Macam-Macam Pakan Fermentasi Sapi



Macam-macam pakan fermentasi sapi artinya ada banyak jenis limbah pertanian atau hijauan makanan ternak yang dapat difermentasikan untuk ternak sapi. Sebelumnya perlu diketahui tujuan utama fermentasi makanan sapi adalah untuk efisiensi dalam penyediaan pakan. Berkembang karena adanya keterbatasan dalam mendapatkan hijauan makanan ternak, jika di daerah anda masih terdapat hijauan makanan ternak segar sebaiknya gunakan itu saja. Proses fermentasi makan ternak ini dilakukan karena pakan hasil fermentasi dapat disimpan dalam waktu yang lama dan cenderung mudah dikonsumsi oleh sapi, kerbau, kambing, domba dan kuda.
gambar sapi potong



Macam-macam limbah pertanian yang dapat dijadikan pakan fermentasi sapi adalah:
  1. Tangakai Jagung kering, disini tidak terbatas hanaya pada tangkai jagung, tapi daun serta kulit yang sudah kering sekalipun dapat dijadikan makanan sapi (ternak ruminansia) setelah melalui proses fermentasi
  2. Tongkol Jagung, biasanya petani jagung adalah seorang peternak sapi juga, sering petani  tidak memanfaatkan tongkol jagung secara optimal, umumnya tongkol dibuang dengan dibakar. Tongkol jagung ternyata memiliki serat dan kandungan protein yang dapat dijadikan makanan ternak sapi, setelah dilakukan fermentasi. 
  3. Tangkai padi (jerami), dikala musim panen padi ketersediaan jerami sangat melimpah, jerami juga jarang dimanfaatkan oleh petani untuk pakan ternak mereka, biasanya hanya dibuang dan dibakar. Jerami adalah salah satu limbah pertanian yang paling mudah difermentasi.
  4. Ampas kulit kopi, lunak dan disukai oleh ternak jadi tanpa proses fermentasi sekalipun dapat diberikan secara langsung kepada ternak.
  5. Kulit kakao (cokelat), kulit cokelat ini juga salah satu limbah pertanian yang disukai ternak, tapi kulit kakao tidak baik bila diberikan begitu saja kepada sapi, ada zat kitin yang sulit dicerna oleh lambung ruminasia pada kulit kakao. Untuk itu sebaiknya kulit kakao difermentasikan terlebih dahulu sebelum diberikan pada ternak sapi.
  6. Rumput kering atau rumput yang sudah tua, biasanya baik rumput gajah dan rumput lapangan yang sudah tua kurang disukai oleh ternak sapi, biasanya rumput yang tua dibuang oleh peternak sapi, alangkah baiknya jika difermentasikan dan disimpan, jadi saat musim paceklik para peternak tidak kesulitan dalam memperoleh pakan. Rumput yang berlebih sebaiknya jangan dibiarkan menjadi tua, jadikanlah hay, hay sama kualitasnya dengan rumput segar.

Diatas sudah kita bicarakan tentang beberapa limbah pertanian yang dapat dijadikan pakan fermentasi ternak sapi dan ruminansia lainnya. Untuk cara fermentasi makanan ternak silahkan lihat disini. Diatas juga ada sedikit kita singgung mengenai hay, yang dimaksud dengan hay adalah rumput yang dikeringkan hingga tanpa kadar air, hay ini sangat baik untuk pakan ternak dan sangat mudah disimpan dalam waktu yang lama sekalipun. Mungkin anda pernah menonton film-film Australia, disana sering terlihat rumput yang di buat menjadi bal nah sebenarnya yang dibalkan itu adalah hay. Lain kali akan kita bahas cara pembuatan hay dan menfaat serta kelebihannya.



Share this article :
Share on fb Tweet Share on G+

Tidak ada komentar: