Showing posts with label inseminasi. Show all posts
Showing posts with label inseminasi. Show all posts

Anak Sapi Kembar Dengan Inseminasi Buatan?


Anak sapi kembar dari hasil inseminasi buatan kadang bisa kita temukan pada beberapa kelahiran pedet. Tidak ada metode atau cara aspesifik agar telahir pedet kembar, terjadinya kembar ini bukanlah karena keahlian dari sang Iseminator tapi itu terjadi secara kebetulan. Pembelahan sel telur yang telah dibuahi inilah yang menyebabkan terjadinya anak kelahiran kembar pada sapi. Sangat beruntung jika ditemukan kelahiran pedet kembar namun ada juga kerugiannya.

Keuntungan kembar:
  1. Pada satu kali proses reproduksi dihasilkan dua pedet, ini tentu saja sangat menguntungkan dari segi kuantitas.
  2. Jika ditemukan kelahiran berjenis kelamin betina + betina, biasanya pedet ini harganya akan lebih mahal, sebab sifat melahirkan anak kembar akan umumnya menurun.

Kekurangan pedet kembar:
  1. Umumnya anak sapi kembar akan kekurangan air susu induk (khusus pada sapi potong) sehingga perkembangannya agak terhambat.
  2. Jika kelahiran Jantan + Betina, maka pedet betina kemungkina besar akan mandul (tidak bisa menghasilkan keturunan). Hal ini sering disebut dengan krematin.
anak sapi fh hasil inseminasi buatan

Banyak sekali peternak yang sering meminta agar inseminator dapat memberikan anak sapi kembar, padahal itu bukanlah hasil dari kemampuan sang inseminator, samapai saat ini yang bisa ditentukan dengan inseminasi buatan baru sebatas jenis dihasilkan (Simmental. Limosin, FH, Brangus, Angus, Ongol, Po, Brahman dan sebagainya) dan jenis kelamin yang akan dilahirkan. Saat ini sudah tersedia bibit (semen) khusus sperma pembawa kromosom sapi betina dan jantan. Selain itu ada juga cara untuk menghalsikan jenis kelamin tertentu, dengan pengaturan waktu inseminasi buatan.

Biasanya jika inseminsi buatan dilakukan diawal waktu birahi maka pedet yang akan dihasilkan adalah betina dan sebaliknya jika IB dilaksanakan pada masa akhir birahi kemungkinan anak yang akan dihasilkan adalah jantan. Hal ini didasarkan pada kecepatan bergerak dari sperma dimana sperma jantan memiliki kecepatan gerak yang lebih cepat dibanding sperma pembawa kromosom betina.

Dengan mengetahui hal ini, diharapkan para peternak sapi tidak lagi mempermasalahkan inseminator. Yang paling penting dalam reproduksi sapi adalah kita mendapatkan sapi sehat dan memiliki postur badan normal. Setelah pedet lahir segera beri air susu induk agar mendapatkan kolostrum demi kesehatan anak sapi.


Kelebihan dan kekurangan Inseminasi Buatan Sapi


Inseminasi buatan sudah menjadi teknologi penting dalam budidaya sapi potong maupu perah. dengan adanya IB urusan pengembangbiakan menjadi sangat praktis. Namun demikian masih ada juga sedikit keraguan dari beberapa peternak tentang IB. Keraguan itu sering ditemukan pada masyarakat pedesaan non sentra peternakan sapi, salah satu keraguan itu adalah ketakutan akan induk sapi tidak saanggup melahirkan anak sapi yang terlalu besar. Padahal di lapangan sangat jarang kita temukan adanya sapi betina kesulitan melahirkn anak hasil IB.
contoh sapi inseminasi buatan

Untuk itu blog peternakan ini akan membahas tentang kelebihan dan kekurangan Inseminasi Buatan Pada sapi, sehingga keraguan-keraguan selama ini dapat dikurangi. Sebab secara ilmiah telah terbukti nyata bahwa inseminasi buatan sangat mendukung dalam program budidaya sapi potong dan perah.

Kelebihan inseminasi buatan pada sapi:

  • Praktis, tentu saja IB jauh lebih praktis daripada kawin alam. Pada IB kita tidak perlu mencari sapi pejantan, cukup hubungi inseminator semua urusan selesai.
  • Memperbaiki kualitas keturunan sapi, bibit (semen) yang diinseminasikan petugas sudah terjamin mutunya (pasti sapi unggul). Berbeda degan kawin secara alami, dimana kualitas pejantan belum terjamin kualitasnya.
  • Biaya juga lebih murah, sepengetahun penulis untuk sekali IB peternak hanya dikenakan biaya Rp. 50.000,- di daerah tertentu, sedangkan kawin dengan menggunakan pejantan biasanya pemilik sapi jantan akan meminta uang diatas 50 ribu.

Kekurangan inseminasi buatan:

Berdasarkan pengamatan selama ini di lapanga hampir tidak ditemukan kekurangan berarti dari peroses inseminasi buatan pada sapi, satu-satunya kekurangan hanyalah tingkat keberhasilan yang tidak sebaik kawin alam. Hal ini wajar saja, sebab penentuan masa birahi pada sapi betina lebih akurat bila didekatka dengan pejantan daripada dengan pengamatan kasat mata oleh peternak. Akurasi masa birahi juga akan semakin baik seiring masa pemeliharaan oleh peternak.

Dulu banyak sekali isu tentang ketidak mampuan sapi lokal melahirkan anak sapi hasil IB, ternyata hal itu hanyalah isu semata tanpa ada bukti akurat yang berarti. Isu tetaplah isu, tujuannya juga tidak jelas. Selama saya menjadi inseminator belum pernah ada sapi hasil IB yang tidak bisa dilahirkan dengan selamat. Pada dasarnya besar kecilnya ukuran janin akan disesuaikan dengan besar kecilnya induk sapi. Jika induk sapinya kecil maka janinnya akan kecil pula walaupun kita inseminasi dengan Simmental ataupun limousine.

Anak sapi hasil IB akan tumbuh lebih baik bila dibandingkan dengan hasil perkawinan alami, kecepatan pertambahan berat badan akan terlihat nyata di masa pemeliharaan hingga masa jual.

Harga / biaya IB di setiap daerah memang berbeda-beda, hal ini dipengaruhi oleh ketersediaan bibit dan N2 cair. Jika di daerah tersebut tidak ada BIBD (balai inseminasi buatan daerah) maka terpaksa semen harus didatangkan dari daerah lain atau BBIB (balai besar inseminasi buatan) sehingga menambah biaya pengiriman. Begitu juga denga N2 cair, bila di suatu daerah tidak ada pabrik N2 cair maka biaya pengadaan akan bertambah juga dampaknya tentu saja biaya Inseminiasi di daerah tersebut juga agak lebih mahal daripada daerah berfasilitas lengkap.

Itulah sedikit penjelasan tentang kelebihan dan kelemahan inseminasi buatan pada sapi, semoga cukup dipahami dan bermanfaat. Sampaikan kritik saran melalui form komentar.


Inseminasi Buatan Kambing Etawa


Sering sekali kita temukan peternak di lapangan yang enggan meng-inseminasi ternak kambing mereka, alasannya karena takut kambing mereka tidak bisa melahirkan anak dari hasil IB terutama jika menggunakan semen (bibit) dari Etawa ataupun boer. Memang ukurannya jauh lebih besar daripada jenis lokal (kacang dan jawa), tapi bukan berarti kambing kacang betina dewasa tidak bisa di-inseminasi dengan menggunakan bibit etawa (varian unggul lainnya).

Sampai saat ini belum ada hasil penelitian yang menunjukkan bahwa kambing kacang tidak akan sanggup melahirkan anak dari hasil inseminasi buatan. Berbeda halnya dengan inseminasi pada sapi, dimana peternak sapi tidak terlalu khawatir jika sapi lokal (Madura, bali dan PO) di-inseminasi dengan sapi Simmental maupun limousine (sapi unggulan lainnya). Sebab memang terbukti bahwa sapi lokal juga mampu menghasilkan anak berjenis Simmental maupun limousine dan angus.


Cara Memperbaiki Birahi Pada Sapi


Sapi yang normal mengalami birahi pertama antara umur 1,5 – 2 tahun, namun di lapangan banyak juga ditemukan sapi betina yang mengalami estrus pertama pada umur diatas 2 tahun. Lambatnya terlihat gejala birahi dapat merugikan peternak dari segi waktu, tenaga dan materi. Ada beberapa hal yang menyebabkan lambatnya gejala birahi yakni:
1. Sapi tidak normal
  • Adanya gangguan reproduksi sehingga menyebabkan sapi tersebut majir. Gangguan reproduksi ini bisa terjadi pada organ reproduksi, Misalnya saja ovarium yang cacat sehingga tidak menghasilkan ovum/ sel telur (ovulasi), bila tidak terjadi ovulasi maka pasti gejala estrus tidak pernah terliha.
  • Gangguan sekresi hormone penunjang reproduksi; hormone-hormon ini diantaraya FSH, LH, dan Estrogen. Bila hormone reporduksi ini tidak normal maka birahi juga tidak akan normal.

2. Sapi normal
pada sapi normal gejala estrus tetap saja bisa tidak terlihat secara jelas, ada beberapa jenis estrus pada diantaranya; birahi tenang (silent estrus) dan birahi palsu, hiper estrus (birahi berlebihan). Ketiga jenis tersebut adalah jenis birahi yang tidak normal pada sapi, artinya sapi tersebut sebenarnya dalam keadaan sehat dan normal, hanya saja birahi atau gejala estrusnya tidak wajar (abnormal). Beberapa hal yang menyebabkan abnormalitas ini:
  • Pakan yang kurang, kurangnya nutrisi sudah pasti sangat mempengaruhi birahi pada sapi.
  • Kelebihan pemberian konsentrat, kelebihan konsentrat bisa menyebabkan sapi mengalami hiper estrus (birahi berlebihan).

Beberapa hal yang penting dilakukan agar gejala estrus dapat terlihat secara normal:
  1. Beri pakan yang seimbang antara 10 % dari berat badan hijauan makanan ternak + 1 % konsentrat / hari.
  2. Hindari membeli sapi dara yang terlalu gemu, bahkan kalau perlu hindari membeli sapi bakal indukan yang berpostur gemuk, calon iduk sapi yang baik adalah sapi yang berpostur tidak gemuk dan tidak pula kurus.
  3. Jangan mengurung calon induk dikandang selamanya, sapi betina bukanlah sapi untuk penggemukan, jadi indukan sebaiknya diberi waktu untuk berada di padang pengembalaan.

Setelah gejala estrus pertama terlihat maka masa yang baik untuk melakukan inseminasi buatan adalah pada saat umur sapi betina tersebut mencapai 18 bulan, biasanya saat ini calon induk telah melewari 3 periode birahi.
sapi inseminasi buatan

Memperbaiki birahi sapi bisa juga dengan terapi hormon. Petugas kesehatan ternak atau dokter hewan akan menyuntikkan hormon Prostaglandin (F2α) dalam dosis tertentu. Perlu diketahui bahwa pada dasarnya hormon F2α diproduksi untuk penyerentak birahi pada peternaka besar, namun dalam kondisi tertentu dapat digunakan untuk normalisasi estrus pada induk/ sapi dara. 



Waktu Inseminasi Buatan yang Baik Pada Sapi


Tingkat keberhasilan inseminasi ditentukan oleh beberapa hal diantaranya; kesehatan induk sapi, Masa birahi (estrus), pakan dan teknik inseminasi. Kesehatan induk terutama menyangkut kesehatan reproduksi yang ditandai dengan normalnya masa ovulasi (produksi dan pelepasan sel telur), frekuensi ovulasi yang normal adalah 20 – 25 hari sekali. Induk hanya baik diinseminasi pada saat estrus (birahi) saja, pakan yang baik akan mendukung normalnya ovulasi. Teknik inseminasi dapat anda baca selengkapnya di sini.
waktu inseminasi ang baik

Waktu inseminasi sapi yang paling baik adalah mengikuti pola berikut ini;

  • Jika gejala estrus terlihat di sore hari maka sebaiknya inseminasi dilakukan di pagi hari
  • Bila gejala estrus trlihat di pagi hari maka sebaiknya laksanakan IB pada sore hari.

Tanda-tanda atau gejala birahi induk sapi adalah sebagai berikut:

  • sapi gelisah
  • nafsu makan berkurang
  • sering melenguh
  • vulva membengkak dan merah, bila diraba akan terasa hangat
  • sapi yang estrus akan menaiki temannya, bila didekatkan ke pejantan maka jantan tersebut akan mendekati betina juga sebaliknya.

Bila muncul tanda tersebut diatas maka waktu yang baik untuk inseminasi adalah 6 – 12 jam setelah tanda-tanda pertama kali terlihat. Bagaimana jika gejala estrus terjadi di tengah malam? Itu tetap bisa diketahui dengan memperhatikan jejak dan sisa makanan dalam kandang, jika makanan tersisa lebih banyak dari biasanya maka kemungkinan besar sapi betina tersebut mulai estrus di malam hari.

Cara mendapatkan anak sapi jantan atau betina dengan IB

Jika anda menginginkan pedet jantan dari hasil inseminasi maka sebaiknya inseminasi dilakukan lebih dari 12 jam setelah gejala birahi terlihat. Dan bila menginginkan anak sapi betina maka inseminasi dilakukan di awal terlihatnya gejala birahi. Hal ini belum tentu 100% berhasil, tapi kemungkinan besar akan berhasil. logika yang digunakan adalah perbedaan pergerakan sel sperma jantan dan betina, sel betina akan bergerak lebih lambat dan mameliki daya tahan hidup yang lebih lama dan sebaliknya untuk sel jantan.





Teknik Inseminasi Buatan Pada Sapi


Perkembangan teknologi di bidang peternakan yang nyata manfaatnya bagi masyarakat peternak Indonesia adalah Inseminasi Buatan pada sapi. Dengan inseminasi (IB) peternak sudah bisa menentukan jenis sapi yang akan mereka kembangkan, seperti simmental, limousine, Charolise, FH, Ongole, Brahman atau Peranakan ongole. Manfaat inseminasi buatan (artificial insemination) ini diantaranya:
  • Efisiensi waktu, dimana untuk mengawinkan sapi peternak tidak perlu lagi mencari sapi pejantan (bull), mereka cukup menghubungi inseminator di daerah mereka dan menentukan jenis bibit (semen) yang mereka inginkan.
  • Efisiensi biaya, dengan adanya inseminasi buatan peternak tidak perlu lagi memelihara pejantan sapi, sehingga biaya pemeliharaan hanya dikeluarkan untuk indukan saja.
  • Memperbaiki kualitas sapi, dengan adanya inseminasi buatan sapi lokal sekalipun dapat menghasilkan anak sapi unggul seperti Simmental, limousine dan charolise.
Pada dasarnya teknik inseminasi hanyalah satu, yakni menghantarkan semen ke dalam rahim induk sapi betina. Semen yang mengandung sel sperma jantan harus dihantarkan melewati cervix induk sapi betina. Alat yang digunakan untuk menghantarkan semen ini disebut dengan gun. Berikut ini peralaran inseminsai buataan selengkapnya:

  1. Termos transport (bisa juga dengan termos air ukuran kecil), digunakan inseminator untuk membawa bibit ke lokasi ternak sapi yang akan dikawinkan.
  2. Gunting, sebaiknya gunting yang digunakan adalah gunting steril, gunting digunakan untuk memotong ujung straw semen beku.
  3. Gun, ini merupakan alat utama untuk menghantarkan semen beku ke dalam uterus sapi betina.
  4. Glow, sarung tangan dari plastik untuk melindungi tangan dari kotoran sapi, selain itu untuk menghindari penyakit menular baik yang zoonosis sekalipun.
  5. Pastisit, plastik perupa pipet untuk membungkus gun yang telah diisi dengan straw semen beku.
  6. Pinset,  mengambil straw dari dalam termos
  7. Air, sebainya air hangat dipakai  mencairkan semen beku.
Ada anggapan bahwa dengan inseminasi bisa diatur anak sapi kembar, nah samapai saat ini belum ada satupun teknik inseminasi yang bisa memastikan kelahiran kembar pada sapai. Kelahiran sapi kembar itu karena faktor keturunan dan keberuntungan saja. Jadi sebagai peternak jangan pernah menuntut inseminator untuk bisa menghasilkan anak sapi kembar. Secara prisipil inseminasi sama saja dengan kawin alami, sebab pertemuan sel telur betina dan sperma jantan tetap saja terjadi di dalam tubuh sapi betina.