Pertimbangan bahan untuk kandang ternak kenari


Ternak kenari tergolong kedalam ternak hias, harga seekor burung kenari tidak bisa dipatok berdasarkan harga kiloan, memang begitulah sifat ternak hias, mereka memiliki acuan harga cukup aneh, sangat bergantung pada minat dan selera. Kalau anda bertanya berapa saya akan menghargai seekor burung kenari maka saya akan menjawab samakan saja harganya denga harga seekor ayam broiler, wajar saja karena saya tidak hobi memeliharanya, namun bila anda bertanya berapa harga seekor perkutut, maka saya akan menjawab minimal Rp 45.000 itu karena saya cukup memahami perkutut. Jadi harga untuk ternak hias memang sangat relatif.

Kenari adalah sejenis burung yang asalnya dari hutan tropis, makanannya adalah biji-bijian, untuk merancang sebuah kandang yang baik perhatikan tentang jenis bahan, ukuran, dan bentuk. Memilih bahan harus jeli, terutama bila kita ingin membuat kandang logam. Ada beberapa jenis logam kurang baik digunakan sebagai sangkar, diantara logam-logam kurang baik dijadikan sebagai kandang adalah:

Kuningan atau tembaga + seng
Kuningan dan seng dapat menyebabkan keracunan pada hewan peliharaan. Bila ada kuningan pada kandang burung berukuran kecil mungkin tidak akan ada masalah karena mereka tidak akan mampu mematuk logan sampai terkelupas. Kunigan ini akan berbahaya untuk burung besar berparuh kuat seperti pelatuk, elang, love bird dll.

Timah
Timah memang sudah dikenal sebagai salah satu logam yang dapat mengganggu kesehatan hewan, selain itu timah memiliki sifat lunak sehingga mudah dipatuk dan ditelan burung, untuk itu hindari kandang terbuat dari bahan timah.

Tembaga (cuprum) / Cu
Tembaga dengan lambang unsurnya Cu dapat meracuni hewan ternak terutama bila tembaga tersebut sering dalam keadaan basah atau lembab, anda mungkin pernah menggunakan cincin tembaga dimana cincin tersebut dapat berubah kehijauan, menyebabkan alergi pada tangan. Kondisi demikian berbahaya bagi kesehatan burung kenari.

Seng (zink) Zn
Hindarilah pemakaian seng pada sangkar terutama di bagian yang dapat dijangkau dengan patukan, sebab seng ini cukup berbahaya, ada baiknya perhatikan bahan pembuat paku, pengait serta tempat pakan/ minuman burung dalam kandang, usahakan peralatan tersebut bukan seng.

Contoh kandang burung

sangkar kayu bundar bulat

sangkar kayu persegi

sangkar persegi
Lihat dengan ukuran pixel besar pada sumber gambar: http://www.publicdomainpictures.net/hledej.php?hleda=cage&x=0&y=0

Beberapa logam dinyatak anaman untuk burung adalah besi, baja dan stailesteel. Mungkin inilah sebabnya sejak dulu kebanyakan kandang dibuat dari bambu, kayu atau rotan. Sebab kayu, rotan dan bambu sifatnya sangat aman untuk ternak hias. Selain itu kita bisa mendapatkannya dengan mudah, harga kandang atau sangkar burung berbahan kayu juga lebih murah daripada berbahan logam. Perawatan untuk sangkar kayu juga cenderung lebih mudah


Kandang Sapi Potong Yang Ideal


Kandang sapi potong sebaiknya dibedakan dengan perah, bila kita memelihara sapi pedaging khususnya penggemukan maka yang akan kita pelihara keseluruhannya adalah jantan. Sifat jantan agak liar, bila digabungkan dengan sesama jantan bisa dipastikan akan berkelahi. untuk itu kandang sebaiknya diberi sekat antara satu dengan lainnya. Berbeda dengan sapi perah, dimana keseluruhan yang kita pelihara adalah betina, cenderung jinak dan lebih mudah diatur dibandingkan dengan jantan.

Di bawah ini ada sebuah gambar kandang sapi potong ideal dan mudah dibangun.
gambar sketsa kandang sapi potong
Untuk seekor  jantan dibutuhkan lebar kandang minimal sekitar 1,5 x 2m, pada gabar diatas kami menyarankan 2 x 2 m hal ini agar lebih ideal dan lapang. Jadi untuk 4 ekor bakalan kita membuthkan  16 m bujursangkar lahan kosong. Tinggi dari tanah ke tempat pakan kurang lebih 90 cm, ada juga orang yang sering membuat 60 cm sebenarnya acuan bakunya tidaklah ada, tergantung pada jenis dan umur yang akan kita pelihara. Tinggi kandang sapi potong dari lantai ke plafon idealnya minimal 2 meter agar si peternak tidak perlu membungkuk ketika masuk.

Kemiringan lantai perlu diparhatikan, untuk memudahkan membersihkan kotoran ternak, sebaiknya lantai ditinggikan di bagian kepala setinggi 15 cm, sehingga dengan menyemprot sedikit saja lantai bisa bersih. Ingat juga bahwa lantai kandang bila hendak disemen harus menggunakan semen kasar, tidak boleh semen halus sebab pada semen halus sapi akan mudah tergelincir dan sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan patah tulang pada sapi tersebut.

Disekitar kandang dibuat saluran air pembuangan limbah, lebar dari parit saluran air tersebut sekurang-kurangnya 30 cm dan dibuat dari semen. Jangan biasakan membuang sisa pakan ternak ke selokan, untuk menghindari genangan air akibat selokan tumpat. Genangan air hanya akan menjadi tempat nyamuk berkembang biak.

Bahan atap sebaiknya dari bahan asbes atau atap rumbia, atap seng kurang baik untuk ternak sapi potong karena di siang hari suhu didalam kandang bisa menjadi sangat panas. sirkulasi udara usahakan selancar mungkin jika perlu tidak ada tembok yang terlalu tinggi. Dibangun menghadap utara atau selatan, sapi potong tidak perlu terkena cahaya matahari sepanjang hari.

Untuk kepraktisan budidaya, kelengkapan kandang seperti tempat air minum dan pakan dapat dibuat permanen. Wadah minum permanen harus memiliki saluran pembuangan, sedangkan tempat pakan permanen sebaiknya dari bahan semen dengan bentuk bak cekung, agar sisa pakan mudah dibersihkan. Wadah konsentrat sebaiknya portabel saja, untuk simpelnya gunaka waskom.

Artikel terkait:
Kandang Sederhana Budidaya Ternak Burung Puyuh
Konsep Dasar Kandang Dalam Budidaya Burung Puyuh
Ternak Bebek Entok Manajemn Kandang dan Pakan
Ciri-Ciri Sapi Yang Sehat Dan Baik
Pakan Penggemukan Sapi Potong


Kandang Ternak


Kandang ternak adalah tempat yang digunakan untuk memelihara hewan ternak, tempat itu dapat berupa wadah, bangunan atau area tergantung pada jenis hewan yang akan diternakkan.

Tergantung pada jenis hewan maksunya tentang ukuran dan habitat hidup dari hewan ternak tersebut, misalnya untuk tempat pemeliharaan sapi yang layak adalah bangunan kandang begitu juga dengan ayam dan kelinci, contoh lainnya kandang ternak kenari dibuat hanya berupa wadah yang disebut dengn sangkar, karena kenari merupakan hewan yang tergolong dalam ternak hias. Budidaya hewan kecil seperti;  ulat, perkutut, jankrik biasa disebut sarang dan hanya berupa wadah kecil saja. Untuk kandang berupa area contohnya ikan dan udang, ikan disini seperti lele, mujair, nila, kakap, gurame dan lain-lain maka kandang yang dibutuhkan utnuk hewan ini adalah berupa area kolam.

Wadah pemeliharaan ternak sapi biasanya beratap dan layak disebut bangunan kandang sapi, ukuran disesuaikan dengan jumlah sapi yang akan dipelihara, Normanya 1 ekor sapi minimal membutuhkan ukuran kandang 1,5 meter x 2m, nah jadi bila kita memelihara sapi tersebut berjumlah sepuluh kita akan membutuhkan area 30 meter persegi (minimal).

Kelinci dan hamster dan kacer memang ternak berbadan kecil, namun kandang yang biasa dibuat untuk kelinci adalah berupa sangkar bila dalam jumlah kecil dan berupa bangunan untuk populasi besar. Kambing serta domba selayaknya dibudidayakan dalam bangunan kandang.

hal-hal yang perlu diperhatikan saat membangun kandang ternak besar (sapi, domba, kerbau, kambing dan kuda), diantaranya:
  1. Struktur tanah, hal ini penting untuk mengurangi gangguan kesehatan pada ternak, tanah yang cenderung berawa atau berair dapat menjadi masalah serius dalam kesehatan ternak.
  2. Arah angin, sebelum membangun kandang perhatikanlah arah angina yang biasa bertiup di daerah anda. Guna menghindari rembesan air hujan masuk ke dalam kandang.
  3. Suhu rata-rata wilayah, di dataran tinggi suhu sudah pasati dingin, maka kandang di dataran tinggi sebaiknya lebih tertutup, begitu juga dengan kandang di dataran rendah sebaiknya agak terbuka untuk menjaga kestabilan sirkulasi udara.
  4. Bahan bangunan yang akan digunakan, hindarilah bahan bangunan yang bersipat sintetis khusus di bagian bawah kandang terutama dinding dan tempat pakan ternak, bila itu satu-satunya pilihan maka sterilisasi seluruh bahan bangunan tersebut.
  5. Jenis hewan ternak, setiap hewan ternak berbeda perilaku, seperti sapi lebih suka lantai kering bila dibandingkan dengan kerbau, kerbau sangat suka berkubang. Hala-hal seperti ini harus anda perhatikan agar efisien dalam menjaga kesehatan ternak.
  6. Ketersediaan air bersih untuk minuman ternak dan jarak dengan pakan seperti rumput (HMT), sebaiknya di dekat kandang ada cukup sumber air bersih, seperti sumur, air PDAM, atau mata air. Agar proses perawatan ternak lebih efisien.
  7. Harga bahan bangunan, dipertimbangkan untuk perhitungan laba rugi, sebagai peternak tentu yang anda butuhkan adalah perolehan keuntungan.
contoh kandang ternak sapi sederhana

Untuk pemeliharaan ternak kecil dan ternak hias juga banyak hal yang harus diperhitungkan, kunci dari perhitungan tersebut adalah keefisienan dan kenyamanan. Keefisienan disini maksudnya terkait hitung-hitung ekonomis dan kemudahan perawatan. Kenyamanan, terkait dengna kesehatan ternak dan lingkungan. Lingkunagn, kandang ternak yang tidak mengganggu orang lain menyangkut polusi dan limbah peternakan. Sebab masalah polusi dan limbah biasanya sudah diatur berdasarkan perda daerah masing-masing.

artikel terkait:
Kandang Sapi Potong Yang Ideal
Kandang Sederhana Budidaya Ternak Burung Puyuh
Model Kandang Bebek Di BBPP Batu
Pertimbangan bahan untuk kandang ternak kenari
Ternak Ayam Broiler Pedaging
Ternak Bebek Entok Manajemn Kandang dan Pakan
Ternak Bebek Kering


HMT - Hijauan Pakan Ternak


Yang dimaksud dengan HMT atau hijauan makanan ternak adalah hijauan atau rumpu-rumputan yang memiliki angka kecukupan gizi yang tepat untuk ternak ruminansia, tidak semua rumput dapat dikategorikan hijauan makanan ternak. Untuk itu peternak perlu menanam sendiri rumput-rumput unggul yang dikategorikan sebagai HMT. Beberapa jenis HMT ada berasal dari Indonesia dan banyak juga didatangkan dari luar negeri dan dikembangakan di Indonesia.

Pakan adalah sumber gizi bagi ternak dan pakan ini merupakan kebutuhan primer satu-satunya pada ternak berbeda dengan manusia yang memiliki tiga kebutuhan primer, Pakan berguna untuk pertumbuhan serta produksi. Pakan dikategorikan HMT adalah rumput atau hijauna yang memiliki nilai kandungan gizi yang cukup sesuai kebutuhan ternak khususnya ruminansia. Secara garis besar pakan ternak ruminansia bisa dibedakan menjadi dua yankni pakan serat dan pakan penguat, pakan serat ini diataranya dalah rumput (HMT) dan penguat adalah konsetrat. HMT sebaiknya dipotong pada usia yang tepat, sebab jika terlalu tua maka kualitasnya akan semakin buruk.
contoh rumput unggul

Beberapa rumput unggul yang dapat diguanakan untuk hijauan makanan ternak ruminansia :

  • Rumput Benggala atau bahasa latinnya Panicum maximum, ciri-cri rumput ini diantaranya; Tingginya dapat mencapi 2 meter, berbulu dan disukai oleh ternak.
  • Rumput Gajah atau bahasa latinnya Pennisetum purpureum, dengan ciri-ciri yang hampir sama seperti rumput benggala hanya saja daun rumput gajah lebih lebar serta bulu yang lebih sedikit
  • Setaria rumput ini lebih pendek dari kedua rumput diatas, kelebihan dari rumput ini mudah dikembang biakkan didaerah kering sekalipun dan sangat disukai oleh ternak.
  • Rumput raja atau sering juga disebut dengan King Grass, rumput ini mirip dengan rumput gajah hanya saja rumput raja ini memiliki bulu yang lebih sedikit daripada rumput gajah dan tidak berbunga.

Waktu tanam HMT dengan waktu masuk bakalan ternak harus disesuaikan, sebaiknya rumput ditanam sebelum bakalan dibeli (sapi, kerbau atau kambing). Bibit rumput (gajah, benggala, raja dan setaria) mudah didapat, banyak masyarakat menanam untuk pakan ternak mereka. Sebaiknya peternak memanfaatkan semua lahan kosong untuk dijadikan sebagai tempat menanamHMT, diantaranya seperti; halaman atau pekarangan rumah, pematang sawah, pagar ladang atau pinggir jalan menuju ladang.

Saat ini tidak sedikit masyarakat yang malah menjadikan hijauan makanan ternak ini sebagai usaha sampingan, mereka secara khusus menanam rumput unggul dan menjualnya kepada para peternak ruminansia. Memang bisnis hijauan makanan ternak dapat dikatakan salah satu bisnis menjanjikan sebab merawat rumput unggul tidak dibutuhkan perlakuan khusus. Umumnya semua rumput unggul memiliki sifat seperti rumput kebanyakan mudah tumbuh dimana saja bahkan tanpa adanya pemupukan sekalipun. Harga hijauan makanan ternak tidak bisa dibilang murah karena per 25 Kg dijual dengan harga Rp.10.000,- ini berarti untuk satu ekor sapi dewasa dibutuhkan biaya pakan minimal Rp. 10.000/ hari.