Showing posts with label ayam. Show all posts
Showing posts with label ayam. Show all posts

Berat Normal Ayam Potong Broiler Berdasarkan Umur


Sebagai seorang peternak ataupun seorang pelajar/ mahasiswa bidang peternakan sebaiknya kita tahu pasti konsep-konsep dasar yang aplikatif di tengah-tengah masyarakat. Berat normal hewan ternak berdasarkan umur merupakan ilmu dasar yang kadang dilupakan atau bahkan tidak diketahui seorang sarjana, hal ini tentu sangat menyedihkan. Pada kesempatan kali ini author memaparkan berat seekor ayam broiler mulai dari DOC hingga umur 35 hari.


Obat peyakit ayam mati mendadak?


Suatu ketika penulis pernah brosing-brosing tentang informasi kesehatan ternak terbaru saat ini, eh taunya malah ketemu sebuah forum di mana di forum tersebut ada user yang bertanya tentang obat ayam yang mati mendadak di satu kandang. Sebagai manuasia biasa saya pengen ketawa baca pertanyaan itu, soalnya mana ada obat untuk ayam mati, coba? Namun sebagai pencinta dunia ternak saya terap coba mengikuti tanya jawab tersebut dan coba memaparkan tentang teori kesehatan ternak terutama berkaitan dengan ayam kampung.


Cara beternak ayam broiler skala kecil dari hari ke hari


Budidaya ayam broiler skala kecil dengan populasi dibawah 500 ekor. Agar lebih mudah dipahami, kita tuliskan langkah yang harus dilakuka dari hari ke hari. Kajian penting teknis beternak ayam; persiapan kandang, penanganan DOC hingga anak ayam 21 hari, pemberian pakan, obat-obatan dan vitamin, vaksinasi, panen, pemasaran dan penanganan pasca panen. Berikut cara beternak ayam pedaging dari hari-kehari.


Pakan Ayam Kampung Alternatif (Pengganti Pelet)


Update: pakan ayam kampung alternatif ini ditulis berdasarkan pengamatan langsung pada peternak di desa Jinabun, Kecamatan Kutabuluh Kabupaten Karo. Berdasarkan analisa kandungan gizi yang telah banyak dipaparkan di jurnal penelitian yang ada maka dapat disimpulkan bahwa umbi dan daun talas dapat juga digunakan untuk pakan bebek.

Berikut kandungan nutrisi yang ada pada daun talas:


Penyebab Anak Ayam Mati Mendadak



Salah satu resiko ternak ayam abik potong maupun petelur adalah tingginya tingkat mortalitas, khusunya pada masa pemeliharaan anak ayam DOC hingga umur 21 hari. Penyebab kematian bermacam-macam, namun secara umum bisa dikelompokkan menjadi 4 yakni:
  1. Faktor genetis
  2. Faktor lingkungan 
  3. Faktor Manajemen
  4. Faktor Penyakit
anak ayam mati mendadak

Anak ayam mati karena faktor genetis

Kata lain dari genetis adalah faktor bawaan dari induk, kematian anak ayam akibat dari cacat genetik sangat jarang terjadi khususnya pada ayam broiler dan ayam petelur. Hal ini karena sebelum DOC keluar dari breeding (perusahaan produksi DOC) selalu dilakukan sortir dan pengawasan yang standard dan ketat, ayam-ayam yang cacat genetis akan di musnahkan atau dikirim ke laboratorium untuk diperiksa dan diteliti jenis abnormalitasnya.


Cara memulai usaha ternak ayam potong


Update: Usaha ternak ayam potong sempat lesu beberapa tahun belakangan ini, hal ini mungkin karena harga jual sempat turun hingga titik terendah. Aksi bagi-bagi ayam gratis sempat terjadi di Jawa Tengah, sebagai bentuk protes para peternak terhadap jatuhnya harga jual ayam broiler dari petani peternak.

Kondisi kini telah pulih kembali, harga ayam broiler berangsur normal dan minat mulai usaha ternak ayam potong kembali naik khusunya untuk ternak kemitraan. Adapun tahapan yang harus dilalui dalam beternak ayam pedaging adalah sebagai berikut (sebagai plasma kemitraan ayam potong):
  1. Menyediakan lahan, untuk kemitraan pokphand minimal kandang seluas 300 m2 untuk 5000 ekor ayam.
  2. Lokasi kandang bisa dijangkau dengan kendaraan roda 4 (akses ke lokasi)
  3. Memiliki pekerja minimal 1 orang sebagai anak kandang.
  4. Mengurus perizinan ke instansi terkait dengan usaha-usaha peternakan
  5. Mengajukan aplikasi permohonan sebagai mitra kepada perusahaan kemitraan CP group terdekat di daerah anda.
  6. Perusahaan kemitraan akan meninjau lokasi kandang dan survey kelayakan usaha.
  7. Jika aplikasi diterima, maka seminggu sesudahnya kandang akan segera diisi dengan DOC dari perusahaan inti dan andapun resmi menjadi plasma dari kemitraan ayam potong/ broiler.
Cara usaha ternak ayam potong mandiri akan lebih rumit dari langkah-langkah diatas, agar lebih mudah dipahami berikut hal yang harus dipersiapkan dalam usaha budidaya unggas pedaging:
  1. Penyediaan lahan dan kandang, ukuran kandang optimal untuk ayam potong adalah 6 m2 untuk 100 ekor ayam broiler (1 kotak DOC).
  2. Bangun kandang, kandang ada 2 pilihan (panggung atau non panggung). Untuk kandang panggung, sebaiknya ketinggian 2 m dari tanah ke lantai. Baca selengkapnya tentang kandang ayam potong broiler yang baik. 
    sketsa ukuran panjang lebar tinggi kandang broiler
    sketsa kandang ayam broiler credit to:scribd.com
  3. Siapkan peralatan kandang, zaman sekarang sebaiknya gunakan peralatan otomoatis baik untuk pakan maupun tempat minum. Jangan lupa pemanas untuk anak ayam DOC - 21 hari.
  4. Kandang harus diberi terpal pelindung, untuk kontrol suhu lingkungan.
  5. Urus perizinan legal untuk usaha peternakan ke instansi terkait.
  6. Beli DOC (1 kotak isi 100 ekor), pakan untuk anak ayam.
  7. Hari pertama DOC masuk kandang segera beri larutan vitamin atau larutan gula saka, hal ini untuk kurangi stress transportasi.
  8. Atur suhu kandang dengan pemanas
  9. Beri pakan sedikit demi sedikit saja
  10. Hari ke 7 lakukan vaksinasi
  11. Atur luas boder (sekat) anak ayam secara bertahap diperluas hingga pada hari 21 tanpa boder (kandang terpakai seluruhnya).
  12. Siapkan pemasaran, pastikan akan ada orang atau pasar yang akan bersedia membeli ayam potong hasil ternak anda.
Perlu kita ketahui bersama, bahwa kegiatan paling sulit dalam budidaya ayam potong adalah pemasaran. 1 minggu saja ayam tidak terjual maka biaya produksi akan melambung tinggi karena penggunaan pakan. Pada dasarnya biaya produksi terbesar usaha ayam pedaging ada pada biaya pakan.
 

usaha ternak ayam potong
Usaha ayam potong atau sering disebut dengan ayam broiler sudah dikenal umum di seluruh tanah air. Permintaan protein hewani semakin meningkat dari hari ke hari terkadang membuat harga produk peternakan ini semakin mahal karena tidak diimbangi dengan produksi yang cukup. Coba perhatikan harga jelang lebaran, biasanya harga akan melambung tinggi hingga mencapai Rp. 40.000/ kg, padahal biaya produksinya hanya Rp. 10 – 15 ribu / Kg.

Dari selisih harga jual dan biaya produksi tersebut saya yakin anda akan semakin tertarik untuk memulai usaha ternak ayam potong ini. Masalahnya, apakah anda sudah memahami seluk beluk bidang usaha budidaya ini? Jika niat anda hanya karena melihat sisi laba yang dapat diperoleh tanpa memahami sektor resiko sebaiknya urungkan saja niat tersebut. Resiko usaha ternak broiler sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dari ayam petelur.

Untuk itu tulisan kali ini saya akan coba membahas tentang cara memulai usaha ternak ayam pedaging sekaligus pemaparan tentang cara budidaya dan resiko yang sering menimpa peternak.

Secara umum usaha budidaya ini memiliki 2 sistem:
  1. Usaha mandiri
  2. Kemitraan ternak ayam broiler
Usaha mandiri artinya seluruh komponen budidaya ternak ditanggung oleh si peternak. Dengan kata lain, anda secara pribadi bertanggung jawab mulai dari proses pembuatan kandang, penyediaan bibit, makanan, obat-obatan, perawatan, panen hingga pemasaran. Keuntungan budidaya broiler secara mandiri ini adalah si peternak memperoleh keuntungan penuh sesuai dengan harga pasar. Kelemahannya adalah si peternak menanggung semua resiko usaha secara penuh; seperti penangan penyakit hingga rumitnya memasarkan hasil ternak. Karena kelemahan inilah maka hadir perusahaan kemitraan ayam broiler.

Usaha kemitraan ayam potong adalah melaksanakan usaha budidaya secara bahu membahau antara perusahaan sebagai Inti dengan peternak sebagai plasma. Pada sistem usaha ini peternak hanya berkewajiban menyediakan kandang dengan skala ditetapkan oleh perusahaan inti dan merawat ayam hingga masa panen tiba. Kelebihan usaha kemitraan broiler adalah peternak hanya butuh modal membangun kandang, serta mendapatkan pendampingan dalam perawatan serta penanganan kesehatan ayam broiler dari perusahaan inti, juga mendapat jaminan pemasaran . Kelemhannya adalah peternak tidak leluasa menentukan harga jual, dimana harga jual bukanlah harga pasaran melainkan harga kontrak yang telah ditetapkan bersama antara perusahaan dengan plasma.

Berikut ini langkah-langkah memulai budidaya ayam broiler:
  1. Mendirikan kandang, dipersiapkan mulai dari izin hingga tata letak yang baik sesuai dengan arat matahari juga kecenderunagn arah angina. Ayam broiler cukup rentan dengan kondisi iklim sehingga perlu dipertimbangkan arah kandang.
  2. Pada pendirian kandang juga harus diperhatikan sumber air serta listrik.
  3. Jika kandang sudah siap maka pasang peralatan untuk menyambut kedatangan DOC ayam potong terutama menyangkut penghangat, sekat dan litter yang cukup. Siapkan juga peralatan makan dan minum khusus untuk anak ayam.
  4. Selama 14 hari pertama peternak tidak boleh jauh-jauh dari kandang, sebab masa ini sangat penting untuk kesuksesan usaha.
  5. Melaksanakan vaksinasi minum/ tetes pada waktu yang tepat 7, 14 dan 21 hari.
  6. Selama 14 hari pertama secara perlahan dikontrol suhu ruangan kandang siang malam. Cara sederhana perhatikan kondisi anak ayam, jika bergeromol (berkumpul-kumpul) berarti suhu kandang terlalu rendah, bila menyebar secara merata berarti suhu kandang sudah sesuai dengan kebutuhan anak ayam.
  7. Setelah 14 hari perawatan menjadi lebih mudah, dimana peternak hanya perlu melakukan kontrol pemberian pakan 2 kali sehari saja, hal ini berlaku hingga masa panen.
  8. Pemberian antibiotik dan vitamin pada minuman ayam diberikan dari hari ke 5 hingga 10 hari sebelum masa panen. Khusus vitamin dapat diberi hingga masa panen.
Itulah secara umum cara beternak ayam potong dari hari ke hari yang perlu diperhatikan setiap kita yang ingin memulai usaha budidaya ini. Lebih kurang silahkan sampaikan melalui frm komentar atau hubungi author melalui contact, terima kasih.


Obat Alami Agar Ayam Cepat Bertelur


Fenomena bisnis peternakan dari dulu hingga sekarang hanyalah masalah kecepatan produksi, dulu kala sebelum ditemukan bioteknologi tingkat tinggi terkait reproduksi dan pertumbuhan maka secara alamiah masa produksi/ panen ternak sangatlah lama. Coba anda perhatikan ayam kampung yang hanya diberi pakan dari makanan sisa atau beras dan jagung saja, maka untuk mencapai berat 1 Kg saja akan dibutuhkan masa budidaya minimal selama 8 bulan, itupun kalau lingkungan dan kesehatan ternak ayam kampung peliharaan sangatlah baik.

Sekarang, berkat teknologi di bidang produksi ternak yang sangat maju maka masa panen bisa dipangkas sedemikian rupa hingga 1 bulan budidaya bisa panen, contohnya pada ayam broiler. Teknologi rekayasa genetis pada ayam broiler dengan merekayasa genetis serta injeksi hormon-hormon pertumbuhan menyebabkan ayam broiler memeiliki daya pertumbuhan yang sangat cepat, dalam 1 bulan beratnya bisa mencapai 1 Kg bahkan lebih.


Cara Beternak Ayam Kampung


Sebagai masysarakat Indonesia, pastinya kita sudah sangat familiar dengan ayam kampung. Salah satu jenis unggas yang sangat diminati masyarakat baik daging maupun telurnya. Tahukah kita dibalik itu ada proses beternak ayam kampung dilalui peternak untuk memberikan kontribusi dalam ketahanan pangan Nasional. Walaupun jumlah penduduk Indonesia lebih dari 200 juta, ternyata jumlah peternak ayam kampung tidak lebih dari 10 juta rumah tangga. Sangat miris bukan? Itulah salah satu penyebab mahal dan langkanya ayam kampung di pasaran.

Kekurangan daging ayam kampung berdasarkan angka BPS tahun 2016 ini tidak lain penyebabnya adalah jumlah peternak ayam kampung yang sidikit, sehingga meyebabkan pasokan (suplay) pasar juga sedikit. Akhirnya sesuai dengan hukum ekonomi, penawaran sedikit - permintaan banyak maka mau tidak mau harga menjadi tinggi (mahal).
beternak ayam kampung modern

Mahalnya produk ternak ayam kampung seharusnya bisa dijadikan peluang usaha menjanjikan, baik sampingan maupun usaha pokok. Toh persaingan dalam usaha budidaya masih sangat kecil, bawangkan 10 juta berbanding 200 juta = 1 : 200. Kalau diukur berdasarkan analisa SWOT, bisa dikatakan usaha ayam kampung saat ini masih sangat menjanjikan. Tapi mengapa jumlah peternak di Negeri ini masih sangat sedikit?

Ternyata banyak masyarakat kita ragu-ragu beternak ayam kampung sebagai usaha sampingan ataupun poko karena kekurag tahuan cara budidaya. Kebanyakan kita lebih mengetahui resiko dalam usaha peternakan dibanding pengetahuan untung rugi usaha ternak. Karena lebih banyak mengenal resiko dibanding teknologi budiaya, akhirnya menyerah sebelum memulai. Bennar kan.. pasti pembaca cukup setuju dengan fenomena etos usaha anak negeri Indonesia tercinta ini.

Beternak ayam kampung tidaklah sulit. Secara alamiah budaya telah mengajarkan kita tentang cara beternak ayam skala kecil. Hampir semua suku nusantara, memiliki budaya memberi sebasang ayam kepada pengantin baru. Artinya, setiap keluarga di negeri ini sejak awal telah diajarkan mengembangakan ternak sebagai usaha. Itulah nilai dibalik sepasang ayam kampung tersebut.

Brikut inilah cara beternak ayam kampung dari start (mulai) hingga panen

  1. Siapkan kandang: ukuran kandang ayam kampung secara standar sederhana adalah 5  - 7 ekor / M2, kandang bisa sistem baterai ataupun postal, semua terserah kepada calon peternak. Atap sebaiknya dari rumbia ataupun asbes. 
  2. Beli bibit ayam kampung super, karena cepat panen bial dibandingkan dengan ayam kampung biasa. Ayam kampung super sudah bisa dipanen pada usia 8 -9 minggu, hampir mendekati masa budidaya ayam potong (broiler)
  3. Gunakan pakan pabrikan (pelet), untuk mendapatkan pertumbuhan cepat maka sebaiknya gunakan pakan pelet ayam potong seperti S 5. 11, S 5. 12 dan lain-lain baik yang diproduksi Pokphand, Japfa, Gold Coin dan sebagainya.
  4. Lakukan perawatan seperti pada ternak ayam potong, (khususnya pemberian vitamin harian)
  5. Jual tepat waktu, kalau mau untung dengan proses budiaya ayam kampung seperti item sebelumnya maka jangan pernah telat menjual ayam kampung yang siap panen (ukuran 1 Kg keatas). Ini untuk menghemat biaya produksi, kita tahu bahwa biaya produksi terbesar dalam budidaya ayam ada pada pengeluaran pakan. Hmpir 70% biaya produksi hanya untuk penyediaan pakan


Saya rasa langkah-langkah diatas tidaklah sulit, baik secara tekhnis maupun konsep perencanaan, yang sulit hanyalah kemauan untuk memulai. Rencana sebagus apapun kalau tidak dimulai tidak akan pernah berhasil, apakah itu usaha budidaya ayam kampung, jual pulsa, bangun perusahaan, tanam cabai dan lain sebagainya kalau tidak dimulai tidak akan pernah mendapat hasil. Beternak ayam kampung sangat mudah, resiko kegagalan juga sangat kecil, agar lebih gampang “bayangkan saja kita sedang merawat anak sendiri” Mudah-mudahan sukses pasti diraih dari usaha ayam kampung tersebut.


Perbandingan Keuntungan Budidaya Itik Dengan Ayam Kampung Skala Kecil


Untung besar, pasti menjadi tujuan dalam usaha budidaya ternak. Tapi bagi kita yang sama sekali belum pernah terjun di usaha peternakan, jangan tergiur dari besarnya kandang ayam tetangga atau banyaknya itik peliharaan teman. Dibali hingar bingarnya usaha peternakan, ada resiko besar yang sulit diprediksi. Peternak berpengalaman sekalipun terkadang masih sulit tidur kalau ada wabah penyakit unggas sedang musim, bagaimana tidak? di dalam kandang ayam mereka tertanam uang ratusan juta. Sekali wabah penyakit menjangkiti seekor ayam dalam kandang, maka saat itulah uang ratusan juta bisa hilang dalam sekejap.
budidaya itik vs ayam kampung

Untuk memulai usaha budidaya ayam atau itik ada baiknya dari skala kecil saja, 100 - 500 ekor. Untuk memelihara itik produktif sebanyak 100 ekor saja akan dibutuhkan modal minimal 8 juta sedangkan untuk ayam kamapung sekitar 5 jutaan.

Mengapa modal awal ternak itik lebih mahal daripada ayam kampung? itu karena harga bibit itik jauh lebih mahal daripada bibit ayam kampung. Untuk itik dara - produktif (mulai bertelur) harga pasarannya saat ini mencapai Rp. 50.000,-/ ekor, artinya jika kita ingin memelihara itik 100 ekor maka untuk bibit saja harus disiapkan modal sebesar Rp. 5 juta. Gila kok mahal amat ya harga itik petelur?

Wajar aja mas/ pak, seekor itik mampu menghasilkan telur hingg 300 butir/ tahun, jadi dalam setahun si itik betina menghasilkan uang sebesar 300 x Rp. 2000 = Rp. 600.000,-. Gilak banyak amat ya, duit Rp. 50.000,- bisa jadi 600 ribu dalam setahun.. hitung-hitungnya gak gitu juga kali.. emang tu itik gak dikasih makan, gak dikasih uang jajan… heheheh.. Okelah biar lebih jelas kita bikin hitung-hitung singkat tentang analisa ungtung rugi ternak itik skala kecil di bawah ini.

Modal dan Biaya
Modal kandang + peralatan (persiapan hingga jadi) = Rp. 4.000.000,-
Bibit itik dara/ mulai bertelur = 100 x Rp. 45.000,- = Rp. 4.500.000,-
Itik pejantan = 10 x Rp. 30.000 = Rp. 300.000,-
Pakan selama budidaya = 110  x 300 x Rp. 700 =  Rp. 23.100.000,-
biaya tenaga kerja diabaikan saja karena kita yang akan ngasih makan.

Pendapatan
Anggap saja itik betina yang produktif sekitar 80 %, berarti setiap hari kita mendapat telur 80 butir, harga sebutir telur itik Rp. 2000.

Pendapatan perhari = 80 x Rp. 2000 = Rp. 160.000,-
Pendapatan selama masa produksi = 300 x Rp. 160.000,- = Rp. 48.000.000,-
bebek afkir = 100 x Rp. 30.000,- =Rp.3.000.000,-
Total pendapatan = 48 juta + 3 juta = 51.000.000,-

Keuntungan Rp. 51.000.000 – Rp. 32.100.000,- = Rp. 18.900.000/ periode.

Wow besar juga yah untungnya? itu untung total selama 300 hari pak, dapatnya gak akan seperti itu karena faktor lain seperti penyakit, biaya-biaya lain sebagainya.

Karena kita bukan spesifik mau analisa rugi laba ternak itik, tapi lebih mengarah pada perbandingan ternak itik dan ayam kampung dari segi rugi laba dan efisiensi maka faktor-faktor lainnya itu tidak dibahas lebih jauh. 

Bagaimana dengan Budidaya ayam kampung?  Pada dasarnya komponen hitungannya sama saja, hanya harga dari telur ayam kampung lebih murah daripada telur itik tetapi harga ayam kampung petelur afkir lebih mahal dari itik petelur afkir. Ayam kampung walaupun sudah afkir akan tetap dihitung kiloan seperti harga ayam kampung pedaging lainnya.

Pakan ayam kampung akan lebih mahal bila dibandingkan dengan pakan itik, sebab itik bisa diistilahkan “pemakan segalanya yang rakus”. Itik cenderung bisa diberi makan apapun, dalam kondisi pakan buruk sekalipun itik tetap bisa berproduksi dengan normal. Sedangkan ayam kampung petelur harus diberi pakan yang terukur selayaknya ayam ras petelur, tapi masih bisa diberi pakan ayam kampung alternatif.


Itulah perbandingan umum antara budidaya itik dengan ayam kampung. semoga bermanfaat.


Masalah penyakit pada ayam kampung


Ayam kampung lebih tahan penyakit daripada ayam broiler, namun demikian tetap saja ditemukan berbagai jenis penyakit yang mampu merugikan peternak dalam waktu singkat. Contohnya saja penyakit tetelo yang dapat menular ke seisi kandang, tentunya penyakit ini sangat berbahaya karena sulit untuk diobati bahkan cenderung tidak mungkin. Biasanya ayam yang terserang tetelo akan mati, antisipasi yang dilakukan hanyalah dengan menyingkirkan ayam sakit serta melakukan sterilisasi kandang dengan disinfektan.

Permasalahan penyakit pada ayam kampung ini bukan tidak bisa dicegah, bila peternak menerapkan sistem life guard pada kandang, yakni selektif dalam pemilihan bibit, membatasi keluar masuk barang dan orang dari dan ke area kandang, menerapkan sistem perkandangan 1 pintu dan berbagai langkah protektif lainnya maka penularan dan keterjangkitan penyakit bisa diminimalisir hingga 0 %.

Sistem kandang 1 pintu artinya, kawasan area kandang dipagari dan hanya memiliki 1 pintu. Hal ini untuk mempermudah kontrol keluar masuk barang dan orang dari dan ke area kandang. Terkadang penyakit menular seperti tetelo, ND, Gumboro dan lainnya tertular ke kandang peternak akibat transportasi barang seperti pakan dan peralatan dari tempat lain. Misalnya sebuah mobil pengangkut pakan poultry shoop si A mengantar pakan ke kandang Si B, di kandang si B ternyata sedang terjadi wabah tetelo, setelah itu mobil pengangkut pakan tersebut datang ke peternakan kita untuk mengantar pakan, maka bisa saja ayam kampung di kandang kita juga terjangkit tetelo. Penyakit tetelo pada ayam kampung maupun unggas lainnya dapat menular dengan mudah melalui sistem transportasi.

Oleh karena itu, bila kita menerapkan tata laksana (budidaya ternak) komersil maka sebaiknya sangat protektif terhadap keluar masuk barang, orang dan transportasi ke area perkandangan. Selalu lakukan disinfeksi terhadap apa saja yang datang ke dalam kandang. Setiap hari selalu sediakan larutan disinfektan di pintu kandang, agar siapa saja yang hendak masuk/ keluar kandang ayam kampung dapat membersihkan diri dengan mudah.

Disinfektan untuk kandang ayam kampung sangatlah murah dan mudah di dapatkan di poultry shop setempat. Walaupun harganya murah, tapi saangat besar pengaruhnya terhadap keberhasilan budidaya ternak ayam kampung. Jadi pesan tulisan ini sebenarnya sangat singkat saja; "lebih baik mencegah daripada mengobati". Semoga bermanfaat..


Beternak ayam petelur


Pernahkah anda berkunjung ke peternakan ayam petelur? disana akan kita lihat tumpukan sangkar memanjang. Sangkar itu disebut kandang baterai, biasa digunakan untuk memelihara ayam ras petelur. Tujuan bentuk kandang seperti kotak kerangkeng adalah agar proses budidaya lebih efisien. Kotoran jatuh ke bawah sehigga mudah dibersihkan, telur menggelinding ke parit penanmpung sehingga mudah dikumpulkan. Sangat efisien daan praktis bukan.

Tempat pakan juga ditata dengan rel konveyor, tekan tombol pakanpun bergerak sendiri secara merata. Ayam kenyang si peternak senang. Bila kita membayangkan itu semua, sekilas seolah beternak ayam petelur sangat mudah. Padahal dibalik itu semua ada resiko.

Dalam semua budidaya selalu ada resiko wabah penyakit, mampu meluluh lantakkan semua rencana peternak. Sebelum kita memulai usaha budidaya sangat dianjurkan telah siap untuk menghadapi semua jenis resiko usaha bidang peternakan.

Cara beternak ayam petelur

Kandang
Singkatnya, ada 2 jenis kandang yang digunakan dalam budidaya ayam ras petelur; 1. Kandang anak (starter) dan kandang grower hingga layer (masa bertelur). Jika kita sebagai pemula ada baiknya mencoba budidaya dari masa grower (dara) saja, untuk mengurangi resiko penyakit dan ketidak tahuan perawatan di masa strter. Perawtan dan resiko kematian grower jauh lebih kecil daripada starter. Dengan demikian kita hanya perlu menyiapkan 1 jenis kandang saja yakni baterai untuk ayam petelur. Hal ini dapat dilakukan dengan syarat di daerah kita ada dijual grower, jika tidak maka mau tidak mau harus memelihara dari sejak DOC.

Pemilihan Bibit.
Dalam hal ini saya lebih cenderung menyesuaikan dengan kondisi lokal kita masing-masing. Berikut ini strain ayam petelur yang umum diternakkan di Indonesia:

  • Lohmann Brown
  • Hisex Brown
  • Hyline Brown, dan
  • ISA Brown

Cobalah datangi salah satu peternak terdekat dan tanyakan jenis bibit yang mereka pakai.

Pemeliharaan.
Karena ceritanya kita memelihara dari masa grower maka kita tidak lagi membutuhkan litter dalam kandang, sehingga tidak ada lagi istilah mengaduk dan mengganti litter secara rutin, buat saya kegiatan itu membosankan dan buang-buang waktu saja. Beternak ayam petelur dari grower relatif gampang, kegiatan harian hanyalah berupa rutinitas pemberian pakan, kontrol air minum dan pemberian vitamin. Hal itu akan berjalan lancar bila tidak ada wabah penyakit melanda peternakan.

Oleh karena itu, sejak kita akan mendirikan kandang lakukan proteksi ganda terhadap lingkungan, sanitasi hingga tuntas, jangan biarkan hewan atau orang keluar masuk secara bebas, dan bangun area perkandangan sistem satu pintu. Letakkan sanitizer sejak dini di pintu kandang, janga anggap remeh dengan hal spele seperti ini, juga jangan mengira kondisi kandang kosong tidak membutuhkan proteksi.
contoh ayam petelur

Mengenai jenis penyakit dan penanganannya secara umum sama dengan penanganan penyakit pada ayam broiler dan puyuh, dapat dilihat di sini. Inti dari meminimalisir resiko wabah penyakit adalah kepedulian peternak dalam menjaga lingkungan kandang. Sebab pada dasarnya semua strain ayam petelur telah ditingkatkan daya tahannya terhadap serangan berbagai penyakit, dan bila sampai terjadi wabah sepenuhnya adalah kesalahan peternak dalam menjaga lingkungan kandang.


Faktor ayam kampung bisa bertelur banyak


Sebenarnya cara meningkatkan produksi telur ayam kampug secara singkat sudah pernah dibahas di sini, namun kali ini akan kita bahas teknis lebih mendalam terutama mengenai faktor yang mempengaruhi kuantitas produksi telur pada unggas. Tiga hal yang paling penting diperhatikan agar ayam kampung bertelur banyak, yakni; teknis memilih bibit, manajemen pakan, dan perbandingan populasi jantan betina dalam satu kandang.

Teknis memilih bibit calon induk petelur

Tidak semua jenis ayam buras bisa dikategorikan sebagai ayam petelur. Karena tujuan budidaya kita adalah sebagai produsen telur, maka pilih jenis ayam kampung yang memang dikenal sebagai tipe petelur, diantranya; ayam arab, nunukan, kedu dan lain-lain. Pastikan berasal dari induk yang sehat dan bertelur banyak juga, sehat dan tanpa cacat. Sebagai gambaran mungkin kita juga perlu mengetahui perbandingan keuntungan antara pemeliharaan dari DOC dengan pemeliharaan sejak dara. Dimana pada kondisi modal berkecukupan, budidaya ayam petelur sejak dara terbukti lebih menguntungkan, jika penasaran silahkan baca selengkapnya…

Perbandingan jantan betina

Berbeda dengan ayam ras, ayam kampung membutuhkan pejantan untuk bertelur. Ayam pejantan boleh dari jenis apapun asal sehat dan memiliki kemampuan kawin yang baik. Pilih jantan berbadan sehat, tegap dan tanpa cacat. Perbandingan populasi jantan dan betina optimalnya 1: 5 (1 jantan 5 ekor betina), maksimal 1:7 dalam satu kandang. Perbandingan populasi sangat penting diperhatikan, bila jantan terlalu banyak maka sudah pasti produksi telur turun dan konsumsi pakan meningkat, begitu juga bila kekurangan pejantan.

Manajemen pemberian pakan.

Secara awam bisa saja kita mengatakan semua pakann ayam sama saja, padahal ada perbedaan besar antara pakan ayam petelur dengan pedaging. Perbedaan paling nyata bisa dilihat dari kebutuhan mineral dan kalsium pada induk. Ayam petelur membutuhkan mineral lebih banyak daripada ayam buras pedaging. Salah satu bahan utama pembentuk cangkang telur adalah kalsium, oleh karena itu agar ayam kampung bisa bertelur banyak dibutuhkan pakan konsentrat dengan kandungan mineral yang cukup.

Mungkin ada diantara kita yang menganggap bahwa ayam Arab bukan termasuk ayam kampung. Anggapan seperti itu salah, secara teoritis semua ayam bukan hasil rekayasa genetis disebut sebagai ayam non ras (buras/ kampung). Kalau begitu, apa beda ras dengan buras? Perbedaannya sangat nyata, terutama pada masa kecepatan panen (produksi). Ayam ras memang sengaja direkayasa secara genetis agar dapat berproduksi dengan cepat.
jenis ayam buras petelur

Itulah 3 hal penting harus diperhatikan untuk meningkatkan produksi telur pada budidaya ayam kampung. Sebagai peternak kita tentu gemar berdiskusi, author sangat terbuka dengan konteks, mari diskusikan bersama via kometar di blog ini untuk menambah khasanah pengetahuan budidaya peternakan.


Usaha Ternak Ayam Potong Kemitraan


Saat ini tingginya harga pakan menjadi alasan melambungnya harga ayam potong di pasaran. Tidak sedikit pula usaha ternak ayam potong mandiri skala kecil harus gulung tikar karena tidak sanggup lagi menanggung beban biaya produksi.Berbeda dengan usaha kemitraan, mereka masih eksis dan tidak terlalu terbebani dengan naiknya harga pakan. Usaha kemitraan dapat tetap berjalan lancar karena biaya pakan dan obat-obatan ditanggung oleh perusashaan inti.


Penyakit Ayam Kampung Dan Pengobatannya – CRD


Salah satu faktor kegagalan dalam usasha budidaya ayam kampung adalah penyakit. Secara umum penyakit pada unggas disebabkan oleh tiga hal yakni: bakteri, virus dan parasit. Penyakit ayam kampung yang disebabkan oleh parasit pada umumnya dengan mudah dapat disembuhkan berbeda halnya dengan penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri.


Perbandingan Harga dan Biaya Pemeliharaan Ayam Kampung DOC vs Grower


Maksud judul diatas dalah kita akan membandingkan biaya yang dikeluarkan dalam budidaya ayam potong, antara memelihara dari DOC dengan membeli ayam grower (dara). Perbandingan tentu akan dititik beratkan pada harga DOC yang berlaku saat ini, biaya pakan yang dikeluarkan serta harga ayam grower di pasaran. Dengan ada perbandingan tersebut mudah-mudaahan kita yang ingin memelai usaha budidaya ayam kampung petelur bisa lebih mudah menentukan pemilihan bibit.

Harga DOC ayam kampung saat ini sekitar Rp. 4000 hingga 5000 rupiah per ekor, bila kita ingin memelihara 100 ekor berarti biaya untuk doc saja sekitar Rp. 400.000 (minimal). Biaya pakan dari umur 0 hingga 12 minggu (ayam grower) sebanyak biaya 2,5 kg pakan/ ekor (minimal), harga pakan saat ini Rp. 10.000/ kg berarti hingga umur 12 minggu kita mengeluarkan biaya pakan sebesar 25 ribu. Belum dihitung biaya teaga kerja, listrik dan lain sebagainya untuk seekor ayam kita harus mengeluarkan biaya sebesar Rp. 30.000.

Berapakah harga ayam grower (umur 12 minggu) saat ini? ternyata harga ayam grower saat ini di pasaran hanya berkisar Rp. 25.000 – 40.000/ ekor. Bila keseluruhannya dihitung secara matematis maka biaya budidaya ayam kampung dari sejak DOC akan lebih besar bila dibandingkan langsung membeli ayam grower apalagi bila kita sanggup membeli ayam layer (minimal sudah bertelur sekali).

Berikut perhitungan rinci sederhananya:
Untuk pemeliharaan sejak DOC:
Biaya vaksin dan obat/ ekor= diabaikan saja
Biaya listrik dan lain-lain = diabaikan
Harga DOC/ ekor = Rp. 4000,-
Biaya pakan hingga 12 minggu/ ekor = Rp. 25.000,-

Total = Rp. 29.000,-

Sedngkan harga ayam kampung umur 12 minggu di pasaran hanya berkisar 25 – 40 ribu saja. Ini berarti lebih hemat membeli grower ayam kampung daripada harus memelihara sejak DOC. Dalam konsep budidaya secara komersi semua biaya haruslah kit hitung termaasuk biaya resiko ketidak pastian (ayam sakit, dll). Hanya saja biaya awal bila kita memelihara sejak DOC akan lebih kecil daripada biaya awal jika harus membeli ayam kampug umur 12 minggu.

Dari pemaparan diatas ada dua kesimpulan yakni:

  1. Biaya total budidaya ayam kampung sejak DOC lebih tinggi bila dibandingkan dengan biaya pemeliharaan sejak anak ayam umur 12 minggu.
  2. Biaya awal budidaya ayam kampung sejak DOC lebih kecil daripada biaya awal bila kita budidaya sejak grower.


Itulah sedikit sharing hari ini semoga bermanfaat, dan sampaikan saran atau pendapat lain melalui komentar di bawah.


Juknis Standar budidaya ayam kampung petelur:


Prospek bisnis budidaya ayam kampung petelur akan tetap cemerlang dari waktu ke waktu, permintaan terhadap telur ayam ini tidak pernah turun. Beragam metode dari berbagai buku panduan telah banyak memaparkan tips-tips dalam usaha peternakan ini namun secara prinsip semuanya memiliki petunjuk teknis yang sama. Kali ini penulis akan menampilkan Juknis tersebut secara sederhana.

Pembuatan kandang:
Ayam kampung petelur cocok dibudidayakan pada kandang baterai dan postal. Kandang baterai sering juga disebut kandang sangkar, umumnya budidaya ayam petelur menggunakan jenis kandang ini. Kandang postal adalah kandang yang berbentuk pondok tertutup, biasanya pada lantai ditebar sekam.
biaya pembuatan kandang ayam petelur

Biaya pembuatan kandang baterai untuk ayam kampung petelur sama saja dengan biaya pembuatan kandang pada ternak ayam ras petelur yakni berkisar 8 juta untuk 100 ekor ayam. Biaya tersebut tentu bisa diminimalisir dengan pemilihan bahan. Biasanya biaya awal untuk budidaya 100 ekor ayam kampung petelur sebesar 20 juta pada tahun 2014.

Mungkin sebagai pemula kita akan merasa biaya itu begitu besar, disini perlu diingat bahwa kandang baterai dengan harga 20 juta tersebut bisa digunakan untuk 4 – 5 periode atau daya tahannya sekitar 5 tahun dengan perlakuan yang wajar. Pada usaha budidaya ayam petelur biasanya titik pulng pokok cukup singkat berkisar 1 – 2 tahun. Jadi tidak perlu khwatir dengan pengeluaran yang begitu besar di awal usaha.

Pemilihan bibit.
Khusus budidaya ayam kampung petelur sangat dianjurkan memilih bibit berupa ayam yang berumur 7 – 9 bulan, dengan kata lain kita akan memelihara ayam kampung betina yang sudah pasti bertelu. Pada umur 7 – 9 bulan tersebut biasanya ayam betina telah mulai bertelur (mengerami). Begitu juga dengan ayam jantan sebaiknya pilih ayam jantan yang berumur 1 – 1,2 tahun dan pastikan bukan ayam majir.

Perbandingan jantan dan betina dalam budidaya ayam petelur ini adalah 1 : 6, artinya 1 ekor jantan untuk setiap 6 ekor betina. Jadi jika kita ingin memelihara 100 ekor ayam kampung maka pelihara jantang sebanyak 14 ekor dan betina sebanyak 86 ekor.

Peralatan kandang
Peralatan kandang utama dalam budidaya ternak petelur ini adalah tempat pakan dan minum. Sedangkan mesin (mixer) pakan hanya dibutuhkan untuk ternak skala menengah keatas. Di dalam kandang juga sediakan tempat bertengger karena bertengger merupakan salah satu kebiasaan ayam kampung. Untuk pemeliharaan pada kandang postal sebaiknya sediakan tempat mengeram, ayam kampung lebih suka bertelur di tempat tertentu beda halnya dengan itik yang dapat bertelur dimana saja.

Pakan
Faktor produksi terbesar dalam budidaya ayam kampung petelur adalah biaya pakan. Untuk itu perlu bijak dalam penyediaan pakan ini, jika kita sepenuhnya bergantung pada paka pabrikan yang harganya sangat mahal tentu titik pulang pokok akan sulit dicapai dengan cept apalagi posisi laba. Di blog ini pernah dituliskann salah satu pakann alternatif untuk ayam kampung petelur dan telah teruji (diterapkan) dapat dilihat di sini. Selain itu berikut ini beberapa bahan pakan yang dapat digunakan:

Beras
Bungkil Inti Sawit
Bungkil Kacang Tanah
Bungkil Kedele
Bungkil Kelapa
Dedak Jagung
Dedak Padi
Ikan Asin
Ikan Rucah
Jagung
Menir
Polar
Sagu
Sorghum
Tepung Cangkang Kerang
Tepung Daun Lamtoro
Tepung Ikan
Tepung Kapur
Tepung Keong
Tepung Singkong

Pemberian pakan ayam kampung berdasarkan umur :
Untuk anak ayam kampung (DOC) Umur 0 – 1 minggu diberi pakan sebanyak 5 – 10 gram / ekor / hari

  1. Umur 1 hingga 2 minggu 10 – 15 gram/ ekor/ hari
  2. Umur 2 – 3 minggu 15 – 20 gram / ekor / hari
  3. Umur 3 – 4 minggu diberi 20 – 25 gr/ ekor/ hari
  4. Umur 4 – 5 minggu diberi 25 – 30 gr/ ekor/ hari
  5. Umur 5 – 6 minggu 30 – 40 gr/ ekor / hari
  6. Umur 6 – 7 minggu 40 – 50 gr/ ekor/ hari
  7. 7 – 8 minggu 50 – 70 gr/ ekor/ hari
  8. Selanjutnya sekitar 100 gr/ ekor/ hari hingga afkir

Penangana kesehatan
Untuk pencegahan datangnya penyakit maka kandang sebaiknya diberlakukan pengamanan berupa sterilisasi dan disinfeksisasi, artinya setiap orang dan barang yang keluar masuk kandang selalu disterilkan. Selain itu perlu dilakukan vaksinasi yang tepat dan terjadwal, berikut ini jadwal vaksinasi pada ayam kampung petelur:

  1. Marek’s segera setelah menetas
  2. ND/tetelo, pada umur 3 hari, 3 minggu, 2-3 bulanan
  3. Vaksin Gumboro, umur 10 hari dan 28 hari
  4. Egg drop sindrom (EDS), umur 16 minggu (sebulan sebelum bertelur)
  5. Dan vaksin AI diberi bila diperlukan

Itulah tekhnis budidaya ayam kampung petelur secara umum yang bisa kami sampaikan, lebih dan kurang mohon maaf dan semoga bermanfaat. Silahkan sampaikan pertanyaan melalui form komentar.


Pemilihan Bibit - Budidaya Ayam Kampung Petelur


Kesuksesan sebuah budidaya ternak sangat bergantung dari jenis bibit yang dipilih. Khusus untuk ayam kampung peterlur penulis sangat menganjurkan untuk memilih jenis ayam KUB. Jenis ini dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian, yang telah diuji dengan standar pemeliharaan yang tepat dan cocok untuk dibudidayakan secaraa komersil. Untuk mempelroleh ayam KUB ini anda bisa menghubungi Litbang Deptang alamat kontaknya bisa dilihat di web resminya.
doc ayam kampung

Teknis pemilihan bibit untuk budidaya ayam petelur adalah sebagai berikut:
Bakal Pejantan

  • Pastikan memilih ayam jantang yang sehat dan sama sekali tidak mempunyai cacat fisik
  • Secara kasat mata dapat dilihat pergerakannya lincah dan gesit
  • Tampilan fisiknya; tegap, bulu halus dan mengkilap, mata bening, sisik kaki teratur, kaki dan kuku bersih,
  • Terlihat pola pergerakan yang menunjukkan memiliki nafsu kawin yang tinggi
  • Pilihlah jantan berumur 1- 2,5 tahun, telah mengeluarkan taji
  • Bila kita akan mengawinkan secara Inseminasi Buatan maka pilih pejantang yang tidak memiliki hubungan darah dengan calon induk betina yang akan di Inseminasi. Dan telah terlatih dalam pengambilan semen.



Bakal Induk 

  • Pilih betina yang sehat dan dari riwayat kandang yang sehat pula
  • Fisik sempurna tanpa cacat sedikitpun
  • Pastikan memuliki produksi yang tinggi, untuk lebih akuratnya beli calon induk betina yang sudah pernah bertelur minimal satu periode.
  • Kisaran umur sektar 7 hingga 8 bulan.
  • Mungkin akan lebih baik bila membeli induk yang sedang bertelur.


Memilih bakal induk ini perlu kehati-hatian yang sangat tinggi, sebab sering kita jumpai peternak yang kurang berhasil karena indukan yang mereka pelihara jarang bertelur bahkan tak bertelur sama sekali. Oleh karena penulis lebih menganjurkan agar kita memilih induk yang sedang bertelur.

Dalam pola pemeliharaan budidaya ayam kampung petelur volume perbandingan jantan dan betina yang tepat adalah 1: 6 atau bisa juga 1: 5 dalam artian sekor pejantang yang baik bisa mengawini 6 ekor betina produktif. Perbandingan lebih dari itu kurang dianjurkan karena kurang produktif dalam usaha budidaya ayam kampung petelur ini.

bibit ayam kampung petelur

Bila kita memelihara indukan sejak DOC bisa jadi ada beberapa induk yang majir baik jantan maupun betinanya. Itulah sebabnya kami lebih menganjurkan memilih bibit yang sudah pasti mampu berproduksi dengan baik, hal ini jauh akan lebih menghemat biaya daripada harus memelihara ayam sejak DOC yang rentan terhadap penyakit dan ketidak pastian akan produksi telur. Semoga bermanfaat…


Budidaya Ternak Ayam Kampung Pedaging


Budidaya atau teknis pemeliharaan ayam kampung pedaging sangat berbeda dengan budidaya broiler. saya yakin pembaca juga mengetahui hal tersebut. Sifat dari kedua ayam pedaging ini juga jelas berbeda terutama dalam hal masa panen, ayam kampung masa lebih lama daripada ayam broiler.
cara ternak ayam kampung pedaging

Pada kesempatan kali ini kita focus pada teknis budidaya tenak ayam kampung pedaging ini saja, khusunya pemeliharaan dari waktu kewaktu hingga masa panen. Mengenai model kandang dan jenis pakan dapat dibaca di halaman lain di bloh ini. Hal ini agar pokok permasalahan teknis pemeliharaan ini lebih mudah dipahami dan diterapkan.

Teknis pemilihan bibit – berikut ini ciri ayam DOC ayam kampung yang baik:

  • Sehat dan sempurna, dalam artian tidak ada cacat fisik sedikitpun.
  • Bergerak dengan lincah dan gesit
  • Bulu halus dan bersih, sisik kaki terlihat teratur, kuku bersih dan mata jernih.
  • Berasal dari kandang ayam yang sehat, tanya riwayat peternakan si penjual apakah pernah terkena ND atau gumboro, jika pernah maka lebih baik cari anak ayam dari penjual lain.


Cara pemeliharaan ternak ayam kampung:

  • Sebenarnya dalam budidaya ini lebih baik membeli ayam dara daripada DOC, sebab resikonya lebih kecil. Selain Itu kita lebih mudah menentukan apakah yama tersebut jantan atau betina. Dalam usaha budidaya ayam kampung pedaging tentu lebih baik memelihara jantannya saja, sebab potensi dan tingkat pertumbuhannya lebih besar dibanding betina.
  • Ayam kampung pedaging lebih baik dipelihara pada kandang postal, atau kandang berpagar. Budidaya ayam kampung pedaging tidak cocok menggunakan kandang baterai begitu juga litter. Perbandingan ayam dan luas kandang maksimal 5 ekor/ m2 untuk ayam dewasa.


Pemberian pakan ayam kampung disesuaikan dengan umur. Berikut teknis pemberian pakan dari hari ke haari:

  • Untuk anak ayam kampung (DOC) Umur 0 – 1 minggu diberi pakan sebanyak 5 – 10 gram / ekor / hari
  • Umur 1 hingga 2 minggu 10 – 15 gram/ ekor/ hari


  • Umur 2 – 3 minggu 15 – 20 gram / ekor / hari
  • Umur 3 – 4 minggu diberi 20 – 25 gr/ ekor/ hari
  • Umur 4 – 5 minggu diberi 25 – 30 gr/ ekor/ hari
  • Umur 5 – 6 minggu 30 – 40 gr/ ekor / hari
  • Umur 6 – 7 minggu 40 – 50 gr/ ekor/ hari
  • 7 – 8 minggu 50 – 70 gr/ ekor/ hari
  • Selanjutnya sekitar 100 gr/ ekor/ hari hingga panen.


Pada budidaya ayam kampung pedaging secara intensif/ modern, vitamin diberi setiap hari dicampur dengan air minum. Mengenai obat-obatan silahkan konsultasikan dengan petugas PPL dinas peternakan setempat, karena pemebrian obat harus sesuai dengan petunjuk dokter hewan yang lebih mengetahui kondisi daerah setempat. Intensifikasi dan modernisasi ini dapat menciptakan sebuah metode ternak ayam kampung yang cepat panen.

Demikianlah cara budidaya ternak ayam kampung pedaging secara singkat. Penulis hanya menyampaikan tentang proporsi makanan dari hari ke hari karena itulah inti kegiatan dari budidaya, semoga bermanfaat.


Cara beternak ayam broiler sekala kecil


Cara beternak ayam broiler
Suatu ketika saya pernah mengunjungi peternak ayam broiler di pedesaan, selama ini saya selalu beranggapan bahwa ayam pedaging ini harus dipelihara dalam sekala besar jika ingin mendapat keuntungan. Ternyata setelah berbincang-bincang dengan peternak persepsi saya tersebut terbantahkan, sebab bapak pemilik usaha menceritakan bahwa dia sudah menjalankan usaha ternak ayam broiler sekala kecil hampir selama 5 tahun dan tidak pernah mengalami kerugian.

Peternak tersebut memelihara ayam broiler hanya 500 ekor per periode, Dalam skala usaha ternak, populasi tersebut tergolong dalam skala kecil. Selama 5 tahun menjalankan usaha si peternak mengaku tidak pernah mengalami kerugian yang signifikan, kata beliau sebenarnya kunci sukses budidaya ayam pedaging berumur pendek adalah memahami teknik pemasaran.

Meurut beliau, jika kita sudah memiliki langganan tetap baik di pasar atau rumah makan maka kegagalan dalam usaha budidaya bisa diminimalisir. Kebanyakan peternak mandiri sering mengalami kegagalan karena tidak memiliki jaminan pemasaran. Bayangkan saja jumlah pakan yang harus ditanggung peternak, jika ayam broiler yang mereka pelihara belum habis terjual setelah berumur 40 hari lebih. Konsumsi pakan setelah umur 40 hari sangat tinggi, dan menjadi beban berat bagi peternak kecil maupun besar. Oleh karena itu, jika tidak memiliki jaminan pasar yang jelas sebaiknya jangan memulai usaha ayam broiler secara mandiri.

Berbeda halnya jika peternak bergabung dengan perusahaan kemitraan, sebagai plasma mereka memiliki jaminan pemasaran yang sudah pasti. Oleh karena itu jika ingin menjalankan usaha ayam broiler skala menengah dan besar sebaiknya dijalankan secara kemitraan.

Mengenai teknis budidaya atau cara beternak ayam broiler sebenarnya tidaklah sulit, hampir sama dengan memelihara ayam jenis lain. Dimana kita harus menyediakan kandang dan peralatannya sedini mungkin sebelum DOC datang.

Adapun ukuran kandang  ideal adalah 7 ekor / meter persegi. Peralatan dalam kandang: penghangat kandang saat DOC baru masuk hingga umur 14 hari, tempat pakan anak dan ayam dewasa, tempat minum, listrik. Obat-obatan: vitamin, vaksin, sanitaser, dan obat-obatan. Gunakan litter untuk DOC hingga umur 14 hari.

Hal yang paling penting diperhatikan dalam manajemen ternak ayam broiler adalah cara pemberian makanan. Jika kita mampu melakukan efisiensi penggunaan pakan, bisa dipastikan 80% proses budidaya yang kita lakukan akan menghasilkan keuntungan. Modal atau uang keluar paling besar dalam proses pemeliharaan ayam pedaging ada pada biaya pakan.

Cara pemberian obat-obatan dan vitamin dapat dibaca langsung di brosurnya, ikuti petunjuk pemakaian tersebut. Secara umum pemberian vitamin dilakukan setiap hari, dan obat-obatan diberi hingga umur 21 hari. Sedangkan vaksinasi dilakukan sebanyak 3 kali, dimana vaksin tetes dilakukan 1 kali dan vaksin minum sebanyak 2 kali.

Itulah garis besar cara beternak broiler sekala kecil yang dapat saya sampaikan, mengenai teknis pemeliharaan dari hari ke hari akan saya tuliskan di lain waktu, atau silahkan diskusi di kolom komentar penulis akan melayani tanya jawab agar dapat menjadi panduan pemeliharaan.


Litter yang baik untuk ternak ayam broiler


Standard kandang ternak ayam broiler yang baik mungkin tidak masalah lagi bagi kita peternak kemitraan, sebab pada usaha budidaya sistem kemitraan sudah ada tenaga ahli khusus mendapingi tentang teknik-teknik yang benar dalam pemeliharaan ayam broiler. Masalah sering ditemukan pada peternak mandiri, mereka cenderung melakukan teknik try and error alias coba-coba tanpa panduan yang tepat. Mungkin sebagai orang Indonesia yang sudah sejak dahulu kala mengenal cara mengasuh unggas ini merasa bahwa membesarkan broiler sama saja dengan ayam kampung, padahal keduanya sangatlah berbeda.

Pada kesempatan ini saya ingin khusus membahas teknik pemberian litter pada kandang ayam broiler (pedaging). Terutama menyangkut jenis, ketebalan dan masa pemasangan. Berdasar pengalaman ditambah sedikit ilmu dari kampus waktu kuliah dulu, banyak sekali jenis bahan dapat dijadikan sebagai litter yang baik, beberapa diantaranya; serbuk gergaji, sekam, serta jerami. Dari ketiga bahan saya paling menganjurkan pemakaian serbuk gergaji.

Serbuk gergaji sangat cocok dijadikan sebagai litter kandang ternak ayam broiler, karena daya serapnya tinggi, strukturnya yang halus dan padat. Harga serbuk gergaji memang lebih mahal sedikit daripada sekam dan jerami, tapi tahukah anda bahwa kualitas budidaya ayam broiler ini sangat bergantung pada teknik penggunaan litter? 

Jerami dan sekam padi memang lebih murah, tapi daya serapnya terhadap air sangat buruk bila dibandingkan dengan serbuk gergaji. Pada selaput kaki ayam broiler sangat banyak terdapat saraf dan pembuluh darang untuk pertumbuhan, jika anak ayam sering berada di litter yang basah bisa dipastikan pertumbuhan akan lambat sehingga mudah terserang penyakit ngorok. Oleh karena itu lebih baik menggunakan serbuk gergaji sebagai litter kandang ternak broiler.

Litter digunakan pada kandang broiler dari DOC hingga umur 2 minggu. Ketebalan litter yang baik adalah minimal 10 cm dari lantai kandang panggung (baterai). Serbuk gergaji tersebut dibolak-balik minimal 3 kali seminggu, jika struktur litter sudah padat (menyatu) maka segera ganti dengan serbuk gergaji baru. Bekas litter kandang ternak ayam broiler dapat dijual sebagai pupuk kompos. 
litter kandang ayam broiler

Ketika umur ayam broiler sudah seminggu maka sebaiknya tempat pakan dan air minum tidak lagi bersentuhan dengan litter, sebaiknya gunakan peralatan kandang otomatis terutama untuk tempat minum, hal ini dapat mengurangi air tumpah. Kesimpulannya; litter sebaiknya tebal dan selalu kering sehingga kandang akan lebih segar karena tngkat amoniak yang rendah.