah :
  • Membantu jangkrik merasa nyaman seolah berada di sarang alami
  • Dengan adanya sangkar/ sarang/ kandang, akan memudahkan peternak dalam mengontrol kondisi perkembangan dari waktu ke waktu.
  • Menghindarkan dari pemangsa seperti kucing dan lainnya
  • Memudahkan peternak ketika tiba masa pemanenan

Alat / Bahan pembuat sarang :
  • Triplek/ kardus
  • Paku Kecil/ klep
  • Kayu Kaso Kecil / kayu reng
  • Lem Kayu/ kertas
  • Lakban ukuran 44 mm
  • Gunting, gergaji serta alat pertukangan lain

Cara membuat kandang jangkrik:
  • buat box (kotak) dengan Panjang = 60 Cm, Lebar = 70 Cm, Tinggi = 130 Cm
  • Gunakan lem untuk merekatkan setiap sambungan, ingat jangrik baru menetas ukurannya sangat kecil jadi jangan sampai ada celah pada sambungan.
  • Lapisi pinggiran bagian atas dengan lakban agar jangkrik tidak bisa merayap keluar.
  • Sebaiknya box diebri kaki setinggi kurang lebih 30 Cm, olesi kaki-kaki terebut dengan kapur ajaib agar semut tidak bisa masuk.
Kriteria lokasi ternak jangkrik yang baik:
  • Dia suka hidup di area tenang dengan sirkulasi udara lancar.
  • Serangga ini juga suka hidup di lokasi gelap, jadi tempatkan box di tempat yang tidak terkena cahaya matahari
  • Musuhnya cukup banyak, seperti cecak, kecoa, tikus, semut dan kucing jadi usahakanlah agar lokasi budidaya ternak steril dari musuh. 
budidaya ternak jangkrik

Selengkapnya  tentang cara menetaskan telur jangkrik, membesarkasn serta budidaya dapat anda download dan baca dari file ini

Pemasaran
Hasil produksi budidaya jangkrik mudah dipasarkan, karena tingkat persaingan rendah dengan permintaan cukup besar. Bawa ke pasar burung, bisa dipastikan semua toko bersedia menampung hasil budidaya kita dengan harga pasaran.



Share this article :
Share on fb Tweet Share on G+

Tidak ada komentar: