Monday, February 25, 2013

Macam-Macam Pakan Fermentasi Sapi

Macam-macam pakan fermentasi sapi artinya ada banyak jenis limbah pertanian atau hijauan makanan ternak yang difermentasikan untuk ternak sapi. Sebelumnya perlu diketahui tujuan utama fermentasi makanan sapi adalah untuk efisiensi dalam penyediaan pakan. Fermentasi ini berkembang karena adanya keterbatasan peternak dalam mendapatkan hijauan makanan ternak, jika di daerah anda masih terdapat hijauan makanan ternak segar sebaiknya gunakan saja rumput segar tersebut untuk pakan sapi tanpa perlu melalui proses fermentasi. Proses fermentasi makan ternak ini dilakukan karena pakan hasil fermentasi dapat disimpan dalam waktu yang lama dan cenderung mudah dikonsumsi oleh sapi, kerbau, kambing, domba dan kuda.

Macam-macam limbah pertanian yang dapat dijadikan pakan fermentasi sapi adalah:
  1. Tangakai Jagung kering, disini tidak terbatas hanaya pada tangkai jagung saja, tapi dau jagung serta kulit jagung yang sudah kering dapat dijadikan makanan sapi (ternak ruminansia) setelah melalui proses fermentasi
  2. Tongkol Jagung, biasanya petani jagung adalah seorang peternak sapi juga, sering sekali petani jagung ini tidak memanfaatkan tongkol jagung ini secara optimal, umumnya tongkol jagung ini dibuang dengan dibakar. Tongkol jagung ternyata memiliki serat dan kandungan protein yang dapat dijadikan makanan ternak sapi, setelah dilakukan fermentasi. Fermentasi tongkol jagung terbaik adalah fermentasi tongkol jagung yang sudah di pecahkan (bukan ditepungkan).
  3. Tangkai padi (jerami), dikala musi panen padi ketersediaan jerami sangat melimpah, jerami juga jarang dimanfaatkan oleh petani untuk pakan ternak mereka, jerami ini biasanya haya dibuang dan dibakar. Jerami adalah salah satu limbah pertanian yang paling mudah difermentasi, cara memfermentasikan jerami juga sangat mudah.
  4. Ampas kulit kopi, kulit kopi memang lunak dan disukai oleh ternak jadi tanpa proses fermentasi sekalipun ampas kulit kopi ini dapat diberikan secara langsung kepada ternak.
  5. Kulit kakao (cokelat), kulit cokelat ini juga salah satu limbah pertanian yang disukai ternak, tapi kulit kakao tidak baik bila diberikan begitu saja kepada ternak sapi, ada zat kitin yang sulit dicerna oleh lambung sapi pada kulit kakao. Untuk itu sebaiknya kulit kakao difermentasikan terlebih dahulu sebelum diberikan pada ternak sapi.
  6. Rumput kering atau rumput yang sudah tua, biasanya baik rumput gajah dan rumput lapangan yang sudah tua kurang disukai oleh ternak sapi, jadi sering sekali rumput yang sudah tua ini dibuang oleh peternak sapi, alangkah baiknya jika rumput yang sudah tua ini difermentasikan dan disimpan, jadi saat musim paceklik para peternak tidak kesulitan dalam memperoleh pakan ternak mereka. Rumput yang berlebih sebaiknya jangan dibiarkan menjadi tua, ketika ada kelebihan rumput maka jadikanlah rumput tersebut menjadi hay, hay ini sama kualitasnya dengan rumput segar.

Diatas sudah kita bicarakan tentang beberapa limbah pertanian yang dapat dijadikan pakan fermentasi ternak sapid an ruminansia lainnya. Untuk cara fermentasi makanan ternak silahkan lihat disini. Diatas juga ada sedikit kita singgung mengenai hay, yang dimaksud dengan hay adalah rumput yang dikeringkan hingga tanpa kadar air, hay ini sangat baik untuk pakan ternak dan sangat mudah disimpan dalam waktu yang lama sekalipun. Mungkin anda pernah menonton film-film Australia, disana sering sekali terlihat rumput yang di buat menjadi ball nah sebenarnya yang diballkan itu adalah hay. Lain kali akan kita bahas cara pembuatan hay dan menfaat serta kelebihannya.


Related Post



Tulisan di blog ini dapat anda sebar luaskan melalui media apapun, dengan syarat mencantumkan alamat halaman artikel di blog peternakan ini sebagai sumber.