Ternak Bebek Entok Manajemen Kandang dan Pakan



Entok adalah unggas yang termasuk jenis bebek, banyak nama yang diberikan untuk bebek ini diantaranya: entok (jawa), serati (sumatera), entong, bebek basur dan dalam bahasa Indonesia disebut Itik Manila. Ciri-ciri fisik bebek entok diantaranya bulu badan hitam kilau kebiruan biasanya bahagian leher berbulu putih dengan warna kulit siekitar mata berwarna merah tua, lebnih besar dari bebek lain seperti itik petelur, selain itu dia mampu terbang lebih jauh dari bebek jenis lain. Tujuan budidaya; untuk diambil dagingnya (bebek pedaging/ potong). Entok cocok dipelihara di seluruh wilayah Indonesia.

Cara pemeliharaan bebek entok sama saja dengan bebek/ itik lainnya, termasuk jenis bebek basah (suka berenang). Ternak ini cenderung memankan segala jenis makanan suka menyocor di berbagai tempat jadi untuk pakan entok ini cenderung lebih mudah dimodifikasi dibanding dengan pakan bebek peking. Semua jenis pelet pakan bebek bisa diberikan kepada entok. Kekebalan entok terhadap penyakit juga lebih tinggi sehingga perawatan kesehatan cukup mudah.

Struktur kandang untuk bebek entok dapat dibuat seperti gambar berikut ini
rancangan kandang entok

Dari gambar dapat dilihat bahwa ditengah-tengah kandang dibuatkan kolam tempat entok berenang, hal ini sangat diperlukan karena bebek entok memiliki kebiasaan berenang, pagar jaring dibuat setinggi 2 ½ meter atau lebih, ini karena serati mampu terbang tinggi, tempat berteduh dibuat setinggi 60 – 70 cm dan diberi alas pelepah bambu setinggi 10 cm dari tanah. Luas kandang relatif bergantung lahan dan jumlah entok yang akan dipelihara 1 meter bujur sangkar dapat dihuni 4-6 ekor entok.

Entok memiliki kebiasaan menjelajah namun tetap mengingat arah kandang mereka, jadi selain dikandangkan entok juga sebaiknya dilepas di pagi hari untuk menghemat pakan, cara seperti ini hanya dapat dilakukan di pedesaan. Jika memelihara entok di kota maka demi keamanan sebaiknya entok full dikandangkan. bebek entok juga memiliki kebiasaan bertelur di sembarang tempat, jika ingin mengumpulkan telur entok maka entok sebaiknya dipelihara dengan sistam kandang.



Share this article :
Share on fb Tweet Share on G+

Tidak ada komentar: