Faktor ayam kampung bisa bertelur banyak



Sebenarnya cara meningkatkan produksi telur ayam kampug secara singkat sudah pernah dibahas di sini, namun kali ini akan kita bahas teknis lebih mendalam terutama mengenai faktor yang mempengaruhi kuantitas produksi telur pada unggas. Tiga hal yang paling penting diperhatikan agar ayam kampung bertelur banyak, yakni; teknis memilih bibit, manajemen pakan, dan perbandingan populasi jantan betina dalam satu kandang.

Teknis memilih bibit calon induk petelur

Tidak semua jenis ayam buras bisa dikategorikan sebagai ayam petelur. Karena tujuan budidaya kita adalah sebagai produsen telur, maka pilih jenis ayam kampung yang memang dikenal sebagai tipe petelur, diantranya; ayam arab, nunukan, kedu dan lain-lain. Pastikan berasal dari induk yang sehat dan bertelur banyak juga, sehat dan tanpa cacat. Sebagai gambaran mungkin kita juga perlu mengetahui perbandingan keuntungan antara pemeliharaan dari DOC dengan pemeliharaan sejak dara. Dimana pada kondisi modal berkecukupan, budidaya ayam petelur sejak dara terbukti lebih menguntungkan, jika penasaran silahkan baca selengkapnya…

Perbandingan jantan betina

Berbeda dengan ayam ras, ayam kampung membutuhkan pejantan untuk bertelur. Ayam pejantan boleh dari jenis apapun asal sehat dan memiliki kemampuan kawin yang baik. Pilih jantan berbadan sehat, tegap dan tanpa cacat. Perbandingan populasi jantan dan betina optimalnya 1: 5 (1 jantan 5 ekor betina), maksimal 1:7 dalam satu kandang. Perbandingan populasi sangat penting diperhatikan, bila jantan terlalu banyak maka sudah pasti produksi telur turun dan konsumsi pakan meningkat, begitu juga bila kekurangan pejantan.

Manajemen pemberian pakan.

Secara awam bisa saja kita mengatakan semua pakann ayam sama saja, padahal ada perbedaan besar antara pakan ayam petelur dengan pedaging. Perbedaan paling nyata bisa dilihat dari kebutuhan mineral dan kalsium pada induk. Ayam petelur membutuhkan mineral lebih banyak daripada ayam buras pedaging. Salah satu bahan utama pembentuk cangkang telur adalah kalsium, oleh karena itu agar ayam kampung bisa bertelur banyak dibutuhkan pakan konsentrat dengan kandungan mineral yang cukup.

Mungkin ada diantara kita yang menganggap bahwa ayam Arab bukan termasuk ayam kampung. Anggapan seperti itu salah, secara teoritis semua ayam bukan hasil rekayasa genetis disebut sebagai ayam non ras (buras/ kampung). Kalau begitu, apa beda ras dengan buras? Perbedaannya sangat nyata, terutama pada masa kecepatan panen (produksi). Ayam ras memang sengaja direkayasa secara genetis agar dapat berproduksi dengan cepat.
jenis ayam buras petelur

Itulah 3 hal penting harus diperhatikan untuk meningkatkan produksi telur pada budidaya ayam kampung. Sebagai peternak kita tentu gemar berdiskusi, author sangat terbuka dengan konteks, mari diskusikan bersama via kometar di blog ini untuk menambah khasanah pengetahuan budidaya peternakan.



Share this article :
Share on fb Tweet Share on G+

Tidak ada komentar: