Thursday, August 27, 2015

Penyakit Ayam Kampung Dan Pengobatannya – CRD

Salah satu faktor kegagalan dalam usasha budidaya ayam kampung adalah penyakit. Secara umum penyakit pada unggas disebabkan oleh tiga hal yakni: bakteri, virus dan parasit. Penyakit ayam kampung yang disebabkan oleh parasit pada umumnya dengan mudah dapat disembuhkan berbeda halnya dengan penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri.

Wednesday, August 26, 2015

Perbandingan Hargaa dan Biaya Pemeliharaan Ayam Kampung DOC vs Grower

Maksud judul diatas dalah kitaa akan membandingkan biaya yang dikeluarkan dalam budidaya ayam potong, antara memelihara dari DOC dengan membeli ayam grower (dara). Perbandingan tentu akan dititik beratkan pada harga DOC yang berlaku saat ini, biaya pakan yang dikeluarkan serta harga ayam grower di pasaran. Dengan ada perbandingan tersebut mudah-mudaahan kita yang ingin memelai usaha budidaya ayam kampung petelur bisa lebih mudah menentukan pemilihan bibit.

Harga DOC ayam kampung saat ini sekitar Rp. 4000 hingga 5000 rupiah per ekor, bila kita ingin memelihara 100 ekor berarti biaya untuk doc saja sekitar Rp. 400.000 (minimal). Biaya pakan dari umur 0 hingga 12 minggu (ayam grower) sebanyak biaya 2,5 kg pakan/ ekor (minimal), harga pakan saat ini Rp. 10.000/ kg berarti hingga umur 12 minggu kita mengeluarkan biaya pakan sebesar 25 ribu. Belum dihitung biaya teaga kerja, listrik dan lain sebagainya untuk seekor ayam kita harus mengeluarkan biaya sebesar Rp. 30.000.

Berapakah harga ayam grower (umur 12 minggu) saat ini? ternyata harga ayam grower saat ini di pasaran hanya berkisar Rp. 25.000 – 40.000/ ekor. Bila keseluruhannya dihitung secara matematis maka biaya budidaya ayam kampung dari sejak DOC akan lebih besar bila dibandingkan langsung membeli ayam grower apalagi bila kita sanggup membeli ayam layer (minimal sudah bertelur sekali).

Berikut perhitungan rinci sederhananya:
Untuk pemeliharaan sejak DOC:
Biaya vaksin dan obat/ ekor= diabaikan saja
Biaya listrik dan lain-lain = diabaikan
Harga DOC/ ekor = Rp. 4000,-
Biaya pakan hingga 12 minggu/ ekor = Rp. 25.000,-

Total = Rp. 29.000,-

Sedngkan harga ayam kampung umur 12 minggu di pasaran hanya berkisar 25 – 40 ribu saja. Ini berarti lebih hemat membeli grower ayam kampung daripada harus memelihara sejak DOC. Dalam konsep budidaya secara komersi semua biaya haruslah kit hitung termaasuk biaya resiko ketidak pastian (ayam sakit, dll). Hanya saja biaya awal bila kita memelihara sejak DOC akan lebih kecil daripada biaya awal jika harus membeli ayam kampug umur 12 minggu.

Dari pemaparan diatas ada dua kesimpulan yakni:

  1. Biaya total budidaya ayam kampung sejak DOC lebih tinggi bila dibandingkan dengan biaya pemeliharaan sejak anak ayam umur 12 minggu.
  2. Biaya awal budidaya ayam kampung sejak DOC lebih kecil daripada biaya awal bila kita budidaya sejak grower.


Itulah sedikit sharing hari ini semoga bermanfaat, dan sampaikan saran atau pendapat lain melalui komentar di bawah.

Monday, August 24, 2015

Usaha ternak paling menguntungkan di lahan sempit

Banyak kita yang ingin menjadikan usaha budidaya ternak sebagai penghasilan sampingan. Lahan yang terbataas selalu menjadi kendala untuk memulainya. Kalau hanya untuk sekedar hobi mungkin keterbatasan lahan bukanlah menjadi masalah, sebab dalam pemenuhan kebutuhan hobi tidak mengharapkan laba (penghasilan). Tentu berbeda halnya dengan kita yang ingin mendapat penghasilan tambahan dari usaha budidaya ternak tersebut.

Pada dasarnya sempitnya lahan bukanlah termasuk sebagai salah satu faktor penghambat budidaya ternak, sebab dalam konsep intensifikasi dan modernifikasi usaha peternakan lahan sempit bisa dioptimalisasi hingga mampu menghasilkan profit bagi peternak. Namun demikian perlu adanya melakukan pemilihan jenis ternak yang akan dibudidayaka, agar hasil yang didapat semaksimal mungkin.

Karena keternatasan lahan ini faktor suka tidak suka harus dibuang jauh-jauh, misalnya anda suka sapi tapi lahan tersedia hanya 2 x 2 m, maka budidaya sapi potong ataupun perah tidak bisa dilakukan. Kita tidak suka ayam aduan, tapi pasar yang terbuka lebar di daerah kita adalah ayam jago maka sebaiknya buanglah ketidak sukaan itu demi menjalankan usaha ternak di lahan sempit ini.

Hewan apa yang cocok dibudidayakan pada lahan sempit? Jawabnya hewan yang ukurannya kecil, harganya mahal, dan pasarnya jelas. Apa contoh hewannya; puyuh, ayam aduan, ayam hias, burung, ikan lele, belut dan lain-lain.

Puyuh petelur.
Untuk budidaya puyuh petelur sebagak 200 ekor tidak hanya dibutuhkan lahan 2 x 2 meter bahkan kurang, asal dipelihara pada kandang baterai bertingkat. Hal ini sudah pernah dibahas di sini. Secaraa analisa usaha, puyuh memang lebih baik dipelihara dalam skala kecil saja, sebab pansa pasar telur puyuh tidaklah sebesar telur ayam ras. Jika kita memelihara puyuh petelur hingga puluha ribu ekor maka kita butuh pasar yang sangat luas.

Budidaya lele dalam dengan terpal atau kolam kecil permanen.
Permintaan lele di pasaran memang cukup besar, namun perlu diingat bahwa sangat banyak pelaku usaha ternak lili ini baik skala kecil maupun menengah, hingga pemasarannya terkadang kurang lancar. Oleh karena itu penulis lebih menganjurkan usaha budidaya lele skala kecil saja.

Ayam aduan/ ayam hias 
Prospeknya cukup bagus asal pasarnya kita ketahui khususnya untuk ayam aduan. Sedangkan ayam hias cukup mudah dijual di pasar burung. Perawataan ayam ini juga cukup sederhana layaknya perawatan pada ayam kampung. Sangat cocok dipelihara di lahan halaman yang sempit dengan syarat kita rajin membersihkan kandang agar tetangga tidak terganggu dengan aroma kotoran ayam yang menguap karena terik matahari.


Saturday, August 22, 2015

Juknis Standar budidaya ayam kampung petelur:

Prospek bisnis budidaya ayam kampung petelur akan tetap cemerlang dari waktu ke waktu, permintaan terhadap telur ayam ini tidak pernah turun. Beragam metode dari berbagai buku panduan telah banyak memaparkan tips-tips dalam usaha peternakan ini namun secara prinsip semuanya memiliki petunjuk teknis yang sama. Kali ini penulis akan menampilkan Juknis tersebut secara sederhana.

Pembuatan kandang:
Ayam kampung petelur cocok dibudidayakan pada kandang baterai dan postal. Kandang baterai sering juga disebut kandang sangkar, umumnya budidaya ayam petelur menggunakan jenis kandang ini. Kandang postal adalah kandang yang berbentuk pondok tertutup, biasanya pada lantai ditebar sekam.
biaya pembuatan kandang ayam petelur

Biaya pembuatan kandang baterai untuk ayam kampung petelur sama saja dengan biaya pembuatan kandang pada ternak ayam ras petelur yakni berkisar 8 juta untuk 100 ekor ayam. Biaya tersebut tentu bisa diminimalisir dengan pemilihan bahan. Biasanya biaya awal untuk budidaya 100 ekor ayam kampung petelur sebesar 20 juta pada tahun 2014.

Mungkin sebagai pemula kita akan merasa biaya itu begitu besar, disini perlu diingat bahwa kandang baterai dengan harga 20 juta tersebut bisa digunakan untuk 4 – 5 periode atau daya tahannya sekitar 5 tahun dengan perlakuan yang wajar. Pada usaha budidaya ayam petelur biasanya titik pulng pokok cukup singkat berkisar 1 – 2 tahun. Jadi tidak perlu khwatir dengan pengeluaran yang begitu besar di awal usaha.

Pemilihan bibit.
Khusus budidaya ayam kampung petelur sangat dianjurkan memilih bibit berupa ayam yang berumur 7 – 9 bulan, dengan kata lain kita akan memelihara ayam kampung betina yang sudah pasti bertelu. Pada umur 7 – 9 bulan tersebut biasanya ayam betina telah mulai bertelur (mengerami). Begitu juga dengan ayam jantan sebaiknya pilih ayam jantan yang berumur 1 – 1,2 tahun dan pastikan bukan ayam majir.

Perbandingan jantan dan betina dalam budidaya ayam petelur ini adalah 1 : 6, artinya 1 ekor jantan untuk setiap 6 ekor betina. Jadi jika kita ingin memelihara 100 ekor ayam kampung maka pelihara jantang sebanyak 14 ekor dan betina sebanyak 86 ekor.

Peralatan kandang
Peralatan kandang utama dalam budidaya ternak petelur ini adalah tempat pakan dan minum. Sedangkan mesin (mixer) pakan hanya dibutuhkan untuk ternak skala menengah keatas. Di dalam kandang juga sediakan tempat bertengger karena bertengger merupakan salah satu kebiasaan ayam kampung. Untuk pemeliharaan pada kandang postal sebaiknya sediakan tempat mengeram, ayam kampung lebih suka bertelur di tempat tertentu beda halnya dengan itik yang dapat bertelur dimana saja.

Pakan
Faktor produksi terbesar dalam budidaya ayam kampung petelur adalah biaya pakan. Untuk itu perlu bijak dalam penyediaan pakan ini, jika kita sepenuhnya bergantung pada paka pabrikan yang harganya sangat mahal tentu titik pulang pokok akan sulit dicapai dengan cept apalagi posisi laba. Di blog ini pernah dituliskann salah satu pakann alternatif untuk ayam kampung petelur dan telah teruji (diterapkan) dapat dilihat di sini. Selain itu berikut ini beberapa bahan pakan yang dapat digunakan:

Beras
Bungkil Inti Sawit
Bungkil Kacang Tanah
Bungkil Kedele
Bungkil Kelapa
Dedak Jagung
Dedak Padi
Ikan Asin
Ikan Rucah
Jagung
Menir
Polar
Sagu
Sorghum
Tepung Cangkang Kerang
Tepung Daun Lamtoro
Tepung Ikan
Tepung Kapur
Tepung Keong
Tepung Singkong

Pemberian pakan ayam kampung berdasarkan umur :
Untuk anak ayam kampung (DOC) Umur 0 – 1 minggu diberi pakan sebanyak 5 – 10 gram / ekor / hari

  1. Umur 1 hingga 2 minggu 10 – 15 gram/ ekor/ hari
  2. Umur 2 – 3 minggu 15 – 20 gram / ekor / hari
  3. Umur 3 – 4 minggu diberi 20 – 25 gr/ ekor/ hari
  4. Umur 4 – 5 minggu diberi 25 – 30 gr/ ekor/ hari
  5. Umur 5 – 6 minggu 30 – 40 gr/ ekor / hari
  6. Umur 6 – 7 minggu 40 – 50 gr/ ekor/ hari
  7. 7 – 8 minggu 50 – 70 gr/ ekor/ hari
  8. Selanjutnya sekitar 100 gr/ ekor/ hari hingga afkir

Penangana kesehatan
Untuk pencegahan datangnya penyakit maka kandang sebaiknya diberlakukan pengamanan berupa sterilisasi dan disinfeksisasi, artinya setiap orang dan barang yang keluar masuk kandang selalu disterilkan. Selain itu perlu dilakukan vaksinasi yang tepat dan terjadwal, berikut ini jadwal vaksinasi pada ayam kampung petelur:

  1. Marek’s segera setelah menetas
  2. ND/tetelo, pada umur 3 hari, 3 minggu, 2-3 bulanan
  3. Vaksin Gumboro, umur 10 hari dan 28 hari
  4. Egg drop sindrom (EDS), umur 16 minggu (sebulan sebelum bertelur)
  5. Dan vaksin AI diberi bila diperlukan

Itulah tekhnis budidaya ayam kampung petelur secara umum yang bisa kami sampaikan, lebih dan kurang mohon maaf dan semoga bermanfaat. Silahkan sampaikan pertanyaan melalui form komentar.