Thursday, April 18, 2013

Demam dan Ingusan Pada Sapi

Gejala sakit pada sapi memang lebih sulit diketahui dibandingkan gejala penyakit pada seorang bayi. Sapi tidak bisa berkomunikasi dengan pemiliknya (peternak) dengan bahasa mulut, sapi hanya bisa menunjukkan kondisi sakitnya dengan beberapa perilaku, yang sering disebut ilmu tingkah laku hewan. Secara alamiah sapi akan memberi reaksi setiap kali adanya penurunan kesehatan pada hewan ini. kejelian dari peternak merupakan kunci keberhasilan dalam manajemen kesehatan hewan ternak, kali ini kita akan membicarakan tentang demam dan ingusan pada sapi. Ingus-ingusan akan sering ditemui peternak pada sapi mereka, untuk itu penting diketahui arti dan penyebabnya.

Tidak selalu ingusan pertanda sakit pada sapi, ada kalanya ingusan itu hanyalah tanda sapi kelelahan. Secara umum memang jika ingus atau mucus keluar banyak darihidung atau mulut sapi adalah pertanda sapi tersebut kurang sehat. Untuk menentukan penyakit sapi tidak bisa dilihat hanya dari keluarnya ingus, hal lain harus juga diperhatikan seperti menurunnya nafsu makan, melenguh berkepanjangan, tingkat kegelisahan dan feces (kotoran sapi).

Berikut ini beberapa penyakit pada sapi yang ditandai dengan keluarnya ingus:

  1. Bovine Ephemeral Fever sering disingkat dengan BEF atau bahasa lokalnya sering disebut demam 3 hari. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang disebarkan oleh serangga sejenis lalat sebagai vector. Sapi yang terserang demam 3 hari akan mengeluarkan ingus tanda lainnya sapi merasa nyeri pada seluruh persendiannya sehingga tidak mampu berdiri, nafsu makan turun drastis, mengorok, produksi susu berhenti. Penyakit BEF pada sapi ini tidak termasuk penyakit sangat berbahaya, jarang ada kematian karena penyakit ini. pengobatan sebaiknya dihubungi petugas kesehatan hewan di tempat anda. Jika tidak ada petugas kesehatan hewan maka beri sapi tersebut antibiotic secara injeksi dan vitamin B.
  2. Penyakit ingusan, nama lain dari penyakit ini penyakit makan tanah dan dalam bahasa kesehatan hewan disebut Maligan Catrrahal Fever disingkat dengan MCF. Penyakit banyak ditemukan di Indonesia dan sifatnya menular. Penyakit ini disebabkan oleh virus sejenis virus herves. Diduga kuat penyakit ingusan ini ditularkan dari domba. Oleh karena itu ada baiknya memisahkan ternak domba dengan ternak sapi. Gejala penyakit ini ditandai dengan keluarnya ingus yang banyak dan demam tinggi pada sapi, kulit menebal dan mengelupas, moncong terlihat kering bahkan pecah-pecah dan bernanah. Penyakit ini sangat mematikan, oleh karena itu jika terlihat gejala diatas langsung hubungi petugas kesehatan hewan agar dapat melakukan perlakuan yang tepat. Biasanya petugas akan menganjurkan agar ternak tersebut dipotong saja, sebab belum ada obat untuk penyakit ini. penyakit ini bahkan bisa menular dari proses inseminasi buatan, terutama karena penggunaan alat Artificial Insemination yang kurang steril.
  3. Keluarnya ingus berkepanjangan juga merupakangejala awal penyakit mulut dan kuku. Penyebab penyakit ini adalah virus. Penyakit ini juga mampu menular dengan cepat, namun para peternak di Indonesia sebaiknya cukup tenang karena Indonesia sdah dinyatakan bebas dari penyakit mulut dan kuku ini.

Ada beberapa lagi penyakit sapi yang ditandai dengan ingusan, namun yang paling penting adalah kesigapan dari peternak dalam melaporkan kasusnya ke petugas kesehatan hewan, sebab petugas kesehatan hewanlah yang bisa dengan tepat membedakan antara BEF dengan MCF. Bila ternak tersebut hanya terkena demam 3 hari (BEF) maka sapi tersebut tidak perlu dipotong namun bila terkena MCF maka demi menghindari kerugian besar sebaiknya ternak segera dipotong.


Related Post



Tulisan di blog ini dapat anda sebar luaskan melalui media apapun, dengan syarat mencantumkan alamat halaman artikel di blog peternakan ini sebagai sumber.