Inseminasi Buatan Kambing Etawa



Sering sekali kita temukan peternak di lapangan yang enggan meng-inseminasi ternak kambing mereka, alasannya karena takut kambing mereka tidak bisa melahirkan anak dari hasil IB terutama jika menggunakan semen (bibit) dari Etawa ataupun boer. Memang ukurannya jauh lebih besar daripada jenis lokal (kacang dan jawa), tapi bukan berarti kambing kacang betina dewasa tidak bisa di-inseminasi dengan menggunakan bibit etawa (varian unggul lainnya).

Sampai saat ini belum ada hasil penelitian yang menunjukkan bahwa kambing kacang tidak akan sanggup melahirkan anak dari hasil inseminasi buatan. Berbeda halnya dengan inseminasi pada sapi, dimana peternak sapi tidak terlalu khawatir jika sapi lokal (Madura, bali dan PO) di-inseminasi dengan sapi Simmental maupun limousine (sapi unggulan lainnya). Sebab memang terbukti bahwa sapi lokal juga mampu menghasilkan anak berjenis Simmental maupun limousine dan angus.


Syarat-syarat inseminasi buatan (artificial insemination) pada kambing:
  • Induk sudah menaglami masa estrus minimal 1 kali, atinya sebaiknya jangan menginseminasi betina yang baru pertama kali estrus.
  • Calon induk dalam keadaan sehat dan terbebas dari penyakit menular.
  • Tersedia semen beku maupun segar untuk diinseminasikan, saat ini ketersediaan semen beku kambing etawa sudah ada di dinas peternakan Kabupaten/ Kota.
  • Tersedia peralatan standar untuk IB/ AI.
  • Tersedia petugas yang telah terlatih untuk melakukan Inseminasi buatan pada kambing (goat artificial insemination).

Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan inseminasi pada kambing:

  • Kesehatan reproduksi induk yang akan di AI
  • Ketersediaan pakan yang baik
  • Ketepatan masa estrus 
  • Kecakapan petugas IB
  • Kualitas semen beku/ segar
  • Umur betina, semakin tua seekor kambing maka tingkat keberhasilan inseminasinya semakin menurun.
Biaya IB kambing cukup terjangkau sekitar Rp. 50.000,-. Biaya tergantung daerah, di pulau Jawa lebih murah karena pusat produksi semen beku kambing ada di sana (Singosari dan Lembang). Beberapa BIB daerah juga telah memproduksi straw kambing. Untuk daerah non sentra peternakan biaya IB bisa lebih mahal, karena keterbatasan petugas, alat, sarana dan prasarana pendukung. 
kambing inseminasi buatan

Dari syarat-syarat dan faktor-faktor inseiminasi buatan diatas dapat disimpulkan bahwa kegagalan inseminasi buatan pada kambing bukan karena ukuran induk yang terlalu kecil. Sebab sudah banyak sekali fakta di lapangan yang menunjukkan keberhasilan IB terhadap kambing kacang dengan menggunakan semen beku kambing etawa.



Share this article :
Share on fb Tweet Share on G+

Tidak ada komentar: