Showing posts with label puyuh. Show all posts
Showing posts with label puyuh. Show all posts

Cara Beternak Burung Puyuh Petelur


Update: Poin dan langkah cara beternak puyuh petelur adalah sebagai berikut (beternak puyuh dari hari ke hari, bisa juga dibaca di sini):


Pedoman Tata Laksana Kesehatan Ternak Pada Budidaya Puyuh


Dalam melaksanakan budidaya burung puyuh perlu dilaksanakan aturan-aturan kesehatan hewan, antara lain menyangkut; riwayat penyakit, tindakan pencegahan penyakit, dan juga pelaksanaan pengamanan secara biosecurity terutama di areal kandang. Berkaitan dengan ketiga hal tersebut akan dijelaskan sebagai berikut.

Riwayat penyakit
DOD yang dibudidayakan bebas dari penyakit berbahaya, menular antar sesama unggas maupun dari unggas ke manusia, seperti; Flu Burung (AI), ngorok (ND), Cholera, Gumboro, salmonella dan lain sebagainya. Dalam hal ini pengusaha harus teliti sebelum memulai usaha budidaya ternak. Untuk itu selalu pilih bibit dari perusahaan yang terpercaya memiliki izin dalam jual beli bibit puyuh (baik DOD maupun grower).

Tindakan pencegahan penyakit
Lebih baik mencegah daripada mengobati, begitu juga dalam usaha unggas kecil ini. Pencegahan infeksi berbagai penyakit lebih menjamin profitabilitas usaha. Ketelatenan dalam memperhatikan tindakan-tindakan pengamanan ini dapat mengurangi resiko kerugian. Berikut ini beberapa tindakan pengamanan yang biasa dilakukan dalam tata laksana budidaya puyuh:
  • Membatasi mobilitas peralatan, alat angkut, hewan dan orang baik keluar maupu masuk ke area kandadang. Sebab banyak sekali jenis penyakit unggas tertular dari mobilitas yang tidak terkontrol.
  • Melaksanakan disinfeksi terhadap semua peralatan, orang maupun kendaraan yang keluar masuk area budidaya.
  • Sterilisasi kandang sebelum DOD masuk atau seudah berakhir satu periode. Gunakan disinfektan khusus untuk membersihkan kandang.
  • Mengontrol kebersihan area budidaya
  • Mengasingkan puyuh sakit memusnahkan yang mati demi keamanan mencegah penularan penyakit.
  • Melakukan vaksinasi terjadwal sesuai dengan pedoman ternak burung puyuh.
  • Menerapkan tata kelola limbah yang aman dan tepat guna.

Selain pencegahan penyakit setiap pengusaha ternak puyuh juga sebaiknya menerapkan pengamanan dengan sistem biosekuriti. Hal ini sangat penting dilakukan untuk menghindari tertular dan menularkan berbagai jenis penyakit. Perlu kita ketahui bahwa banyak penyakit puyuh dapat menular pada ayam dan bebek begitu juga sebaliknya, oleh karena itu perlu adanya biosekuriti dalam pemeliharaan ternak puyuh. Berikut ini pelaksanaan sistem biosekuriti pada peternakan:
  • Area budidaya harus dipagar hanya mengunakan 1 pintu keluar masuk, di pintu ini sediakan peralatan disinfeksi, dapat berupa alat semprot atau ember cuci tangan kaki bagi petugas yang keluar masuk kandang.
  • Membangun kandang jauh dari pemukiman, hal ini biasanya sudah diatur dengan perda masing-masing.
  • Membatasi mobilitas barang dan orang keluar masuk area peternakan.
  • Buat catatan teliti tentang data barang dan orang yang keluar masuk kandang secara historis.
  • Disinfeksi semua kendaraan saat keluar masuk area kandang.
  • Lakukan penggantian cairan disifektan secara rutin teratur, letakkan di depan pintu masuk kandang.
  • Melarang setiap orang sakit memasuki kandang puyuh.
  • Mencegah/ mengurangi masuknya tikus, serangga, unggas serta hewan lain masuk kandang.
  • Laranglah orang makan, merokok atau membuang sampah ketika berada di area kandang.
  • Jangan membuang limbah kandang ke aliran sungai, tapi buatlah penampungan limbah sendiri.
telur puyuh sehat

Dengan menerapkan pedoman tata laksana kesehatan ternak pada budidaya puyuh secara benar maka resiko kerugian akibat peyakit unggas akan berkurang. Kerugia pada usaha buidaya puyuh kerap kali terjadi karena penyakit, wabah timbul karena kurangnya menerapkan tata laksana kesehatan ternak. Demikian tulisan singkat kali ini, jika ada saran atau tambahan silahkan melalui form komentar blog ini semoga bermanfaat.


Pedoman Budidaya Puyuh Yang Baik – Standar Pakan SNI


standar pakan puyuh sni pedoman budidaya baik
Dalam pedoman budidaya puyuh yang baik yang dikeluarkan oleh Menteri Pertanian dengan Nomor 33/Permentan/OT.140/2/2014 terdapat standar kandungan pakan puyuh sesuia dengan SNI. Standar tersebut dikelompokkan berdasar umur puyuh (Starter, Grower dan Petelur). Berikut ini standar kandungan pakan puyuh yang sesuai dengan standar SNI:

Kandungan pakan puyuh Starter (umur 1 - 17 hari):
Kadar air (maks) 14,0 %
Protein Kasar (min) 20,0 %
Lemak kasar (maks) 7,0 %
Serat kasar (maksimum) 6,5 %
Abu 8,0 %
Calsium (Ca) 0,9-1,2 %
Phospor Total (P) 0,6-1,0 %
Phospor tersedia (P) 0,4 %
Energi Metabolis /ME) 2800
Aplatoksin maksimum (Pbb) 40

Asam Amino
- Lisin minimum 1,10 %
- Metionin minimum 0,40 %
- Metionin + sistin minimum 0,60 %

Standar kandungan pakan puyuh Grower (18 - 40 hari):
Kadar air (maks) 14,0 %
Protein Kasar (min) 20,0 %
Lemak kasar (maks) 7,0 %
Serat kasar (maksimum) 7,0 %
Abu 8,0 %
Calsium (Ca) 0,9-1,2 %
Phospor Total (P) 0,6-1,0 %
Phospor tersedia (P) 0,4 %
Energi Metabolis /ME) 2800

Asam Amino
- Lisin minimum 0,80 %
- Metionin minimum 0,35 %
- Metionin + sistin minimum 0,50 %

Standar kandungan pakan puyuh petelur (layer)
Kadar air (maks) 14,0 %
Protein Kasar (min) 20 – 22 %
Lemak kasar (maks) 7,0 %
Serat kasar (maksimum) 7,0 %
Abu 14,0 %
Calsium (Ca) 2,5-3,5 %
Phospor Total (P) 0,6-1,0 %
Phospor tersedia (P) 0,4 %
Energi Metabolis /ME) 2800
Aplatoksin maksimum (Pbb) 40

Asam Amino
- Lisin minimum 0,90 %
- Metionin minimum 0,40 %
- Metionin + sistin minimum 0,60 %

Bahasa diatas memang telihat begitu ilmiah dan sulit dipahami, namun sebagai peternak dari kalangan masyarakat awam kita tetap dapat melihat dan menyesuaikan kandungan pakan yang kita beli dengan melihat labelnya. Biasanya setiap kemasan pakan ternak akan mencantumkan label kandungan ransum (nutrisi) secara jelas di bagian luar kemasannya. Disari dari Permentan No 33/Permentan/OT.140/2/2014 tentang pedoman budidaya puyuh yang baik  semoga bermanfaat.


Hama Dan Penyakit Pada Ternak Burung Puyuh


Salah satu faktor penyebab kegagalan budidaya puyuh adalah kurangnya pengetahuan tentng pengendalian, pencegahan dan pengobatan penyakit. Sebelum memulai usaha peternakan seharusnya peternak menyiapkan diri akan resiko-resiko seperti ini, berikut ini beberapa penyakit pada ternak burung puyuh yang serig dijumpai.

Radang usus (Quail enteritis)
Penyebab: bakteri yang mampu membentuk spora serta menginfeksi usus, menyebabkan timbul radang pada usus.

Ciri-ciri: Bulu terlihat kusam, puyuh terlihat lesu, kotorannya berair serta mengandung asam urat, mata tertutup.

Puyuh yang menderita radang usus ini harus dipisahkan dari puyuh yang sehat. Penyakit ini bisa ditemukan di kandang yang tata laksana pemeliharaannya buruk terutama menyangkut kebersihan peralatan kandang dan lingkungan.

Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
Ciri-cirinya: Terdengar bunyi ngorok dari puyuh, terlihat kesulitan bernafas, bersin-bersin, gejala paling spesifik adanya kepala memutar-mutar dan terjadi kelumpuhan.

Pengendalian dan pencegahan: Lakukan vaksinasi secara tepat, bila da yang terinfeksi segera pisahkan dari puyuh yang sehat, biasakan melakukan sterilisasi setiap orang yang akan memasuki area kandang, jauhkan kandang puyuh dari ayam. Tidk ada obat untuk tetelo ini.

Berak putih (Pullorum)
Berak putih ini merupakan penyakit menular pada puyuh, penyebabnya berupa salmonella.

Ciri-cirinya: Kotoran puyuh berwarna putih, sayap terlihat lemah dan menggantung, adanya sesak nafas, bulu kusam dan hilangnya nafsu makan.

Pengendalian dan pencegahan; Jaga kebersihan lingkungan kandang, peralatan serta sterilisasi setiap orang yang akan masuk area kandang. Pisahkan puyuh sakit dari puyuh sehat tidak ada tindakan pengobatan yg dapat dilakukan.

Penyakit puyuh - Berak darah (Coccidiosis)
Ciri mudah terlihat yakni adanya darah pada tinja dan mencret, menggigil, sayap terkulai dan puyuh kehilangan nafsu makan.

Pengendalian dan pengobatan: penyakit ini dapat diobati dengan memberi Tetra Chloine, trisula zuco atau lebih jelasnya tanya pada petugas PPL setempat. Obat diberikan melalui mulut. Penyakit ini sering terjadi pada puyuh yang lingkungannya lembab, oleh karena itu biasakan mengontrol litter kandang semenjak puyuh masih starter.

Cacar Unggas (Fowl Pox)
Penyakit ini menyerang semua jenis unggas, pada puyuh juga sering ditemukan dengan gejala adanya totol-totol pada kulit seperti pial, bila dilepas akan berdarah. Dapat dikendalikan dengan pemberian vaksin dipteria dan memisahkan puyuh terinfeksi dengan puyuh sehat.

Aspergillosis
Sesuai dengan namanya penyakit ini disebabkan oleh jamur aspergillus, biasanya puyuh yang terinfeksi akan mengalami gangguan pernafasan terdapat lapisan putih seperti keju di sekitar mata, berkurangnya nafsu makan, dan puyuh terlihat mengantuk. Pengendaliannya dengan menjaga kebersihan lingkungan kandang sekitarnya.

Bronchitis Puyuh.
Penyakit bronchitis pada puyuh disebabkan oleh virus, sangat menular dan dapat menghentikan produksi. Gejala utama, puyuh batuk mata dan hidung berlendir, terlihat lesu, bulunya kusam, sulit bernafas dan tubuh gemetar. Penyakit ini dapat dikendalikan dengan memperbaiki nilai gizi pada ransum yang diberikan.

Itulah beberapa jenis-jenis penyakit pada puyuh, selain itu ada juga penyakit yang sering ditemukan pada puyuh yakni cacingan yang dapat dikendalikan dan diobati hingga tuntas. Semoga bermanfaat dan sukses selalu…


Konsep Dasar Kandang Dalam Budidaya Burung Puyuh


kandang puyuh petelur
Dasar yang perlu kita pahami dalam memulai budidaya peternakan burung puyuh adalah tentang perkandangan. Tata letak kandang idealnya adalah puyuh mendapatkan sinar matahari yang cukup di pagi hari dan terlindung mulai siang hingga sore hari. Ventilasi yang cukup untuk sirkulasi udara terutama bagi puyuh yang dipelihara dengan sistem litter (biasanya puyuh pedaging), sebab diatas litter banyak endapan kotoran puyuh yang menebarkan gas amoniak. Gas amoniak berlebihan akan menurunkan produktivitas puyuh.

Secara umum model kandang puyuh ada dua, yakni; kandang baterai dan litter. Kandang baterai biasa digunakan untuk budidaya puyuh petelur khususnya mulai masa layer (umur puyuh diatas 6 minggu), dan kandang litter cocok untuk budidaya ternak puyuh pedaging. Model kandang baterai maksudnya adalah kandang berupa sangkar dan tanpa alas (sekam, serbuk gergaji dan lain sebagainya), sedangkan kandang litter artinya kandang yang dialasi dengan litter (sekam, jerami, serbuk gergaji dll).

Suhu kandang ideal untuk puyuh berkisar 20 – 25 derajat Celsius dengan kelembapan 30 hingga 80 %, serta pencahayaan yang cukup sepanjang hari. Artinya dalam budidaya burung ini kita butuh tambahan biaya produksi berupa biaya listrik (penerangan). Pada suhu perkotaan yang hangat diatas 25 derajat Celcius tetap bisa dilakukan budidaya puyuh denga menambah peralatan kandang berupa water fan (kipas angina yang menebar butiran air), cara ini banyak terapkan di Kota Lubuk Pakam Sumatera Utara dimana suhu rata-rata kota tersebut diatas 25 derajat C.

Terkadang walaupun suhu rata-rata suatu daerah ada dikisaran 20 – 25 derajat Celcius belum tentu suhu kandang puyuhnya ada di kisaran itu, hal ini salah satu karena faktor kepadatan kandang yang kurang diperhatikan. Idealnya kandang seluas 1 m2 dapat dihuni 20 – 40 ekor puyuh dewasa lebih dari itu hampir tidak dapat ditolerir. Kepadatan kandang ini berbeda-beda antara jenis ternak puyuh (pembibitan, petelur, pedaging, anakan, layer dan grower).


Kandang untuk induk pembibitan:
Kandang ini sangat berbeda dengan kandang budidaya puyuh pedaging maupun petelur. Induk pembibitaan sangat membutuhkan kandang dengan pongkondisian habitat, oleh karena itu biasa saja jika kandang untuk puyuh induk pembibitan ini luasnya 1 ekor / m2 bahkan hingga 10 m2.

Kandang untuk anak puyuh (starter)
Biasanya digunakan model litter dengan kepadatan 90 hingga 100 ekor / m2. Pada kandang anak ini dibutuhkan pemanas sepanjang hari sesuai dengan kebutuhan. Ukuran yang biasa dibuat adalah lebar 1 m panjang 1 m dan tinggi 40 cm, serta tinggi tiang panggung sekitar 50 cm.

Kandang puyuh grower layer hingga afkir:
Apa itu masa grower pada puyuh? Grower adalah anak puyuh umur 3 hingga 6 minggu, pada masa ini dalam sistem budidaya digunakan kandang dengan kepadatan 60 ekor puyuh / m2, selanjutnya di masa layer (puyuh umur > 6 minggu) kepadatannya menjadi maksimal 40 ekor / m2 ini berlaku hingga puyuh sampai pada masa afkir. Kepadatan ini harus diperhatikan dan disesuaikan dengan faktor suhu, kelembapan dan sirkulasi udara.

Demikianlah konsep dasar perkandangan dalam budidaya ternak burung puyuh. Semoga bermanfaat dan sukses dalam usaha peternakan yang menjanjikan ini.. beri tanggapan kritik dan saran melalui form komentar ya…


Penyakit Tetelo Ngorok Atau ND Pada Ternak Puyuh


Tetelo merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus ND pada unggas (puyuh, ayam, bebek, kalkun dan burung lainnya). penyakit ini sangat berbahaya karena dapat menyababkan kematian dalam waktu singkat. Mortalitas akibat ND ini bisa mencapai 100%. Sebagai peternak puyuh mungkin kita pernah mendengar ada puyuh/ ayam yang mati mendadak seluruhnya dalam 1 kandang. Salah satu penyebabnya adalah viru ND ini.

Penyakit tetelo/ ND ini mudah menular dari satu puyuk ke lainnya, bahkan dapat menular antar unggas berbada jenis seperti dari ayam ke puyuh atau sebaliknya. Virus ini dapat menular melalui udara sejauh 5 KM, melalui alat transportasi, peralatan kandang, petugas kandang, bahkan melalui karung makanan sekalipun. Penularannya juga sangat cepat.

Keterlambatan, kegagalan atau tidak vaksinasi puyuh merupakan penyabab utama kegagalan budidaya burung puyuh. Oleh karena itu, sebagai peternak kita harus mematuhi jadwal dan prosedur vaksinasi ND yang telah ditetapkan oleh petugas kesehatan ternak. Umumnya vaksinasi ND secara tetes dilakukan pada minggu pertama – kedua umur DOQ (anak puyuh). Setelah itu juga dilakukan vaksinasi ulang melalui air minum. Program ini sangat penting dah harus diikuti setiap peternak unggas sebagai tindakan prefentif untuk menghindari kerugian.

Ciri utama penyakit tetelo / ND ini antara lain: sesak nafas, ada bercak darah pada kotoran, bergerak melingkar dan jatuh, ngorok pada puyuh, dan lain-lain. pada puyuh yang telah mati akan terlihat bercak-bercak pendarahan pada tembolok, da nada peradangan pada saluran pernafasan. Hal ini dapat dilihat secara jelas bila puyuh yang telah mati tersebut dibedah, jika kita ragu dan kurang faham coba bawa puyuh tersebut pada petugas kesehatan ternak setempat untuk dilakukan diagnose yang akurat.

Tetelo atau ND pada puyuh dan unggas lainnya dapat dicagah namun sulit untuk diobati. Pencegahan paling utama adalah vaksinasi yang tepat. Selain itu sanitasi lingkungan, kandang, peralatan dan petugas kandang juga harus dilaksanakan seteliti mungkin. Lakukan pengapuran kandang 2 minggu sebelum DOQ masuk, dan semprot kandang dengan formalin seminggu sebelum DOQ puyuh masuk dengan kadar 1 : 5000 liter, atau 0,1 : 5 liter. Sanitasi juga dilakukan terhadap peralatan kandang, setiap orang yang keluar atau masuk kandang harus dibersihkan dengan disinfektan terutama alas kaki dan tangan. Pastikan bahwa anak puyuh yang anda beli berasal dari perusahaan yang sudah bebas dari ND, untuk itu jangan sembarangan dalam membeli bibit puyuh.

Jika ada puyuh dengan gejala ND maka sebaiknya segera di potong, dagingnya dapat dikonsumsi dengan syarat harus dimasak hingga matang. Sisa-sisa pemotongan harus dikubur jauh dari kandang dan ditaburi dengan kapur. Puyuh yang sudah mati akibat tetelo harus dikubur, tidak boleh dijadikan sebagai pakan ikan. Itu semua hanyalah sebagai tindakan kewaspadaan dan upaya pengendalian hama penyakit unggas sebagai salah satu sumbangsih dan tanggung jawap pengusaha ternak puyuh terhadap kesehatan lingkungan.

Demikianlah tulisan singkat tentang penyakit ND/ tetelo pada burung puyuh ini, semoga bermanfaat. Sampaikan kritik saran melalui form komentar, terima kasih.


Penyakit kulit pada puyuh


Penyebab umum penyakit kulit pada burung puyuh adalah parasit eksternal. Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa parasit pada unggas (ayam, itik, puyuh, angsa, kalkun dan burung lainnya) ada dua jenis yakni internal dan eksternal. Parasit internal terdiri dari berbagai jenis cacing, dan parasit eksternal terdiri dari jenis; kutu, tungau, dan caplak. Kali ini kita akan membahas cara penanganan penyakit kulit pada puyuh akibat parasit eksternal ini.

Penyakit puyuh karena kutu
Kutu sering ditemukan dibawah bulu puyuh, seperti di bawah sayap, bulu dada, dan laiinya. Kutu ini akan menghisap darah puyuh. Kutu dalam jumlah kecil mungkin tidak terlalu membahayakan, tapi dalam jumlah besar pastinya secara langsung akan menurunkan produksi pada budidaya burung ini. telur-telur kutu umumnya dapat di lihat di sekitar pangkal bulu. Kutu puyuh dapat dibasmi dengan pemberian anti parasit eksternal berupa bedak powder. Obat ini dijual di seluruh toko obat hewan secara cukup bebas, mengenai cara pemberian bisa di baca di brosur atau tanyakan pada petugas kesehatan ternak di daerah anda.

Penyakit puyuh karena tungau
Pada dasarnya kutu dan tungau memiliki kesamaan dalam merugikan peternak puyuh, dimana kedua parasit ini sama-sama menghisap darah dan menurunkan produksi (telur dan daging). Tungau pada kaki puyuh akan menyababkan kudis dan dapat mulumpuhkan. Secara umum tungau akan menyebabkan anemia pada unggas. Tungau dapat dibasmi dengan bedak anti tungau dan parasit eksternal. Biasanya bedak kutu unggas juga dapat membasmi tungau dengan baik.

Penyakit puyuh karena caplak
Caplak bukan hanya menyerang sapi dan domba, tapi dapat juga menyerang semua jenis burung seperti puyuh dan ayam. Di lapangan kita bisa menemukan kasus puyuh yang terserang caplak. Umumnya caplak akan menyerang kulit dibawah ketiak (pangkal sayap) burung puyuh. Caplak ini akan mengakibatkan adanya bercak prndarahan disekitar lokasi yang diserang. Karena ukurannya lebih besar dari kutu peternak biasanya dapat mengambil dan membuangnya. Caplak sering ditemukan pada puyuh yang dipelihara pada kandang litter. Caplak juga dapat dibasmi sekaligus dengan kutu dan tungau menggunakan powder anti parasit eksternal.

Jika parasit telah menyabar ke semua puyuh dalam kandang maka penanganannya dapat dilakukan dengan pengasapan atau penyemprotan anti parasit eksternal. Dalam hal ini digunakan bahan kimia sejenis sodium florida. Untuk melakukan ini sebaiknya hubungi petugas kesehatan ternak di daerah anda. Itulah beberapa jenis parasit eksternal yang sering menyerang burung puyuh, semoga dengan penjelasan singkat ini kita dapat memahami cara terbaik penanganan penyakit pada puyuh.


Penyakit berak darah pada puyuh


Selain cacing, protozoa juga merupakan parasit berbahaya bagi pertumbuhan puyuh. Protozoa (hewan bersel satu) diyakini sebagai penyebab utama penyakit berak darah pada burung puyuh dan unggas lainnya. Biasanya unggas yang terinfeksi akan mengalami penurunan produksi telur dan berat badan secara sinifikan bahkan dapat meningkatkan kematian hingga 80% pada sebuah kandang. Penyakit berak darah ini dapat menular dengan mudah antar sesame puyuh dalam satu kandang.

Ciri utama puyuh yang terkena penyakit berak darah ini antara lain; jengger terlihat pucat, terlihat bercak darah pada feses, tidak ada nafsu makan dan terkadang ada yang muntah darah. Pada unggas yang telah mati akibat penyakit ini akan terlihat bercak darah di seluruh organ, bahkan terlihat di bagian paha dan dada.

Penyakit berak darah ini biasanya terjadi karena tingginya kelembapan litter, pentilasi yang kurang baik dan tingginya populasi. Dapat menular dengan mudah bahkan antar kandang yang berjarak dekat atau bibit penyakit ini juga bisa menular melalui peralatan dan alas kaki petugas kandang.

Oleh karena itu untuk pencegahan pastikan kondisi litter dalam kandang dalam keadaan kering, sesering mungkin lakukan membolak balikkan litter minimal dua kali seminggu. Jaga populasi puyuh dalam keadaan normal, usahakan sirkulasi udara berjalan baik. Selain itu gunakanlah peralatan minum puyuh yang baik, lakukan sanitasi terhadap setiap peralatan baru dan petugas yang akan masuk kandang.

Penyakit berak darah ini dapat diobati dengan pemberian larutan sulfanomida dan amprolium melalui air minum. Jika anda kurang memahami cara penggunaan obat ini sebaiknya hubungi petugas kesehatan ternak setempat. Obat ini dijual di toko obat hewan dengan berbagai merek dagang. Untuk mempercepat penyembuhan beri juga vitamin A dan K secara bersamaan. Pada dasarnya mencegah jauh kebih baik daripada mengobati, oleh karena itu protektif-lah dalam menjaga kebersihan kandang, jangan biarkan sembarangn orang masuk walaupun sekedar ingin melihat-lihat.

Penyakit ini sering juga disebut dengan koksidiosis, disebabkan oleh protozoa dan dapat menular dengan mudah. Berak darah dapat menyerang semua unggas; puyuh, ayam, itik/ bebek, angsa, kalkun dan lainnya. itulah sedikit penjelasan tentang kesehatan burung puyuh yang dapat saya bagikan kali ini, semoga bermanfaat.

baca juga: cara beternak puyuh dari hari ke hari


Penyakit cacingan pada puyuh


Biasanya pada ilmu kesehatan ternak penyakit akan diklasifikasikan berdasarkan penyebabnya. Adapun penyebab tersebut antara lain: karena parasite, karena virus, bakteri, dan penyakit bawaan atau turunan. Pada umumnya penyakit yang paling sering ditemukan pada puyuh adalah penyakit akibat parasite ini. Parasite itu sendiri dibagi menjadi dua berdasarkan tempat hidupnya, yakni internal dan ekternal.

Parasite internal pada puyuh merupakan jenis penyakit yang sangat merugikan peternak, karena dapat menurunkan produksi telur dan daging. Cacing merupakan salah satu parasit yang sangat meresahkan peternak. Pada dasarnya, penyakit puyuh cacingan ini memiliki banyak jenis pula, diantaranya:

Cacing mata: ciri utamanya, mata puyuh akan terlihat memerah (conjunctivitis) seolah terjadi iritasi. Bahkan dapat menyebabkan tertutupnya mata puyuh secara keseluruhan sehingga mangakibatkan kebutaan. Penyakit cacing mata ini dapat diatasi dengan pemberian obat cacing secara inject (IM). Jika anda kurang memahami teknik penyuntikan obat cacing ini sebaiknya minta bantuan petugas kesehatan ternak yang ada di daerah anda. Selain itu pemberian obat cacing secara oral via air minum juga dapat dilakukan.

Cacing trakea (tenggorokan unggas): trakhea dikenal sebagai tenggorokan pada unggas termasuk puyuh, ternyata di tenggorokan unggas ini juga sering ditemukan cacing-cacing kecil ± 2cm. Burung puyuh yang terinfeksi parasit ini akan gangguan pernafasan (nafas menjadi cepat), kepalanya sering bergetar (menggoyang-goyangkan kepala), dan sesak nafas. Cacing ini juga dapat dibasmi dengan pemberian obat cacing secara injeksi.

Cacing kerongkongan (Capillaria sp): merupakan parasit berbahaya yang hidip di saluran cerna puyuh, ayam, itik/ bebek, dll. Ukuran cacing ini cukup besar hingga 6 cm. umumnya puyuh yang terinfeksi parasit ini akan terlihat kurus dan lemah. dapat dibasmi dengan pemberian obat cacing secara oral (diminumkan).

Cacing pada lambung puyuh (Dyspharynx, Tetrameres, Cyrnea): cacing jenis ini paling sering ditemukan pada puyuh. Biasanya burung yang terkena penyakit cacingan ini akan mengalami diare, lemas, pembengkakan di daerah tembolok, dapat dirasakan dengan meraba daerah tersebut. Ukuran cacing ini sangat kecil tapi jumlahnya sangat banyak. Untuk mengobati penyakit ini dapat dilakukan dengan pemberian obat cacing secara oral melalui air minum.

Secara umum itulah cacing yang paling sering ditemukan pada ternak puyuh. Sebenarnya masih banyak jenis cacing lain yna dapat menurunkan produksi ternak (telur dan daging) namun perlu kita ketahui bersama bahwa penanganan cacing bukanlah hal yang sulit dalam beternak unggas. Bisa dikatakan bahwa semua jenis cacing pada puyuh, ayam dan itik dapat dibasmi sekaligus dengan pemberian obat cacing. Untuk itu semua peternak dianjurkan melakukan pemberian obat cacing secara rutin sesuai dengan petunjuk petugas kesehatan ternak.


Cara Beternak Burung Puyuh Dari Hari Kehari


Untuk memudahkan kita semua dalam membudidayakan ternak burung puyuh berikut akan kami buatkan time schedule untuk cara beternak burung puyuh dari hari kehari. Mari belajar bersama, jika ada kekeliruan dalam tulisan kami kali ini mohon dikoreksi, kami segera akan memperbaikinya sehingga tulisan ini nantinya bisa memberi manfaat bagi pembaca, terutama bagi peternak puyuh pemula.

Cara beternak puyuh dari hari ke hari.
Sebelumnya tulisan ini mengasumsikan bahwa kita semua telah memiliki kandang puyuh baik yang sederhana sekalipun, dan juga telah memiliki pakan burung puyuh baik untuk starter, grower, dan layer (puyuh berproduksi).

Hari pertama ternak puyuh; DOQ (day old quail/ anak burung puyu) datang, kita asumsikan akan memelihara 1000 ekor puyuh. Anak puyuh ini harus kita pisah dengan grower ataupun layer, sebab puyuh memiliki sifat kanibalistik yang cukup tinggi. Dipelihara di kandang anakan selama 3 minggu. Pada hari pertama datang segera beri air gula, cara pemberian cukup mencelupkan paruhya kedalam air gula aren, setelah itu letakkan dalam kandang anakan yang berpenghangat. Penghangat cukup dengan lampu pijar 25 watt. Untuk hari pertama ini pakan belum begitu penting untuk DOQ, jadi pakan cukup ditebar sedikit dalam kandang anakan. Setelah semua anak puyuh masuk kandang segera turunkan terpal penutup kandang (usahakan suhu stabil di kisaran 33 – 35 derajat celcius.

Hari kedua – 1 Minggu; Hari kedua di pagi hari periksa suhu kandang, puyuh pada umur ini sudah dapat beraktivitas dengan baik pada kisaran suhu 31 derajat. Cara mengetahui apakah puyuh kepanasan atau kedinginan cukup sederhana yakni dengan memperhatikan pola perilaku anak puyuh tersebut, jika banyak mengerumuni lampu pijar dalam kandang berarti suhu kandang terlalu dingin, dan sebaliknya jika semuanya menjauh dari bola lampu berarti DOQ kepanasan. Jika menyebar secara merata dalam kandang berarti suhu kandang sudah stabil dan cocok. Pada hari ini tingkatkan sedikit pemberian pakan, pakan pelet anak ayam juga bisa digunakan untuk anak puyuh dengan cara menggiling (menghaluskan) terlebih dahulu. Pada hari ke dua ini air minum anak ditambahi dengan vitamin dan antibiotik yang khusus untuk puyuh (tanyakan ke poultry shop).

Jika anak puyuh kepanasan naikkan terpal sedikit, dan jika kedinginan ganti bola lampu dengan wat yang lebih besar atau bisa juga dengan menurunkan bola lampu atau menyempitkan kandang puyuh anakan dengan sekat. Setiap hari pantau suhu kandang berdasarkan perilaku puyuh hingga umur satu minggu. Pakan tetap diberikan secra menaburkan di lantai kandang hingga anak puyuh berumur 4 atau 5 hari, air minum bervitamin tetap diberikan. Pada saat umur puyuh sudah mencapai 5 hari lakukan vaksinasi tetes.

Pada umur delapan hari terpal penutup kandang sudah bisa dibuka sepenuhnya, dan menutup separo di malam hari, bola lampu tetap dihidupkan sebagai pemanas. Saat ini puyuh sudah mampu memakan pelet seukuran pelet anak ayam. Air minum tetap diberi antibiotik atau vitamin. Pada umur 9 hari perlakuan sama dilakukan dengan puyuh umur 8 hari.

Hari ke sepuluh puyuh sudah bisa dipindahkan ke kandang grower, saat ini air minum tidak lagi ditambahi dengan vitamin atau antibiotik. Pakan yang digunakan seukuran pelet untuk anak ayam tanpa harus dihaluskan. Hal ini dilakukan hingga umur puyuh mencapi 14 hari. Adapun kadar pemberian pakan dapat anda lihat di sini.

Hari ke 15 ternak puyuh pindahkan puyuh ke kandang layer (puyuh dewasa/ berproduksi), hanya saja di malam hari tetap menggunakan penerangan sebagai pemanas tambahan. Kontrol sudah bisa dikurangi ketika puyuh berumur 15 hari dan seterusnya, pemberian pakan dapat anda atur sendiri, namun menurut pendapat saya semakin sering memberi pakan dalam jumlah sedikit demi sedikit lebih baik bila dibandingkan memberi pakan yang banyak sekaligus di tempat pakan, hal ini karena dengan memberi pakan yang sedikit demi sedikit pakan akan selalu segar sehingga pakan yang terbuang bisa dikurangi.
burung puyuh dalam sangkar

Kegiatan tternak puyuh di Hari ke 16 dan seterusnya perawatan sama saja dengan perawatan pada hari ke 15, lakukan pemberian pakan sesuai dengan kebutuhan harian puyuh. Sesekali tambahkan vitamin kedalam air minum puyu, ketika musim penghujan tambahkan sedikit antibiotik. Pada masa umur puyuh sudah mulai bertelur sangat disarankan mengurangi kebisingan, karena puyuh gampang stress, dan ketika stress tinggi puyuh bisa berhenti bertelur. Demikian tulisan garis besar pemeliharaan puyuh dari hari ke hari ini kami buat, jika ada informasi tambahan silahkan tambahkan melalui form komentar untuk kita diskusikan.


Ransum Pakan Puyuh Petelur


Ransum pakan puyuh petelur bisa disamakan dengan ransum ayam petelur perbedaan tentu saja ada pada jumblah pemberian per ekor. Namun jika kita ingin membuat ransum secara lebih spesifik perhatikan kebutuhan zat makanan seekor puyuh berikut ini:

Kebutuhan zat makanan starter dan grower

zat makanan  starter dan grower
Asam Linoleat (%) 1
Calsium (%) 0,65
Chlorine (%) 0,11
Choline (mg)
1500
Energi Metabolisme (kcal/kg)
2800
Glysine+Serine (%)
1,6
Iodium (%) 0,3
Lysine (%)
1,4
Magnesium (mg)
600
Mangan (mg) 90
Methionine+Cystine (%)
0,9
Niacin (mg) 31
Pantothenic acid (mg) 12,6
Phosphor (%)
0,65
Protein (%) 27
Riboflavin (mg) 3,8
Sodium (%)
0,085
Vitamin A (I.U) 3000
Vitamin D (I.C.U) 900
Zinc (mg) 50

Layer dab bibit puyuh

zat makanan  layer bibit
Asam Linoleat (%) 1 1
Calsium (%) 3,75 2,3
Chlorine (%) 0,15 0,15
Choline (mg)
2000 1000
Energi Metabolisme (kcal/kg)
2600 2800
Glysine+Serine (%)
0,9 0,9
Iodium (%) 0,3 0,3
Lysine (%)
1,1
0,7
Magnesium (mg)
500 400
Mangan (mg) 80 70
Methionine+Cystine (%)
0,8
0,6
Niacin (mg) 60 20
Pantothenic acid (mg) 15 15
Phosphor (%)
1 1
Protein (%) 20 24
Riboflavin (mg) 4 4
Sodium (%)
0 0,15
Vitamin A (I.U) 6000 3000
Vitamin D (I.C.U) 1750 900
Zinc (mg) 100 50

Bila kita lihat susunan kebutuhan nutrisi puyuh diatas bisa jadi kita akan kebingungan dalam menentukan bahan pakan apa yang harus kita susun agar semua zat makanan  dapat terpenuhi. Untuk memudahkannya berikut kombinasi bahan pakan yang sering digunakan oleh peternak puyuh di daerah saya; dedak halus,  jagung, tepung ikan, bungkil kedelai, minyak nabati dan bungkil kelapa.

Berikut ini cara pemberian pakan terhadap burung puyuh berdasarkan umur per ekor:
Umur (minggu) jumlah (gr)
DOQ - 1  2
1 sampai 2  4
2 sampai 4 8
4 samapai 5 13
5 sampai 6 15
lebih dari 6 17 - 20

remah pakan puyuh

Jika anda kesulitan dalam meransum pakan puyuh alangkah baiknya membeli saja pakan yang sudah jadi, saat ini sudah banyak pelet pabrikan, baik produksi CP maupun Japfa.  Pakan puyuh yang dijual di poultry shop ada juga berbentuk tepung, pelet dan remah-remah, semua bentuk pakan sebaiknya sesuikan dengan umur. Umumnya pelet digunakan untuk periode layer dan periode puyuh produksi, sedangkan untuk anak atau starter biasanya digunakan yang berbentuk tepung ataupun remah.


Kandang Sederhana Budidaya Ternak Burung Puyuh


Kandang sederhana burung puyuh dapat dibuat dari anyaman bamboo, namun jika kita ingin kandang yang lebih baik buatlah dari anyaman kawat atau sering disebut dengan kawat ram. Budidaya burung puyuh bukanlah bisnis yang spele, coba anda bayangkan 1 ekor puyuh mampu menghasilkan telur sebanyak 300 butir/ tahun, dan dalam kandang box 90 cm x 60 cm x 30 cm (panjang x lebar x tinggi) dapat menampung burung puyuh sebanyak 30 ekor. Berarti dengan kandang sekecil itu kita bisa menghasilkan telur puyuh sebanyak 9000 butir per tahun. Harga telur puyuh saat ini di kota payakumbuh Rp. 200/ butir, berarti memelihar puyuh di kandang sekecil yang kita gambarkan dapat menghasilkan 1.800.000/ tahun, bayangkan jika anda memelihara puyuh dalam jumlah ratusan atau bahkan ribuan ekor.

Kandang sederhana untuk budidaya ternak burung puyuh dapat anda lihat di gamabar berikut ini.

Dari gambar diatas dapat kita lihat sebuah unit kandang / sangkar puyuh secara sederhana, kandang tersebut adalh kandang baterai dan terdiri dari 5 tingkat. Lebar dari kandang 60 cm dan panjangnya 90 cm. Tinggi setiap box sangkar baterai 30 cm. Adapun bahan kandang burung puyuh yang paling sering digunakan peternak puyuh yakni, untuk lantai baterai terbuat dari bambu atau lak kayu, dinding sangkar depan, samping kiri dan kanan dari anyaman kawat (kawat ram), dinding bagian belakang dari bahan kayu (triplek) ada juga yang langsung menggunakan tembok beton. Tempat pakan dan air minum dari paralon yang dibelah.
Kandang sederhana budidaya ternak burung puyuh

Dinding kandang puyuh dibuat dari kawat ram gunanya untuk menjaga sirkulasi udara sehingga kadar oksigen di dalam kandang tetap terjaga, selain itu harga kawat juga cukup murah. Tempat pakan biasanya dari paralon ukuran besar yang dibelah atau bisa juga digunakan bambu yang dibelah. Sebaiknya sangkar burung puyuh menggunakan tempat penampung kotoran yang bisa dicabut pasang untuk efisiensi kegiatan membersihkan kotoran, bahan yang dapat digunakan untuk tempat kotoran puyuh ini adalah triplek.

Gambar diatas menunjukkan sebuah kandang baterai untuk ternak puyuh, kita menggunakan kandang baterai karena memudahkan dalam panen telur dan pembersihan kandang (sanitasi). Selain itu kandang baterai memang lebih cocok untuk ternak puyuh petelur karena jika kita menggunakan kandang litter telur akan sering tertimbun oleh tumpukan litter dan akhirnya banyak telur yang terinjak oleh peternak ataupun puyuh itu sendiri. Kandang litter hanya cocok untuk budidaya puyuh pedaging.


Konsep Ternak Puyuh pedaging


Konsep ternak puyuh pedaging sama saja dengan konsep puyuh petelur, perbedaan hanya terletak pada pemilihan jenis bibit dan pakan. Manajemen ternak puyuh hampir sama dengan manajemen ternak ayam petelur, dimana konsentrasi kegiatan utamanya adalah pemberian pakan yang tepat. Ternak puyuh bisa dikatakan aribisnis yang menjanjikan, selain modal yang lebih rendah hasil dari budidaya puyuh ini juga lebih baik bila dibandingkan dengan ternak ayam. Permintaan puyuh semakin meningkat dari waktu kewaktu, hal ini karena daging puyuh selain enak dan lebih gurih daripada daging ayam ternyata kadar lemak daging puyuh juga jauh lebih rendah dari lemak daging ayam terutama daging ayam broiler.

Resiko dalam setiap usaha agribisnis selalu ada, namun resiko ternak puyuh pedaging jauh lebih rendah daripada budidaya ayam pedaging. Kesulitan dalam ternak puyuh pedaging paling utama terletak pada sisi pemasaran, dimana daging puyuh ini belum banyak penampungannya. Di beberapa kota daging puyuh mungkin hanya bisa kita temukan di supermarket saja, jarang sekali kita temukan penjual daging burung ini di pasar tradisional. Untuk itu bila kita ingin memelihara puyuh dan berkonsentrasi pada ternak puyuh pedaging sebaiknya pastikan terlebih dahulu tentang pemasaran.

Bibit ternak puyuh pedaging bisa didapatkan berupa DOQ (day ol quail) dan bisa juga dari puyuh petelur yang telah afkir. Jika kita ingin memelihara DOQ maka pastikan puyuh yang kita pelihara adalh puyuh jantan semua. Namun jika kita ingin membesarkan puyuh afkir maka konsentrasikan kegiatan pada pembesaran burung tersebut.

Pakan puyuh pedaging sama saja dengan pakan ayam pedaging, bahkan kecepatan pertumbuhan puyuh terlihat sangat baik ketika diberikan pakan anak ayam pedaging. Jika kita ingin meransum pakan sendiri maka perhatikan kebutuhan nutrisi dasar seekor puyuh terutama kebutuhan protein, lemak dan karbohidrat harian. Salah satu jenis pakan alternatif yang dapat dipakai adalah pakan ayam kampung yang pernah dituliskan di sini. Untuk jumblah penberian sesuaikan saja dengan kebutuhan puyuh dalam sehari.

Kandang puyuh pedaging lebih baik menggunakan kandang litter daripada kandang baterai, hal ini untuk mengefisiensi penggunaan pakan dan biaya pembuatan kandang. Sedangkan untuk puyuh petelur dapat anda lihat di sini. Litter untuk puyuh daging yang terbaik adalah sekam, selain sekam bisa juga digunakan serbuk gergaji (serbuk kayu). Penggantian litter pada kandang (sangkar) dilakukan sesering mungkin, minimal 1 kali / 2 bulan, hal ini untuk menghindari penyakit pernapasan pada puyuh daging akibat tingkat amoniak yang terlalu tinggi.
telur puyuh

Ukuran kandang puyuh daging perlu diperhatikan secara seksama, jika kandang terlalu luas bisa dipastikan pertumbuhan puyuh akan lambat, sebab puyuh termasuk jenis burung yang bergerak aktif dan lincah. Jika kita menggunakan kandang yang luas maka buatlah sekat-sekat didalam kandang tersebut dengan luas 60 cm x 90 cm (panjang x lebar) dengan tinggi sekat 1 m jika tanpa penutup dan 40 cm jika menggunakan penutup (seperti tudung saji). Sekat-sekat ini gunanya untuk menghindari pergerakan puyuh yang terlalu aktif dan memudahkan untuk menangkap puyuh jika diperlukan baik untuk pengobatan maupun pemanenan.