Sunday, February 17, 2013

Macam-macam penyakit pada sapi potong

Macam-macam penyakit pada sapi potong

Ada tiga jenis spi berdasarkan penggunaannya, yang pertama adalah sapi potong, kedua sapi perah dan ketiga sapi pekerja. Diantara ketiganya saat ini hanya dua yang masih popular dibudidayakan oleh masyarakat yakni sapi potong dan sapi perah. Sapi potong dalam pemeliharaannya memiliki kendala dalam hal penyakit, penyakit pada spi potong banyak jenisnya dan sampai saat ini masih ada beberapa penyakit sapi potong yang belum dapat diobati. Sapi perah dan sapi potong memiliki penyakit yang sama pada umumnya.

Sebelum kita memaparkan beberapa macam penyakit pada sapi potong ada baiknya kita mengetahui penyebab-penyebab penyakit pada ternak khususnya sapi potong terlebih dahulu, ada 3 penyebab penyakit pada ternak secara umum, yaitu:
1. parasit
2. bakteri
3. virus

Varasit adalah hewan yang merugikan atu menumpang hidup pada tubuh sapi, baik di dalam tubuh maupun di permukaan kulit sapi, yang didalam sering disebut dengan internal parasit dan yang diluar disebut dengan eksternal. Contoh internal parasit pada sapi adalah cacing dan yang eksternal adalah kutu.

Bakteri pada tubuh sapi tidak semuanya menyebabkan penyakit pada sapi, ada beberapa bakteri yang sangat membantu sapi dalam mencerna makanan, oleh sebab itu penanganan masalah bakteri pada sapi tidak bisa sembarangan dalam memberikan antibiotik.

Penyakit yang disebabkan oleh virus, virus ini banyak jenisnya dan berbagai macam cara penanganannya. Penyakit karena virus ini hampir sulit diobati bahkan diantaranya ada yang belum ditemukan obatnya.

Macam-macam penyakit pada sapi:

Penyakit yang disebabkan oleh parasit; cacingan (cacing pita, cacing hati, cacing gilik dan lainnya), scabbies (sejenis penyakit korengan pada sapi, yang disebabkan oleh parasit eksternal berupa kutu-kutu kecil yang tak kasat mata)

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri:

anthrax, penyakit ini sangat berbahaya dan dapat menular ke manusia, wilayah yang terkena anthrax wajib diisolasi dari keluar masuknya ternak minimal sejauh 5 KM sekelilingnya. Anthrax samapai saat ini belum bisa diobati, sapi potong yang terkena anthax wajib dikuburkan dengan cmpuran kapur, daging sapi yang terkena anthrax tidak boleh dikonsumsi. Gejala anthrax ini diantaranya; nafsu makan hilang, suhu badan tinggi dan setelah tiga hari turun dibawah suhu normal, keluar darah dari mulit, hidung dan telinga bahkan kotoranpun akan bercampur dengan darah, di sekujur tubuh sapi akan muncul pembusukan-pembusukan berwarna hitam, kematian akibat penyakit anthrax ini sangat cepat dan tidak dapat diobati.

Surra, penyakit ini juga disebabkan oleh bakteri cirri-ciri terkena penyakit ini demam berselang seling, nafsu makan kurang, dalam keadaan akut ternak akan berputar-putar karena terjadi gangguan pada syarafnya. Surra dapat diobati jika belum dalam keadaan akut, namun jika sapi yang terkena surra mati maka sapi tersebut harus dibakar dan dikubur, daging sapi yang terkena surra tidak boleh dikonsumsi.

Brucellosis penyakit ini sering menimpa sapi perah, namun juga ditemukan pada sapi potong, penyakit ini menular dari sapi ke sapi, biasanya sapi yang terkena brucellosis ini akan selalu mengalami keguguran ketika usia kandungan sekitar 5 bulan. Penyakit ini dapat menular melalui pakan dan air minum. Untuk mencegah penyakit ini dapat dilakukan dengan vaksinasi. Demikian dlu beberapa macam penyakit pada ternak sapi potong untuk kesempatan kali ini, dilain waktu akan dijelaskan tentang cara pengobatan dan macam penuakit karena parasit dan bakteri.


Related Post



Tulisan di blog ini dapat anda sebar luaskan melalui media apapun, dengan syarat mencantumkan alamat halaman artikel di blog peternakan ini sebagai sumber.